Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
Bonchap 4


__ADS_3

Adzan subuh pun berkumandang, kedua insan yang masih berada di dalam selimut itu mulai membuka matanya karena ingin melaksanakan kewajibannya kepada Sang Maha Kuasa. Mereka pun melaksanakan shalat subuh dengan Angga yang menjadi Imam, Sely pun sangat kagum dengan suara suaminya yang begitu merdu melantunkan Surah Alfatihah dan surah pendek. Setelah melaksanakan shalat mereka kini mengaji beberapa ayat-ayat Al-Quran. Setelah itu Angga mengajak sang istri untuk melakukan olahraga di taman hotel tersebut. Angga sangat menyukai olahraga, itu sebabnya Angga memiliki tubuh sixpack seperti seorang atletis. Angga juga selalu makan makanan bergizi agar sistem imunnya tetap terjaga. Setelah melakukan joging dan push up keringat Angga mulai bercucuran membasahi wajahnya yang tampan. Melihat suaminya yang berkeringat, Sely pun memandang wajah sang suami dengan penuh kekaguman karena wajah Angga yang berkeringat menambah pesona ketampanannya, Sely sangat bersyukur memiliki suami seperti Angga. Karena selain menjaga kesehatannya, Angga adalah sosok yang penyayang dimata Sely. Menurut Sely, Angga adalah sosok peri yang berwujud manusia yang dikirimkan Allah untuknya. Sely memberikan air minum kepada suaminya. "Ini mas diminum dulu ! " tawar Sely sambil memasang senyum manis di depan suaminya. Angga pun membalas senyuman sang istri dan berkata "Sekali lagi terima kasih ya sayang karena telah menjaga harta berhargamu, kamu memang wanita idamanku", Angga sangat bersyukur karena di zaman sekarang Sely masih bisa menjaga dirinya dengan baik. Angga juga sangat bersyukur karena sejak mengenal sang istri, Angga memiliki teman berbagi, "Mas aku pesan ya, kita sebagai sepasang suami istri harus mampu menjaga kepercayaan satu sama lain" pinta Sely, meskipun Sely yakin suaminya tidak akan menyakiti hatinya. Sely sangat trauma dengan keadaan rumah tangganya orangtuanya dulu yang sempat berpisah beberapa tahun. Sely tidak mau hal yang demikian terjadi di dalam rumah tangganya. "Kalau aku melihat bulan di langit hanya melihat satu bulan yang bersinar, begitupun ketika aku melihat ke bumi hanya ada satu bulan yang bisa menerangi hidupku, bulan itu adalah kamu istriku, jadi jangan pernah berpikiran kalau aku akan berpaling darimu", rayu Angga kepada sang istri. Selypun merasa geli dengan rayuan suaminya yang membuat wajahnya tampak merah seperti tomat. Tapi dia suka karena suaminya selalu memiliki kata-kata rayuan yang membuatnya selalu tersipu malu jika sang suami mulai mengeluarkan kata-kata rayuannya. "Istri yang paling beruntung adalah dia yang dikaruniai Allah seorang suami yang penyabar dan penyayang, penuh kehangatan dan kelembutan, suka menolong, dan berhati tulus. Jika dia pergi, istri merindukan. Jika dia ada, istri ingin terus berdekatan dan kau adalah suami yang membuatku sangat beruntung bisa mendapatkanmu", balas Sely mulai membakas rayuan suaminya. Anggapun mulai mendekatkan wajahnya di wajah sang istri, "Ayo sayang kata-kata rayuanmu membuat juniorku menunjukkan kekokohannya", Angga pun menarik tangan sang istri untuk kembali ke kamarnya. Angga ingin mengajak sang istri untuk melanjutkan aktivitas olahraga di ranjang pengantinnya. Angga tidak mau mencium istrinya di tempat umum, dia hanya ingin bermesraan dengan istrinya jikalau mereka berduaan. Meskipun sepasang suami istri itu diharuskan untuk bermesraan. Akan tetapi, bermesraan tidak harus dilakukan di tempat umum, apalagi jika mengundang sahwat bagi yang melihatnya. Kini mereka sudah selesai membersihkan diri dan tidak menunggu lama, kini Angga meminta jatah paginya sebelum mereka sarapan di restoran hotel tersebut. Mereka pun kembali melakukan penyatuan. Anggapun dengan penuh kelembutan menggerakkan pinggulnya agar sang istri bisa menikmatinya tanpa merasakan kesakitan seperti semalam. Merekapun lagi-lagi sudah mencapai puncak dan mereka tidak lupa berdoa sebelum mengeluarkan kembali cairannya di rahim sang istri. Anggapun mendekap tubuh sang istri dengan penuh kelembutan, tidak lama kemudian merekapun kembali membersihkan diri dan menuju ke restoran di hotel itu untuk sarapan pagi, disana semua keluarga sudah berkumpul mereka sudah menantikan Angga dan Sely untuk bergabung di meja makan tersebut. Karena melihat rambut Angga yang kelihatan baru habis keramas, Pak Very pun menggoda sang menantu, "Kalian pasti sudah melakukan itu ya" , goda pak Very pada anak dan menantunya. Sely pun hanya menatap ayahnya dengan tersipu malu. Meskipun tidak ditanya, apalagi yang dilakukan oleh sepasang pengantin baru kalau bukan hal itu. Mereka berbincang-bincang satu sama lain, keluarga Angga hanya tinggal Papa dan Mamanya saja karena kakek dan neneknya sudah meninggal dunia. Kalau dari keluarga Sely masih lengkap . Kakek dan neneknya pun masih lengkap. Suasana disana sangat meriah karena canda tawa selalu menghiasi perkumpulan keluarga besar tersebut. "Angga kamu harus cepat-cepat buatkan cucu buat kami", harap pak Armada.


Pak Very juga juga menambahkan ucapan pak Armada. "Aku berharap semoga bisa secepatnya dapat momongan, nanti cucu pertama tinggal di rumah kami soalnya kalau Sely sudah tidak bersama kami, kami akan merasa kesepian", pinta pak Very. " Enak saja cucu pertama harus bersama kami soalnya Angga itu anak satu-satunya di keluarga kami, kalau Angga sudah di Rumah Barunya kami juga tidak punya siapa-siapa". Balas pak Armada tidak mau kalah. "Kalau pak Very kan masih ada si Ferdy". tambah pak Armada. Angga pun mengambil jalan tengah agar semua bisa adil, "Sudah-sudah papaku yang ganteng-ganteng kita berdoa saja ya, semoga Sely bisa cepat dapat momongan". ucap Angga agar sang ayah dengan sang mertua tidak memperebutkan calon anaknya nanti. "Nanti kami atur waktu 1 hari di rumah papa dan 1 hari di rumah papa mertua", jawab Angga sekenanya, karena anak belum ada mereka sudah memperebutkannya. Mereka pun kembali tertawa menghiasi ruangan itu. "Aku harap kamu jangan terlalu sibuk Angga, nanti calon cucuku tidak jadi-jadi", kata Pak Armada kembali. "Tenang pa, aku akan mengatur jadwalku di RS dan sisanya aku akan berada di rumah menemani sang istri tercinta". Ucap Angga mantap karena dia memang sudah memikirkan hal tersebut. Sely pun merasa malu dan wajahnya kini berubah semerah tomat karena lagi-lagi Angga merayunya di depan semua keluarga besarnya. Kakek Sely pun berdehem, "Asal kalian jangan melupakan kami, kami juga sangat merindukan kalian, Aku harap kalau Angga punya waktu luang sempatkan menjenguk kami di kampung" ucap Hj. Raka kakek Sely. Sely pun berdiri dan pergi ke samping sang kakek untuk memeluk kakek dan neneknya karena semenjak bunda meninggalkan ayahnya , Sely tidak pernah lagi ke rumah sang kakek dan neneknya di kampung. "Tenang yang kek, nek kami pasti akan meluangkan waktu untuk menjenguk kalian, Aku juga merindukan masakan nenek, yang membuatku ingin nambah terus, sayur santan,ikan kering wah aku sangat merindukannya, Aku juga pengen sekali makan kue buatan nenek yang tiada tandingnya" Ucap Sely dengan mata yang berbinar karena merindukan masakan sang nenek.



Kue kesukaan Sely. ...

__ADS_1


Setelah mereka selesai sarapan para keluarga baik dari Angga maupun Sely, pamit untuk kembali ke rumah masing-masing. Sely dan Angga masih mau menginap di hotel, karena Angga sudah menyewa hotel itu selama 3 hari, sambil mempersiapkan untuk pindah ke rumah barunya. Sely belum mengetahui kalau dia akan tinggal di rumah baru mereka, karena Angga tidak pernah memberitahukan hal tersebut kepadanya, Angga ingin membuat kejutan buatbsang istri tercintanya. 3 hari sebelum acara pernikahannya Angga sudah membeli rumah dan mobil baru, rumah itu sangat mewah dan dia nantinya akan membawa salah Asisten rumah tangga ayahnya untuk bekerja di rumah barunya, karena dia tidak menginginkan Sely bersih-bersih rumah sampai kecapean. Dia hanya ingin Sely mengurus rumah tangganya dengan baik-baik karena sekarang Sely tidak diperbolehkan lagi untuk bekerja, Sely pun menurut saja apa kata suaminya karena dia tidak mau durhaka pada suaminya.


^ 2 bulan kemudian ^


Kini Sely mengalami morning sickness karena kemarin mereka baru saja memeriksakan Sely ke rumah sakit, akhir-akhir ini Sely selalu merasa pusing dan mual di pagi hari, dengan telaten Angga memijat tekuk leher istrinya. "Apa sudah baikan sayang", Angga pun sangat menghawatirkan keadaan Sely karena baru ada sedikit makanan yang masuk, Sely sudah memutahkannya lagi. Dia pun meminta teman dr. Obgynnya untuk memberikan vitamin kepada Sely agar kondisinya tetap fit meski harus mengalami morning sickness tiap hari. Kalau malam Sely pengennya makan yang tidak pernah ada di kota itu, "Mas aku pengen makan kue buatan nenek", ucap Sely dengan nada memelas karena dia pengen sekali makan kue buatan sang nenek, Angga tidak langsung mengabulkan permintaan sang istri karena mengingat waktu ini sudah menunjukkan pukul 23.45 artinya semua orang sudah istirahat, "tapi kan ini sudah sangat malam sayang , apa tidak boleh kita tunggu sampai besok", Angga pun berkata dengan nada yang pelan agar sang istri bisa mengerti situasinya sekarang. "Aku takut mengganggu nenek, ini larut malam sayang, kita hubungi nenek besok saja ya sayang", tawar Angga sambil mengelus perut istrinya agar menjadi tenang. "Aku maunya sekarang mas, aku pengen sekali makan kue buatan nenek", sahut Sely tidak mau keinginannya dibantah. "Tapi ini sudah larut malam sayang, mungkin nenek sudah tidur, kita bisa menghubunginya besok ya sayang, kamu kan tahu nenek punya penyakit jantung, aku takut nanti penyakit nenek bisa kumat kalau kita menghubunginya malam-malam". Angga pun mulai mengusap bahu istrinya agar bisa mengerti, tidak lama kemudian Sely pun tertidur dipangkuan suaminya. "Aku sangat mencintaimu sayang", Very mengecup kening istrinya dan kemudian beralih bibir ranum istrinya yang selama ini membuatnya candu. Olehnya itu dia tidak bisa jauh dari istrinya, jika dia ada kegiatan Dinar Luar, dia akan membawa Sely kemanapun dia pergi. Sekarang usia kandung Sely sudah memasuki 8 minggu. Angga sangat menyayangi istrinya , dia selalu berbagi dengan istrinya suka dan duka, dia tidak pernah berbohong kepada istrinya, olehnya itu Sely juga sangat menyayangi suaminya. Menurutnya pria itu pria sempurna karena tidak ada celah di diri pria tersebut. Meskipun Angga selalu disibukkan dengan pekerjaannya sebagai seorang dokter, tapi doa selalu memanjakan sang istri, dia selalu memberi kata rayuan kepada istrinya dan selalu memberi kehangatan kepada istrinya. Angga adalah anak sholeh karena didikan orangtuanya dari kecil. Hingga kini dia menjadi sosok yang penyayang, menghormati orang yang lebih tua, bertutur kata yang sopan dan mencintai istrinya, meskipun dia dikelilingi oleh perawat cantik, dia selalu menjaga pandangan dari mereka, karena dia hanya ingin mencintai istrinya selama hidupnya.


Hari-hari pun terus berlalu, kini hari yang ditunggu sepasang suami istri itupun tiba, Sely sudah berada di ruang bersalin, meskipun sakit yang dia rasakan seakan-akan pinggangnya mau putus tapi Angga selalu berada di sampingnya dan selalu menyemangatinya. Keringat pun mulai bercucuran di wajah cantiknya, meski tanpa make up Sely terlihat sangat cantik. Anggapun memberikan dukungan dan semangat untuk istrinya yang tercinta. "Semangat ya sayang,sebentar lagi kita akan melihat bayi kita", ujar Very dengan nada pelan sambil mengecup kening sang istri. Angga adalah suami yang sangat siaga, dan sangat sayang terhadap sang istri. Meskipun dia tidak tega melihat istrinya yang menahan sakit yang luar biasa tapi dia tetap memberi dukungan dan semangat, hingga Sely merasakan kasih sayang dari sang suami. Kini sudah pembukaan lengkap, dokter obgyn pun mulai memandu Sely untuk mengedan " Jika rasa sakit itu muncul secara berentetan, Mba mengedang ya", ucap dr. Obgyn tersebut. "Terus mba sedikit lagi", tambah dr. Obgyn tersebut. Kepala bayi itu sudah kelihatan dan tidak lama kemudian bayi Sely pun sudah keluar. Terdengar tangisan bayi yang memekik telinga. "Selamat ya mba, bayinya laki-laki dan dia sangat tampan", ucap dr. Obgyn itu lagi Para bidan yang membantu persalinan itu pun sangat kagum melihat bayi Sely karena dia sangat tampan dan menggemaskan, keluarga Angga dan Sely yang menunggu di luar ruangan merasa sangat bersyukur setelah mendengar tangisan bayi. Angga pun sangat berterima kasih kepada sang istri karena telah melahirkan seorang putra dengan segala perjuangan. "Terima kasih sayang kini sudah lengkap kebagian kita", ucap Very kepada sang istri, dia pun mengecup kening sang istri dengan sangat lembut. Para bidan yang melihat keromantisan mereka sangat terpukau karena dia mengenal sosok Angga yang sangat baik dan ramah terhadap pasien-pasiennya. Hingga kini mereka menyaksikan sendiri betapa cintanya seorang Angga kepada sang istri. "Selamat ya dr, atas kelahiran putranya" , ucap dr. obgyn itu kepada Angga, "Iya terima kasih juga dr, telah membantu istri saya memandu persalinannya". balas Angga

__ADS_1



Setelah memastikan bayi tersebut sehat dan sudah dikeringkan, dokter Obgyn itupun pamit untuk membersihkan diri, "Saya pamit ya dr, kebetulan sebentar ada jadwal SC", ucap dr. Obgyn itu. "Iya dr, terima kasih sekali lagi atas bantuannya". ucap Angga. Anggapun kembali mengalihkan pandangan ke sang istri, dia tidak mau jika sang istri merasa cemburu. Karena dr. Obgyn yang membantu persalinan istrinya seorang wanita cantik.


Setelah dikeringkan, bayi itu kemudian ditimbang dan diukur panjangnya, bayi Sely memiliki berat badan 3,2 kg dan panjang 52 cm, setelah memastikan keadaan bayi baik-baik saja, proses selanjutnya adalah inisiasi menyusu dini (IMD). IMD adalah pemberian ASI segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dalam waktu 30 menit sampai satu jam setelah bayi lahir. Prosedur ini dilakukan dengan cara meletakkan bayi di dada ibu di mana bayi dibiarkan dalam keadaan telanjang sehingga terjadi interaksi dari kulit ke kulit atau skin to skin contact. Kemudian, bayi dibiarkan mencari sendiri dan mendekati ****** susu ibu untuk melakukan proses menyusui pertama kali.


Selama proses ini berlangsung, disarankan untuk tidak membantu bayi, atau sengaja mendorong bayi mendekati ****** ibunya. Biarkan keseluruhan proses interaksi antara ibu dan bayi yang baru lahir berjalan secara alami. Proses inisiasi menyusui dini dapat berlangsung selama bayi masih mengisap ****** ibu dan akan selesai sendiri ketika bayi melepaskan isapan dari ****** ibu.

__ADS_1


Bidan pun memeriksa apakah Sely kehilangan banyak darah atau perlu dijahit. Tapi ternyata Sely tidak perlu dijahit karena tidak terjadi robekan pada perineumnya, hanya robekan ringan dan tidak perlu dijahit. Jahitan hanya diperlukan jika robekan perineum cukup dalam dan luas hingga mengenai jaringan otot, dinding ******, saluran kemih, atau anus. Setelah itu bayi Sely kemudian diberikan salep mata antibiotik untuk mencegah infeksi mata dari jalan lahir dilanjutkan dengan pemberian Vaksin Hepatitis B . Kemudian bayi Sely disimpan di tempat tidur bayi untuk menjaga suhu tubuh bayi itu tetap stabil. Setelah dilakukan observasi pada Sely, Sely pun dibawa ke ruang perawatan VIP untuk bisa berkumpul dengan keluarganya, karena di dalam kamar bersalin hanya diperbolehkan untuk dua orang penjaga pasien. Untuk bayi Sely masih berada di ruang bersalin karena bidan terlebih dahulu harus memastikan suhu tubuh bayi stabil, setelah dipastikan stabil bayi Sely kemudian dimandikan dengan menggunakan air hangat suam-suam kuku. Biasanya proses memandikan bayi membutuhkan waktu yang agak lama karena bekas lapisan lemak yang menempel pada kulit bayi sulit untuk dibersihkan. Setelah dimandikan bayi Sely kemudian dikeringkan dan dipakaikan pakaian serta dibedong guna memastikan tubuhnya hangat. Sebelum bayi Sely dipindahkan ke ruangan VIP untuk bergabung dengan ibunya, bidan tersebut melakukan cap telapak kaki sebagai identitas bayi, agar bayi tidak tertukar. Kemudian bayi itupun dibawa keruang perawatan ibunya. Setelah sampai di ruang perawatan Sely, bidan pun menjelaskan cara menyusui bayi dan cara menenangkan bayi, Sely pun dianjurkan untuk menyusui bayinya setiap 2 jam sekali. Sely sangat senang sekarang karena bisa merasakan menjadi seorang ibu, meskipun dia akan kehilangan waktu tidurnya dia akan memberikan yang terbaik buat buah hatinya. Para keluarga pun mulai berdatangan setelah mengetahui Sely sudah melahirkan. Mereka pun sangat terpesona dengan ketampanan bayi Sely. Pipinya yang gembul membuat semua orang gemes melihatnya. Wah ganteng banget cucu ponakanku jawab Vena dan Veny bersamaan. Vena dan Veny adalah saudara kandung Vera.


__ADS_2