Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
berbohong lagi


__ADS_3

"Dari mana Kamu?" Tanya Dara ketika David telah kembali kerumah nya.


"Aku habis ketemu sama teman, untuk bisnis,"Ucapnya.


Lagi dan lagi David berbohong pada Dara, mau sampai kapan David akan berbohong tanpa di ketahui David Dara akan mencari tau semua kebohongan yang di lakukan David.


"Kamu gak sedang berbohong kan?" Tanya Dara menatap David mencoba berpura-pura untuk percaya pada nya.


Dan aneh nya walau emosi nya bisa di tahan tapi suara nya tetap meninggi karna mungkin Dara sudah terlalu kesal dengan David.


"Aku mau mandi dulu,"Ucapnya meninggallkan Dara.


Sungguh kecurigaan nya mulai menjadi-jadi pada David.


Dara berfikir keras agar bisa membongkar kebohongan David yang semakin menjadi-jadi.


Dara kembali kekamar nya dengan perasaan kesal dengan apa yang dia dengar tadi, seperti masih tak percaya dengan kejadian itu.


Dara menelfon mama nya.


"Hallo ma...."


"iya sayang bagaimana kabar kamu apa disana baik-baik saja," Ucap mama nya diseberang sana.


Dara bingung mau ngejawab apa, tak mungkin dia jujur pada mama nya soal apa yang dia rasakan saat ini.


"hallo.... Dara kok gak jawab sih,"


"Dara gak papa ma, yaudah Dara tutup dulu handphone nya ya." Dara langsung menutup handphone nya.


Dara memandang foto Dirinya dengan Alia, entah bagaimana kabarnya sahabat nya sekarang sudah lama sekali ia tak menemui nya.


Dara ingin sekali memeluk nya dan meminta maaf pada Alia soal kesalah pahaman ini.


Dalam hati nya Dara memaki dirinya sendiri, karna cinta dia meninggalkan sahabat yang sudah lama menemani nya.

__ADS_1


Jika ada kesempatan Dara ingin sekali pergi ke negara tempat dimana sekarang Alia berada. Sungguh rasa penyesalan itu tiba-tiba muncul dalam benak nya.


"Ra, kamu masih nyimpan foto Alia," Ucap David, Dara yang menyadari kehadiran David langsung menaruh foto itu kedalam tas nya.


"kenapa, apa kamu keberatan jika Aku masih menyimpan foto sahabatku," Ucapnya tak menatap ke arah David sekalipun.


Sungguh hatinya masih sakit karna kebohongan yang David lakukan, Dia juga tak menyangka jika di balik kebohongan David ada Indah sebagai pemeran utama kejahatan atau kebohongan yang selama ini David lakkukan.


"Aku gak masak hari ini, kalau kamu lapar cari makan di luar aja,"Ucap Dara.


"Yaudah gak papa tadi Aku udah makan kok,"Ucap David, dirinya sudah mulai cuek sekarang.


Dara merasakan perubahan itu, ternyata selama ini ia salah memilih pendamping hidup, dia malah memilih perusak persahabatan nya dan sempat tak mempercayai sahabat nya itu.


"besok Aku akan cari kerja,"Ucap David,Sebenarnya David masih bingung mau cari kerja apa, karna selama ini dia tak punya pengalaman sedikit pun tentang pekerjaan.


"Ya terserah kamu, kalau kamu masih ingat apa yang kita makan ya kerja," Ucap Dara Acuh.


"Lagian kamu udah di kasih pekerjaan sama papa malah pindah kesini,"Imbuh Dara.


"kalau bukan karna keselamatan kamu Ra, tak mungkin Aku pindah dari rumah papa dan mengontrak,"Batin David.


"terserah kamu."Ucap Dara meninggalkan David yang masih diam di kamar.


Bukan nya sudah tak peduli tapi rasanya dia tak kuat lagi merasakan ini, batinnya terlalu lemah menerima kenyataan ini.


...****************...


Sementara itu di tempat lain,Inara merasa khawatir dengan kakak ipar nya dia merasa ada sesuatu yang akan terjadi pada kehidupan rumah tangga kakak nya.


Apalagi mengingat jika Indah sekarang berada di desa yang sama dengan kakaknya, Alia juga susah untuk di hubungi sekarang karna Alia sudah mulai sibuk dengan kuliah nya di luar negri.


Inara sangat merindukan gadis baik dan penyantun itu, membawa kedamaian dalam diri seseorang yang ada di dekatnya, Inara masih mengingat janji nya akan menjaga Dara dari rencana jahat Indah dan David walau pun dari jarak jauh.


Inara sebenarnya ingin berkunjung di rumah kontrakan kakak nya itu, berhubung dirinya masih sibuk jadi ia tunda beberapa hari kedepan.

__ADS_1


Tapi perasaan nya semakin tak ingat dan perkataan nya waktu itu dengan Alia soal Dara terus terngiang.


Sementara itu Dara sedang menonton tv, menonton sinetron kesukaan nya, Dara kadang mengecek sosial medianya yang masih berteman dengan Alia, nomer Alia pun di WA nya sudah di buka blokiran nya tapi dia tak mau menghubungi takut Alia tak merespon nya.


Sementara David termenung di dalam kamar nya mengingat semua kejadian-kejadian yang selama ini menimpa nya, apa dia menuruti Indah saja untul berbuat jahat pada Dara, Tapi dia terlalu pengecut tak tega dengan wanita manapun, karna dia punya adik perempuan dan tak mau adiknya di sakiti oleh laki-laki lain apalagi di permainkan hati nya.


Trinng


{ Vid gimana dengan tawaran ku, kamu mau kan bantu Aku untuk menghancurkan gadis itu }


Hp David berbunyi dan menandakan kalau ada orang yang menghubungi nya,dan benar pesan Dari Indah perempuan yang membuatnya dalam kebimbangan saat ini.


David tak menjawab karan dia masih bingung dan tak tega apalagi ini soal perasaan wanita, apa David tega dengan seorang wanita sebaik dan setulus Dara.


David mematikan hp nya dan memilih untuk tidur dan tak menghiraukan panggilan dari Indah yang baru menelpon nya memalui sambungan telepon.


Sementara Dara masih sibuk dengan sinetrion kesayangan nya, Dara tak mau sekamar lagi dengan David malam ini karna rasa kecewa pada laki-laki yang sudah bergelar sebagai suami nya itu.


Seharusnya pernikahan penuh kebohongan ini tidak terjadi, karna keseharian nya pun penuh dengan sandiwara yang tak berkesudahan.


Dara memilih tidur di sofa, biar besok sakit-sakit badan nya tak mengapa asal hati nya kembali tenang besok.


...****************...


"Inara kok belum tidur,"tanya Isti sahabat Inara.


"belum ngantuk is,"jawab nya


"masih kepikiran kakak nya ya,"Ucap Isti dan Inara mengangguk.


Semoga saja firasatnya ini salah dan semua akan baik-baik saja.


Tanpa Inara ketahui kalau ada yang ingin meneror kehidupan Dara dan akan membuatnya tak betah akan kenyataan hidup yang dia alami, orang itu akan menyakiti Dara sampai Dara sangat menderita dan bisa jadi akan membuat Dara depresi dan meninggal sekalipun.


Akan kan orang itu berhasil membuat Dara menderita dan menerornya, Sebenarnya dendam telah membuatnya lupa diri dengan takdirnya sehingga dia melakukan segala cara untuk membuat musuhnya hidup dalam penderitaan.

__ADS_1


Dara hatinya memang lemah apalagi ditinggal oleh sahabat dekatnya yang selama ini yang paling menguatinya tanpa nya Dara tak bisa tegar bila ada orang yang menyakitinya.


__ADS_2