Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
pinjam uang


__ADS_3

Di tengah perdebatan David dan Inara mobil papa dan mama nya datang.


"Loh David kamu pulang, mana Dara?"Tanya mama Dena saat melihat anaknya lalu ia menanyakan anak menantunya.


"Dara gak ikut ma, David kesini mau minta bantuan papa dan mama,"Ucap David


Papa andre mengerutkan dahi, tumben putranya mau minta bantuan orang tuanya, katanya ingin mandiri karna udah menikah.


Mama Dena pun menatap bingung kearah anaknya sedangkan Inara memandang sinis kepada kakaknya.


"Mau minta bantuan apa, ayo duduk dulu,"Ucap mama Dena sambil menuntun David di sofa yang diikuti oleh papa dan Inara.


"Kamu mau bantuan apa Vid?"Tanya mama Dena lagi, Inara menyunggingkan bibirnya mengumpat kakaknya dalam hati.


"Ma, David mau pinjam uang untuk modal usaha cuma sepuluh juta aja ma,"Ucap David tanpa basa-basi.


"Apa papa gak salah dengar, dulu papa sudah bantu kamu tapi kamu malah menolak dengan dalih ingin mandiri, sekarang kamu mau minta bantuan mama kamu, dimana urat malu kamu Vid, apa kamu gak malu dengan ucapan kamu itu,"Ucap papa Andre yang ikut bersaudara.


"Tapi pah, saat ini David benar-benar butuh, David janji nanti setelah David sukses David akan ganti,"Ucap David.


"Pah udah lah David lagi butuh uang, lagian mereka adalah anak kita pah,"Ucap mama Dena membela anaknya.


"Terserah mama,"


"Yaudah bentar ya mama ambilin dulu uang nya," Ucap mama Dena.


" Kak apa kakak gak malu dengan ucapan kakak, apa kak Dara tau semua ini,"Ucap Inara.


Inara benar-benar geram dengan kakak nya, baru tiga bulan pergi dari rumah tapi udah pinjam uang ke orang tua nya, dan inara pasti yakin kalau abang nya masih belum bekerja selama itu.


"Udahlah Ina jangan ngomong kayak gitu ke kakak kamu,"Ucap mama Dena.


David pun pamit pulang setelah berlama-lama dirumah mama nya dia ingin segera pulang dan memberi tahu Dara kalau dia ingin membuka usaha dan akan membuktikan ucapan nya pada Dara kemarin kalau dia bisa sukses.


"Ra Aku akan buktikan semua Ucapan ku,"Batin David dalam perjalanan.

__ADS_1


David pergi kepasar membeli kebutuhan untuk berdagang besok, dan dia juga pergi kerumah teman nya yang juga seorang pedagang.


"Lo yakin mau dagang siomay Vid, emang lo udah punya gerobak dan modalnya dan resepnya lo tau agar siomay bikinan lo enak dan laris?"Tanya Reno teman David.


"Yakin lah Ren, Gerobak nya udah gue beli terus bahan-bahan nya udah gue beli dan resepnya bisa gue lihat di sosial media ya kan,"Jawab David.


"istri lo tau kamu akan berdagang,"Ucap Reno


"iya,"


"Apa kamu gak malu seorang mana mahasiswa fakultas hukum ternyata bernasib menjadi padagang,"Ucap Reno seketika David terdiam, memang mulut sahabat nya ini tak bisa di jaga.


David pun pamit pulang karna tak mau berlama-lama di sana malah makan hati juga.


David sampai dirumah nya, tapi disana tak ada Dara, kemana dia gak biasanya dia pergi keluar rumah.


Sementara Dara berada di rumah salma tetangga baru nya itu, Dara mulai dekat Salma sejak tadi ia ketemu saat membeli cemilan di warung terdekat.


"Mbak kok sedih sih?"Tanya Dara saat mendapati wanita di hadapan nya ini sedih, karna sejak tadi mereka curhat tentang rumah tangga mereka masing-masing.


Janda beranak satu itu meratapi hidupnya, Dulu pernikahan nya tak direstui lantaran latar belakang suami nya tak jelas tapi kini ucapan orang tua nya terbukti kalau suaminya bukan orang baik-baik, dia ingin pulang kerumah orang tua nya tapi sangat malu maka dari itu dia mengasingkan diri di desa ini.


"Mbak yang sabar ya,semoga suatu hari nanti suami mbak dapat karma karna menelantarkan anak dan juga istrinya,"Ucap Dara.


"Makasih ya, oh ya maaf duit yang tadi aku pinjam belum bisa Aku kembalikan,"Ucap Salma.


"iya mbak gak papa, ambil aja buat mbak dan juga intan,"Ucap Dara.


Setelah lama disana, Dara pamit pulang karna ada urusan yang lain dirumahnya.


setelah sampai dirumah, ternyata David sudah pulang, dengan memasang wajah cuek Dara masuk ke dalam rumah.


"Dari mana kamu baru pulang?"Tanya David.


"bukan urusan kamu,"Sahut Dara ketus

__ADS_1


"Bukan urusan ku?, ya jelas ini urusanku karna kamu istri ku,"Ucap David.


"Lebih baik kamu urus rencana kamu, Dari pada mengurus urusan ku,"Ucap Dara.


"kamu makin hari makin keras kepala ya,"Ucap David geram sekali dengan pernyataan Dara.


Dara tak menghiraukan David dan memilih untuk kekamarnya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sementara itu dirumah orang tua David, Inara sedang memikirkan untuk apa uang yang David pinjam, karna tak mungkin itu dagang, karna kakaknya tidak ahli dalam bidang perdagangan.


"Sayang kok belum tidur?"Tanya mama Dena yang menghampiri Inara di taman rumahnya.


"Mah apa mama yakin kalau uang yang di pinjam kak David buat modal usaha!" Ucap Inara.


"Mama yakin, meskipun mama tau kakak kamu itu tidak suka bisnis itu, dan kamu tau kan kalau semua orang itu bisa berubah,"Ucap mama Dena.


"Iya sih mah, tapi kan Aku gak yakin,"Ucap Inara.


"sudahlah lebih baik kamu tidur besok kan banyak tugas di kampus kamu,"Ucap mama Dena, Tapi Inara bergeming.


"Mah, jika nanti Inara liburan bolehkan Inara berkunjung kerumah kak David," Ucap inara menatap penuh arti kepada mama nya.


"Boleh tapi dengan satu syarat, jangan pernah bikin keributan disana,"Ucap mama Dena, Inara bahagia karna mendapat izin dari mama nya dengan begitu Inara tak lagi penasaran dengan kehidupan kakaknya.


Dengan itu Inara bisa melihat sifat kakaknya yang katanya ingin mandiri itu, takutnya kata-kata mandiri itu hanya sebagai alasan membuat Dara menderita karna pernikahan Dara dan David adalah rencana Indah agar Dara hidup menderita.


"Terimakasih ya Ma, Inara janji gak akan bikin masalah,"Ucap Dara.


"Sebaliknya Inara akan bikin kak David kesal,"Batin Inara,


"Iya, lebih baik kamu tidur sana,"Ucap mama nya.


Inara langsung kekamar dan mulai menyusun rencana agar David sadar dengan kejahatan nya, Inara akan melakukan sesuatu demi janji nya pada Alia, Alia akan pulang empat tahun lagi dan itu masih lama, Selama itu juga Inara akan berjanji untuk menjaga Dara sahabat dari Alia.

__ADS_1


Dara memang tidak mengetahui kalau Alia selalu menanyakan keadaan nya melalui Inara.


__ADS_2