Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
chat dari nomor misterius


__ADS_3

Ting


( Hai Ra bagaimana, apa kamu sudah mencari tau tentang perselingkuhan suami kamu, lebih baik kamu cepat bertindak sebelum terlambat )


( jangan sampai David direbut wanita itu, kamu akan di buang nantinya )


suara handphone itu menganggu konsentrasi Dara, apalagi saat membacanya selalu bikin kesal, siapa sih yang punya nomor itu, kenapa sepertinya iseng banget menganggu hidupnya seperti tidak ada kerjaan sama sekali.


“Siapa sih orang ini, sepertinya dia tau sesuatu tapi siapa ya?”Gumamnya pelan.


Dara terus kepikiran siapa orang itu, dia mencoba menghubungi nomor itu, diangkat namun tidak ada jawaban dari sipemilik nomor.


ting


( kenapa kamu menelponku, kamu ingin tahu siapa aku ?)


Tanya nya lewat pesan WhatsApp, Dara semakin geram namun dia harus tenang demi rencana yang sudah ia susun.


Dara tidak mau ambil pusing soal pesan dari nomor tidak dikenal itu, tapi dia re


terus saja mengusik setiap waktunya. giliran di telfon malah tidak angkat olehnya.


tok tok tok


Baru saja ingin merebahkan tubuhnya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, dengan langkah gontai dia menuju kearah sumber suara pintu yang diketuk. namun begitu dibuka tidak ada siapa-siapa, dirinya mulai jengah jam segini ada aja yang iseng.


Dara kembali kekamarnya, melepas lelah yang seharian ini ia pikul sendiri, tapi ada suatu hal yang membuatnya merasa janggal entah apa itu.


dilihatnya jam ternyata sudah pukul 19.30 sementara David masih belum pulang, tumben pikirnya, biasanya jam segini laki-laki itu sudah mendekam dalam kamarnya. atau sedang bermain game di handphonenya namun kali ini rumahnya tampak sepi, kamarnya David pun tidak ada penghuninya.


tingg


( Apakah David sudah pulang, kalau belum lihatlah di alamat ini jln. Anggrek nomor 24 )


Satu pesan lagi dari nomor itu lagi, entahlah dia bingung apa tujuan orang itu seharusnya kalau ada yang mau di bicarakan dia tidak harus menyembunyikan jati dirinya.

__ADS_1


( siapa sih kamu, kenapa sejak tadi kamu selalu meneror saya )


Balas Dara namun tidak ada jawaban sampai lima menit berlalu tidak ada balasan dari nomor tak dikenal itu, dia tadi memberikan sebuah alamat, untuk apa David kesana sedangkan Dara pun tidak tau dimana alamat itu berada.


( kamu tidak perlu siapa saya, yang jelas dari saya kamu akan tau kebusukan suami kamu )


Ucapnya setelah dua jam berlalu, baru dibalasnya, Dara mengernyitkan keningnya merasa penasaran juga.


sementara itu David tidak bisa pulang hari ini karena ada acara dirumahnya Reni, Iya Reni mengajak David kerumah saudaranya untuk memeriahkan acara yang dilangsungkan oleh saudara Reni.


kebetulan Indah ada disini, dan memfoto Reni juga David yang bergandengan tangan lalu mempostingnya di sosial media.


( itu bukannya David suaminya Dara ya kok bisa ia berada disitu sama wanita lain lagi )


Salah satu komentar muncul di postingan itu, membuat Indah tersenyum sinis dia melirik kearah David dan juga Reni yang semakin memgeratkan genggamannya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sementara itu Inara melihat postingan itu, betapa geramnya dia pada kakaknya itu. Inara langsung menelpon Dara dan memberitahukan padanya tentang kelakuan David.


“Tadi kakak menerima chat dari seseorang yang tidak dikenal, dia mengirim kakak alamat tempat kakakmu berada sekarang,”Ucap Dara diseberang telfon sana.


“Kakak kirim alamatnya biar nanti Aku cari,”Ucap Inara kemudian memutuskan panggilan sepihak, setelah itu ada pesan dari Dara yang mengirim alamat itu.


Inara mengirim alamat itu pada Bagus untuk datang ke alamat yang sudah tertulis, agar rasa penasarannya segera terjawab.


Tanpa menunggu perintah kedua Bagus pun segera mencari alamat yang sudah tertulis.


ting.


( Dialamat ini ada acara Ra, sejak habis isya' tadi banyak yang datang tak terkecuali kakak kamu dan majikannya )


Bagus nge WA Inara untuk memberitahukan apa yang terjadi pada tempat itu. Inara pun melihatnya dan menyimak foto yang dikirim juga oleh Bagus, seperti sebuah pesta sih bukan acara yang sempat terlintas dalam pikiran Inara.


Inara mengirim foto itu pada Dara, dia juga tadi sempat memperingati orang yang memosting foro David dan Reni, agar papa nya tidak melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


“Inara,”Seseorang memanggil Inara, dia segara turun kebawah.


“Mah, ada apa?”Tanya Inara saat mengetahui siapa yang memanggil, Inara mulai panik takut kalau mamanya sudah tau postingan itu.


“Mama tiba-tiba kepikiran sama kakak kamu, tolong kamu hubungi dia ya, tadi mama udah coba tapi gak dia angkat sama kakak kamu,”Ucap mama Dena.


“Nak mama mohon cepat,”Ucap nya lagi, terpaksa Inara menghubungi kakaknya. namun di angkat oleh David.


“Bagaimana?”


“Tidak di angkat ma, mungkin dia udah tidur soalnya ini kan udah malam,”Ucap Inara mengelus punggung mamanya dengan lembut.


Inara menyembunyikan semuanya dari mama nya, seperti kata kakak iparnya kalau belum saat nya semua tau apa kelakuan David.


“Tapi kata tante kamu...”


“Udahlah mah mungkin itu acara kantornya, gak usah dipikirkan,”Ucap Inara, benar dugaannya kalau mamanya sudah tau dari tantenya, pantas saja mama nya sangat gelisah, apalagi papanya sekarang keluar kota dan satu minggu lagi akan pulang.


Inara menuju kekamarnya tidak mau ikut pusing masalah kakaknya, apalagi besok ada tugas dari dosen pembimbingnya yang terkenal galak. rasanya mengingat besok seakan tidak mau masuk saja kuliah, tapi jika tidak datang tanpa alasan yang tepat atau jelas maka dipertemuan selanjutnya dia akan dihukum oleh dosennya.


Sementara itu David ingin pulang malah ditahan terus oleh Reni, dia semakin tidak nyaman dengan keadaan ini, lagian kenapa Reni malah mengajaknya kan Dirinya bukan siapa-siapa Reni, pikir David.


“Ini makan dulu,”Ucap Reni menyerahkan sepiring nasi.


“Enggak mau malu, memangnya kita kapan pulangnya Aku gak nyaman disini,”Ucap David.


“Bentar lagi lah, ini masih banyak tamu, Aku gak enak bila ninggalin acara ini,”Ujar Reni.


“Tapi ini kan bukan acara kamu Ren?”Tanya David.


“Tetapnya gak bisa, apa kamu mau Aku pecat karena kamu tidak mau nurut sama Aku, hah,”Ucap Reni.


“Baiklah tapi janji setelah ini pulang,”


Reni tidak menjawab, dia akan pulang besok karena ini sudah jam 23.03, udah sangat larut banget sebenarnya pesta udah selesai satu jam yang lalu namun karena ada janji dengan Indah maka ia akan pulang besok pagi.

__ADS_1


Indah senang bisa membuat David percaya pada Reni, dia juga tidak usah susah-susah untuk membujuk David cerai dari Dara, dengan membuat mereka berantem itu adalah pencapaian yang sangat luar biasa.


__ADS_2