
Sementara itu Inara memandang foto yang diberikan oleh Dara, dia tahu kalau David tadi menelpon namun dia tidak diangkat olehnya. biarlah David merutuki nasibnya disana. lagian suruh siapa dia memulai sesuatu yang akan bikin keluarganya marah kemudian hari.
Inara ingin memberikan foto itu pada papanya, namun dia urung karena ingat pesan dari Dara untuk tidak memberitahukan masalah ini dulu pada orang tuanya. Inara menemui seseorang untuk dan menyuruhnya menyelidiki foto yang tadi Dara bagi untuknya.
“Bagaimana apa kamu bisa menyelidiki orang dalam foto itu,”Ucap Inara.
“Aku harus jadi mata-mata dari orang ini maksud kamu,”Ucap Bagus, teman Inara.
“Iya, cuma sampai beberapa bulan saja kok gak lama,”Ucap Inara.
“Tapi ini gak gratis loh Nar, kamu tau kan karena ini semua pekerjaanku akan terbengkalai kamu tau kan,”Ucap Bagus.
“Baiklah Aku akan bayar kamu, asal pekerjaan kamu bagus dan kamu bisa untuk diandalkan,”Ucap Inara.
“jadi kapan Aku akan memulai untuk memantau dia,”Tanya Bagus.
“Besok, kamu bisa cari dia atau datang kealamat yang sudah Rinjani kasih kekamu,”Ucap Inara kemudian berlalu dari tempat pria itu.
Inara memasuki kediaman papanya, disana ia disambut hangat oleh kedua orang tuanya.
“Bagaimana dengan kuliahnya sayang?”Tanya mama Dena sambil mengelus kepala anak bungsunya.
“Alhamdulillah lancar ma, semuanya beres,”Jawab Inara seraya tersenyum pada wanita yang sudah membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
“Lalu bagaimana dengan Dara, dan juga toko kamu,”Ucap mama Dena.
“Semua baik-baik saja ma,”Ucap Inara walau dia juga tidak tega harus menyembunyikan hal buruk yang kakaknya lakukan.
“Yaudah ma, Inara mau kekamar ya,”Ucap Inara.
“Iya istirahat saja, sepertinya anak mama ini sudah sangat lelah,”Ucap mama Dena, memandangi punggung sang putri yang sudah memasuki kamarnya.
Ada sebuah harapan yang ia harapakan pada putri keduanya, dia juga tak ingin Inara bernasib sama dengan David anak pertamanya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi menyapa kembali kini Dara maupun David sibuk dengan pekerjaan mereka, hingga pagi ini tidak ada perdebatan yang biasanya menghiasi rumah itu.
David berangkat terlebih dahulu kerumah Reni, disana ia mencurahkan kekesalannya pada Reni.
“Apa sekarang istrimu memang berubah?”Tanya Reni merasa terheran-heran, namun ia seperti puas melihatnya sekarang.
“Iya dan yang bikin Aku kesal dia berani sama Aku, gak tau malu banget dia, Aku takut kalau dia akan mengadukan perbuatanku pada papa,”Ucap David.
__ADS_1
“Dasar laki-laki gak ada gunanya emang,”Batin Reni.
“Sudahlah Vid, antar Aku sekarang ke alamat ini,”Ucap Reni karena ia terburu-buru saat ini.
Sementara itu Dara baru saja sampai di toko, disana memang tidak ada Inara karena dia tak bisa datang hari ini karena ada masalah dalam tugasnya kuliahnya hingga dia harus mengulang kembali tugas yang harusnya selesai malah tidak selesai.
“kue disini itu basi semua ya,”Ucap salah satu pembeli diluar sana.
“Iya, waktu itu saya beli juga ada jamurnya ,”
“Iya gak enak pula,”
Dara yang merasa heran dengan suara-suara bising diluar sana, karena ingin tau apa yang terjadi dia menemui sumber suara yang berasal dari depan.
“Ada apa windi?”Tanya nya pada salah satu karyawan.
“Itu bu, ada yang mau provokasi warga agar tidak membeli roti atau kue disini,”Jawab Windi.
Tanpa bertanya lagi Dara segera keluar menemui orang-orang tersebut.
“Ada apa ini ibu-ibu?”Tanya Dara dengan tatapan yang menelisik.
“Eh mbak ini yang punya toko kue ini ya, mbak harus bertanggung jawab karena saya kemarin beli kue disini, saya sampai masuk rumah sakit bahkan rasa kue nya gak enak, hambar lagi,”
“Maaf ya bu semua makanan disini itu baru dibuat dan semua masih baru gak ada yang basi seperti apa yang ibu bilang, lagian kapan ibu beli kesini padahal toko ini baru dibuka,”Ucap Dara
“Benar bu, selama ini kami hafal semua pelanggan-pelanggan disini jadi ibu jangan mengada-mengada ya atau ibu saya laporkan atas tuduhan pencemaran nama baik yang ibu lakukan ini,”Ucap Wulan kepala karyawan disana sontak saja wajah ketiga ibu-ibu tadi berubah pias.
“Tapi apa yang kami ucapkan itu benar, kalau makanan disini masih layak untuk dimakan lalu untuk apa saya bisa masuk rumah sakit hanya karena makan disini,”Ucap salah satu diantara mereka.
“Ok,, kalau begitu saya butuh bukti surat dari rumah sakit tempat ibu periksa kemarin, apa masih ada bu,”Ucap Wulan.
“Kenapa diam, berarti ibu berbohong kan,”Ucap Dara.
Wulan terus meminta bukti apa yang ketiga wanita itu katakan, namun mereka masih bungkam seperti kehilangan kata-kata, perdebatan mereka malah jadi tontonan para pembeli yang berdatangan.
“Sudah-sudah intinya saya mau minta ganti rugi sekarang,”Ucap salah satu diantara mereka.
“Saya tidak mau karena apa yang ibu ucapkan itu tidak ada bukti,”Ucap Wulan.
Tak lama kemudian Inara datang dan menyaksikan semuanya dan meminta penjelasan pada mereka.
“Maaf ya bu, yang punya toko ini adalah saya dan mereka adalah karyawan saya,”Ucap Inara dan itu membuat semuanya terkejut.
__ADS_1
“Tapi,”
“Tapi apa?, apa ucapan saya masih belum jelas,”Ucap Inara
“Kalau begitu saya kami permisi,”Ucap mereka namun langkahnya ditahan oleh Wulan.
“Ibu masih hutang penjelasan sama saya apa maksud ibu tadi menjelekkan nama toko ini,”Ucap Wulan,mereka saling pandang.
“Kami hanya mengikuti perintah,”Ucap salah satu di antara mereka setelah lama terdiam.
“Siapa yang menyuruh ibu melakukan hal ini?”Tanya Inara namun mereka tetap diam.
namun mereka bungkam setelah itu pergi tanpa memberi tau siapa pelaku yang menyuruh mereka untuk menjelekkan nama toko roti mereka.
“Siapa sih mereka,”Ucap Wulan.
“Sudah, Wulan kamu kembali bekeja,”
“Kamu kesini dek?”Tanya Dara.
“Iya tadi di telfon sama Windi karena ada keributan disini, makanya Aku kesini,”Jawab Inara.
“Yaudah kak Aku gak bisa lama-lama disini, Aku pergi dulu ya,”Ucap Inara setelah itu pergi karena dia terburu-buru sekarang.
Sementara itu David melihat dari kejauhan, rupanya benar kalau toko itu adalah salah satu toko milik papanya, dia tadi sudah menyurug tiga wanita untuk membuat toko itu tidak laris namun mereka tidak bisa karena Inara datang dan menjelaskan semuanya.
“Ngapain sih, masih ngeliatin ayo berangkat vid,”Ucap Reni yang duduk disebelah David.
“Iya ini udah mau berangkat,”Ucap David dengan lesu.
biarlah semuanya ia jalani namun dia harus menanggung malu pada papanya, dia juga sangat mencintai Reni jadi bila dia melarang Dara bekerja maka perselingkuhannya pasti akan dibongkar olehnya.
“Vid, kamu kenapa?”Tanya Reni
“Gak papa,”Jawabnya.
setelah itu tidak ada obrolan di antara mereka karena David sedang sibuk menyetir.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
“Pa, hari ini kak Amel mau kesini, mungkin datangnya besok,”Ucap Alia
“Iya papa sudah tau besok kamu jemput dia sama Wildan ya,”Ucap pak Ferdi
__ADS_1
“Hah, sama Wildan lagi pa, astaugfirullah papa kenapa harus sama Wildan sih,”Ucap Alia yang merasa kesal sama papanya.