Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
Kembalinya mood Vera


__ADS_3

Di kamar Vera menangis karena dia sangat kesal dengan tingkah Very. Kenapa memang kalau ban mobilnya kempes tidak pesan taxi online saja, jam pulang kantor kan masih banyak taXi online yang beroperasi, dia menduga suaminya yang telah menawarkan diri untuk mengantar Mba Velis, padahal kenyataannya Mba Velis yang sudah merencanakan semuanya. Aku sangat kesal denganmu mas. Diapun mulai memejamkan matanya berharap besok suasana hatinya sudah kembali. Dia tidak peduli dimana suaminya akan tidur, yang jelas dia ingin sendiri untuk menenangkan pikirannya yang sudah kacau. Di ruang kerja Very berusaha memejamkan matanya, tapi lagi-lagi wajah istrinya yang sedang kesal memenuhi pikirannya. Dia tidak mau Vera berpikiran macam-macam di kehamilannya. Hingga pukul 03.00 dini hari , dia pun masih susah untuk memejamkan matanya. Dia pun menuju dapur untuk membuat secangkir kopi yang akan menemaninya menenangkan pikirannya. Maafkan aku Ver, aku sudah membuatmu kesal, aku hanya ingin membalas budi atas keabaikan Velis yang sudah menerimaku kerja dan bisa berhasil sampai sekarang. Karena disaat dia butuh kerja dan sudah hampir putus asa dengan pekerjaannya, tiba-tiba dia diterima di tempat kerjanya awalnya hanya sebagai sales, dan kini dia sudah menjadi manager keuangan meski pendidikannya rendah tapi dia pandai dalam hal keuangan , olehnya itu dia diangkat sebagai manager keuangan sekarang. Tapi Vera menanggapinya pandangan lain. Itu karena hormon kehamilan yang membuat mood seseorang kadang berubah-ubah. Dia pun berusaha memaklumi istrinya yang tengah hamil tersebut. Diapun berencana untuk membuatkan nasi goreng untuk istrinya karena selama kehamilannya makanan vaforit istrinya itu adalah nasi goreng buatan suaminya. Dia pun berharap mood Vera akan kembali setelah melihat makanan vaforitnya tersaji. Dia pun mulai mengeluarkan tomat, bawang putih dan cabe untuk dipotong-potong, dia membuatnya dengan penuh cinta berharap setelah makan makanan vaforitnya moodnya sudah kembali baik. Vera pun mulai membuka matanya karena tiba-tiba aroma masakan suami membuatnya lapar. Tapi lagi-lagi egonya mengurungkan niatnya karena dia masih marah dengan sikap suaminya. Dia berusaha menahan rasa laparnya meskipun perutnya sudah meronta-ronta untuk segera diisi. Aku sangat lapar. Perutnya pun mulai mengeluarkan suara khasnya kryuk kryuk , tapi dia berusaha menahannya. Vera pun berbicara sambil mengelus perutnya, tenang yach nak, nanti bunda akan memberimu nutrisi tapi tidak sekarang. Vera pun langsung mengambil air minum kemudian meminumnya berharap perutnya tidak akan berbunyi lagi. Dia pun mulai terlelap kembali karena waktu masih dini hari, jadi dia merasa masih sangat ngantuk. Akhirnya dia tertidur dengan perut yang sangat lapar.


Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, jadi Vera keluar dari kamarnya dan mengendap-endap berharap sang suami masih tidur di ruang kerjanya. Tapi tiba-tiba dia melihat suaminya ada di ruang keluarga, dia pun mulai memasang wajah cemberutnya karena masih merasa kesal kepada suaminya. Very pun memperhatikan wajah istrinya yang masih ditekuk jadi dia hanya membiarkan istrinya berlalu begitu saja. Tapi dia mengikuti dari belakang, Vera pun mulai melakukan aktivitasnya di dapur. Tiba-tiba ada tangan kokoh yang langsung mendekapnya dari belakang, dia pun kemudian menghentikan aktivitas memasaknya. Maafkan abang yang Ver, Very pun mulai buka suara karena istrinya dari tadi mendiami dirinya. Kenapa abang minta maaf, abang g salah kok hanya saja lain kali jangan diulang , diapun mulai berbicara karena dia melihat mata panda suaminya artinya suaminya tidak pernah tidur. Dia kasihan melihat suaminya. Setelah semua masakannya sudah selesai, Vera pun membangunkan Sely untuk siap-siap ke sekolah. Dia pun dengan telaten membuat bekal untuk suami dan anaknya.


__ADS_2