Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
Kekesalan Velis


__ADS_3

Very pun mulai beranjak dari tempat duduknya karena dari tadi Velis merayunya dan terus mengelus dadanya, dia merasa agak risih diapun membawa bekalnya untuk dimakan di kantor perusahaan. Berharap di kantin itu dia bisa menenangkan pikirannya. Karena saat Velis meraba dadanya dia merasakan juniornya bangun jadi dia cepat-cepat menuju ke kantin agar bisa lepas dari rayuan Velis. Karena dia takut dirinya akan lepas kendali. Dia pun mulai membuka bekal yang dibuat oleh istrinya sambil memesan jus lemon , diapun tersenyum saat membuka bekalnya karena lagi-lagi istrinya membentuk nasi goreng itu menjadi boneka Tedy.

__ADS_1


__ADS_1


Dia seketika melupakan rayuan Velis dan membuat moodnya kembali membaik. Dia pun mengirim WA ke istrinya dan memberi rayuan gombalnya. Terima kasih atas bekalnya sayang aku sangat menyukainya, terlebih lagi yang membuat ini adalah wanita yang paling aku cintai. Very pun menghabiskan bekalnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang ditinggal tadi. Sebelum membuka pintu ruangannya ,very sempat berpapasan dengan Velis, tapi Very hanya memasang senyuman tipis diwajahnya dan langsung masuk ke ruangannya. Velis pun merasa sangat kesal karena Very seakan-akan menjauhi dirinya. Tapi dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan Very, karena selama ini tidak ada keinginannya yang tidak terpenuhi. Aku harus mendapatkan hatimu Ver, ucap Velis dalam hati. Jam kantorpun selesai para karyawan pun kembali ke rumah masing-masing. Velis merencanakan sesuatu agar dia lebih dekat dengan Very, Very pun menuju ke mobilnya , tidak sengaja dia melihat Velis melihat-lihat ban mobilnya, Very mendekati Velis karena dia perhatikan dari jauh ban mobil Velis kempes, Mba ada yang bisa saya bantu, tanya Very. Velis pun sengaja memperlihatkan wajah sedihnya padahal tadi siang waktu istirahat dia yang menyuruh preman kompleks untuk mengempeskan ban mobilnya. Dia juga sudah mematikan CCTV di area parkiran sehingga rencananya tidak bakal ketahuan. Eh mas ini ban mobil aku kempes, dia pun menawarkan diri agar Very bisa mengantar ke apartemennya. Very mau menolak tawaran dari Velis tapi dia juga tidak tega harus meninggalkan Velis sendirian. Ya alamatnya dimana Mba nanti saya antar kesana. jawab Very dengan perasaan yang bingung karena dia sudah berjanji kepada istrinya untuk pulang kerja lebih awal. Dia tidak ingin Vera punya beban pikiran dalam masa kehamilan anak keduanya. Doa pun mengirim pesan WA ke istrinya kalau dia akan mengantar temannya pulang ke apartemen, tapi dia tidak menyebutkan kalau dia Velis. Dia tidak ingin Vera berpikiran macam-macam kepada dirinya, karena dia tahu biasa wanita hamil sangatlah sensitif. Diapun mengantar Velis ke apartemennya di jalan galak, apartemen disana adalah apartemen kawasan elit hanya orang berduit saja yang bisa tinggal di kawasan tersebut. Velis pun selalu mengobrol dengan Very tapi Very hanya menjawab seadanya, sehingga lagi-lagi Vera kesal terhadapnya. Mas kenapa mas kaku sekali ngomongnya yach, ini kan jam di luar kerja jadi mas boleh memanggil nama saja tanpa ada embel-embel di depannya. Boleh g mas, Saran Velis. tapi mba adalah atasan saya, saya g berani memanggil dengan nama saja, ucap Very tapi dia berbicara dengan nada pelan takutnya Velis merasa tersinggung. Very tidak sampai enak hati dengan Velis karena Velis dulu yang membuatnya diterima di perusahaan ini.

__ADS_1


__ADS_2