Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
tawaran kerja


__ADS_3

Sekarang Indah mengajak David untuk bertemu dengan nya di cafe dengan dalih ada lowongan pekerjaan untuknya, seketika David langsung semangat karna menyangkut pekerjaan tanpa ia ketahui rencana licik Indah.


"Mau kemana kamu?" Tanya Dara


"Mau ke cafe ketemu sama teman katanya ada lowongan kerja buat ku semoga saja Aku di terima nantinya,"Jawab David berharap dirinya akan di terima kerja.


"Pergi aja kalau kamu yakin kamu bakal di terima,"Ucap Dara.


"Kamu kenapa sih gak percayaan banget, seharusnya kamu bersyukur Aku di terima kerja bukan malah di disinisin gitu, Aneh,"Ucap David.


"Kamu mau kerja apa?, kantoran kuliah aja gak lulus,"Celetuk Dara.


"Terserah kamu lah gak usah banyak bicara,"Ucap David lalu pergi.


David berjalan menuju cafe yang Indah maksud, sesampainya disana dia melihat Indah duduk dengan seorang wanita yang ia yakini akan membantunya bekerja.


"Hai Vid, duduk sini," Ucap Indah


"Kenalin Ini Reni teman ku yang butuh orang untuk bekerja,"Imbuh nya.


David tersenyum pada wanita itu dengan hormat.


"Nama kamu David?"Tanya Reni


"Iya,"


"Apakah kamu sedang butuh pekerjaan,kebetulan Aku butuh seorang supir pribadi untuk mengantar ku kemana saja karna kalau menyetir sendiri kadang capek apalagi perjalanan sangat jauh,"Ucap Reni.


"Supir,"Gumamnya.


David kecewa dengan harapan nya, dia mengira akan menjadi karyawan wanita yang ada di hadapan nya, ternyata malah jadikan supir.


"Udahlah Vid terima aja, dari pada kamu gak dapat kerjaan,"Ucap Indah


David diam memikirkan tawaran pekerjaan yang di tawarkan pada nya.


"Baiklah Aku terima,"Ucapnya setelah lama terdiam, kedua wanita itu tersenyum penuh kemenangan.


"Ok, berarti deal ya, kalau begitu mulai besok kamu mulai bekerja ya, ini alamat ku datanglah kesana pagi-pagi sekali,"Ucap Reni.


Setelah itu Reni pamit pada David dan Indah karna ada pekerjaan yang hari ini ia kerjakan.


"Kamu kenapa?,melamun terus,apa kamu mau membatalkan pekerjaan itu?"Tanya Indah sedari tadi dia melihat David hanya diam melihat makanan nya.

__ADS_1


"Apa gak ada pekerjaan lain, Ndah,"Ucap David.


"Kenapa kamu malu jadi supir,"Ucap Indah.


"Sebenarnya sih enggak tapi kenapa harus jadi supir gitu,"Ucap David.


Indah tersenyum dalam hatinya melihat raut kecewa nya David.


"Kemarin kamu bilang sedang cari pekerjaan kini udah ada kerjaan malah ragu gimana sih kamu,"Ucap Indah.


"Kamu gak marah soal kemarin,"Ucap David, Indah diam sejenak.


"Enggak, Udahlah lupakan saja,"Ucap Indah memalingkan wajahnya.


"Maaf Ndah, Aku gak mau mengecewakan mama ku, apalagi selama ini Aku ganggap kamu itu teman jadi buang rasa dalam hati mu agar tak melukai mu,"Ucap David.


"Iya ya Aku ngerti kok,"Ucap Indah meneruskan makan nya.


"Tidak semudah itu Aku membuang rasa ini, lihat saja nanti Aku akan melakukan apapun demi memisahkan mu dengan istri mu,"Batin Indah.


***************


Sementara itu Dara dirumah nya sedang menunggu makanan yang ia pesan di aplikasi online.


"Waalaikumsalam, mbak Salma,"Ucap Dara langsung bangkit karna tetangga nya datang.


"Silahkan masuk mbak,"Imbuhnya.


"Ra,Aku kesini ngantar ini buat kamu, kemarin Aku buat kue tapi kebanyakan jadi Aku bagi-bagi ke tetangga,"Ucap Salma.


"Terimakasih ya mbak jadi ngerepotin,"Ucap Dara.


"Gak papa Ra, mana David?"Tanya nya.


"Katanya ketemu sama teman yang sedang butuh karyawan, jadi dia menemuinya siapa tau di terima kerja di tempat temen nya"Jawabnya.


"Syukurlah ada kemajuan,"Ucap Salma tersenyum.


"Biasa aja mbak, yang Aku khawatirkan dia tak niat kerja nya sama kayak kemarin,"Ucap Dara.


"Udahlah Ra gak usah dipikirin, lihat aja nanti, kalau David gak berubah kamu berhak mengambil keputusan


Demi kebahagiaan kamu, bukan kah kamu sedang mencari pekerjaan sekarang,"Ucap Salma.

__ADS_1


"Iya sih mbak, semoga aja Aku lekas dapat pekerjaan,"Ucap Dara.


Sebenar nya Dara bingung untuk mengakhiri atau menpertahankan rumah tangga nya ini, dia meredam sifat egois nya dan jika Nanti David berubah dia akan memberikan kesempatan kedua pada nya.


"Hei kamu kenapa?"Tanya Salma membuyarkan lamun Lamunan Dara.


"Enggak, gak papa mbak, Intan gak ikut ya,"Ucap Dara.


"Enggak dia lagi main, oh ya adik dan mama mertua kamu kesini ya?"Tanya nya


"Iya mbak tapi udah pulang,"jawab Dara


"Apa kamu menceritakan semua keburukan suami kamu,"Ucapnya.


"Enggak mbak, Aku gak mau menjelekkan seorang anak di depan ibu nya,"Ucap nya


"Tapi_"


"Bukan kah seorang istri itu harus menutup aib suaminya seburuk apapun wataknya, meskipun tidak ada rasa lagi di dalam hati ini tapi bukan berarti kita harus membuka aib suami di depan orang maupun di depan keluarganya sendiri,"Ucap Dara.


"Kamu benar Ra, sayang orang sebaik kamu malah disia-siakan sama David,"Ucap Salma.


"Dulu kami saling mencintai,bahkan Aku rela untuk mengikuti keinginan nya, tapi setelah kebohongan nya udah terbongkar Aku kecewa padanya, semenjak hari itu hilang lah kepercayaan ku pada dia, dan perlahan sikapnya sangat menyebalkan hingga tidak ada keramahan dalam rumah tangga kami sehingga perlahan juga rasa cinta itu hilang tidak ada lagi cinta,"Ucap Dara.


Salma yang mendengarnya sedikit sedih dengan kehidupan yang di alami Dara, tapi apa boleh buat jika itu sudah menjadi takdirnya kita tak bisa buat apa-apa.


Intinya sabar dalam menjalani kehidupan dan takdir yang sudah menjadi bagian, walau sesekali ada air mata yang terus keluar hanya rasa sesak yang kadang datang.


"Ra kamu yang kuat ya, mbak akan selalu ada buat kamu,"Ucap Salma, tangan nya akan terbuka jika Dara butuh bantuan nya, begitupan dia akan mendengarkan jika Dara ingin curhat pada nya.


Karna saat ini Salma lah orang terdekat Dara, tidak ada lagi selain dia, Dara beruntung bisa di pertemukan dengan wanita hebat sepertinya.


Dara belajar dari pengalaman nya untuk tidak percaya begitu saja pada orang yang hanya pura-pura sayang pada nya.


dan tidak langsung berburuk sangka pada orang yang benar-benar tulus padanya.


"Terimakasih ya mbak Salma, semoga kebaikan mbak Salma Allah balas dengan kenikmatan yang tak terhingga,"Ucap Dara.


Salma hanya tersenyum, meskipun di hati nya penuh dengan luka namun dia tetap tersenyum karna senyuman dapat menyembuhkan luka walau hanya sedikit saja yang sembuh.


"iya Ra, Aku sudah anggap kamu sebagai adik ku sendiri,"Ucap Salma.


Salma beruntung bisa kenal dengan Dara, walau pun gadis itu sangat ceroboh tapi tindakan nya begitu cepat apabila dapat masalah, ya walaupun pikiran nya kadang bikin gemes.

__ADS_1


__ADS_2