Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
surat misterus


__ADS_3

( tinggalkan David jika kamu ingin selamat )


( Mungkin menurutmu pernikahan mu ini akan membuat mu bahagia ternyata tidak )


Dara membuka juga kotak yang ia pegang selain surat ia juga dikirimi foto yang tak jelas siapa orang yang ada di foto itu.


"Apa maksud dari surat ini, apa sih yang dia mau,"Batin Dara dalam hatinya di berfikir apa tujuan nya orang itu sehingga menerornya kayak gini.


Dara membuang kotak dan kertas itu di tong sampah dan tak mau menghiraukan nya, baginya itu adalah akal-akalan orang yang tak menyukai keberadaan nya.


"Siapa Ra pagi-pagi udah bertamu aja, loh mana tamu nya?"Tanya David.


Pagi tadi memang ada orang yang mengetuk pintu dan itu membuat Dara kaget dan terbangun dari tidurnya.


"Gak ada mana ada tamu yang datang kerumah ini,"Ucap Dara.


"Kamu kenapa belum masak,"Ucap David.


"Duit nya mana?"Tanya Dara


"Pakai duitmu dulu lah,"Sahut David.


"Kalau pakai Duitku berati makanan itu buat ku bukan buatmu,"Ucap Dara dan memberhasil membuat David kesal karna ucapan nya.


"Kok kamu gitu sih, kita kan udah jadi suami istri, seharusnya kita saling berbagi,"Ucap David.


"David ingat ya, rumah tangga itu berbagi kalau hanya Aku yang keluar duit apakah itu yang disebut suami istri, pokoknya Aku gak mau keluar uang untuk makan, kalau kamu ingin Aku masak setiap pagi dan belanja setiap hari cari uang, Aku butuh nafkah dan hidup itu butuh uang, ingat ya Vid Aku sudah mengorban kan masa kuliah mu demi ikut dengan mu,"Ucap Dara mengeluarkan unek-unek nya.


"Ra kamu tau kan sampai saat ini Aku masih belum dapat kerjaan ngertiin dikit kek,"Ucap David.


"Kurang ngertiin apa Aku selama ini,"Ucap Dara dan kembali masuk kamar.


Cukup baginya selama ini dia mengalah dengan perasaan nya, rasa lelah selalu ia tanggung sendiri.


Ketika kamu ingin menyerah, ingatlah seberapa lama kamu berjuang, bertahan, dan melewati segalanya.


Dulu Dara berjuang demi kuliah nya dan cinta nya pada David. Dia bertahan dengan David walau persahabatan nya hancur dan melewati segala celaan orang yang meledeknta sebagai penghancur hati seseorang.


Tapi apa semua nya sia-sia,rasa sakit itu kembali pada nya, dia merasa terbebani oleh semua yang dia rasakan.

__ADS_1


Dulu Dimana seseorang memberikan senyuman terbaiknya tanpa maksud dan tujuan tertentu, atau dengan kata lainnya, ia memberikan senyumannya secara ikhlas, tetapi senyuman itu kini hilang memudar karna sang pemilik senyuman itu kini telah hilang tanpa kabar sehari pun.


"Ra kamu masih punya uang?"Tanya David masuk kedalam kamar.


Dara yang awalnya melamun kaget dan menatap tajam ke arah David.


"Kamu tuh ya uang-uang terus, kamu tau kan Aku belum kerja tabungan ku juga tinggal dikit dan yang seharusnya minta uang itu Aku,"Ucap Dara ketus.


"Kamu tau kan Aku sudah berusaha untuk cari kerja,"Ucal David.


"Yaudah sana pergi cari kerja,"Titah Dara.


David menghela nafas menyikapi sikap Dara yang kini mulai berubah.


David pun pergi meninggalkan Dara begitu saja tanpa berbicara lagi.


Dara pun enggan untuk melihat nya pergi biarlah yang penting sekarang dirinya harus benar-benar sabar atas kelakuan suami nya itu.


...****************...


David menghamipir Indah dirumah nya.


"Tumben ngapain kerumah?"Tanya Indah


"Gue kesel sama Dara masa suami mau cari kerja malah gak disiapin makan dan kamu tau sekarang sikapnya berubah,"Ucap David.


"Kok bisa sih?" Tanya Indah heran


"Ya mana gue tau, sekarang gue bingung dia malah nuntut gue untuk secepatnya cari kerja, malah disuruh jalan kaki lagi,"Ucap David.


"Kalau kayak gini terus Aku gak sanggup Ndag," imbuh nya


"Jadi kamu udah bosan sama dia?" Tanya Indah


"Sebenarnya tidak, tapi sikap nya bikin Aku kesal, Aku sangat lelah,"Jawab David, keduanya diam sibuk dengan pikiran nya masing-masing.


Indah punya ide dan menyuruh David untuk menggunakan modal usaha dengan tabungan Dara, Indah itu akan membuat rumah tangga Dara dan David semakin panas.


"Kamu gunakan saja uang tabungan Dara dan jadikan modal usaha,"Ucap Indah

__ADS_1


"Dara gak akan mau Ndah," Ucap David


"Kamu paksa aja Vid, laki-laki itu gak boleh lemah, kamu berkata aja kalau uang istri juga uang suami,"Ucap Indah


David berfikir sejenak, menurutnya apa yang di bicarakan oleh Indah ada benarnya.


David pamit untuk pulang, apa iya dia harus melakukan itu, dia takut Dara akan pergi kerumah orang tua nya dan mengadu pada mama papa nya, bisa-bisa dia dihajar habis-habisan oleh Rehan, bisa babak belur dia.


Tapi setidak nya dia akan coba dengan cara lembut, semoga saja bisa.


Langkah demi langkah, sinar matahari mulai menyengat panas nya hari ini membuat nya tak semangat, apalagi si suruh jalan kaki lagi sama Dara.


Kemarin dia hanya ke satu cafe untuk sekedar tanya lowongan sisa nya hanya ia gunakan untuk santai-santai dan hari ini ia lakukan lagi sebenarnya dalam hati ia tak niat untuk mencari pekerjaan.


Dara juga semakin kesal dengan sikap nya yang tak bisa di andalkan sebagai suami, dia menyesal mencintai laki-laki yang hobinya santai terus, tak mikir apa yang akan ia makan kedepan nya, padahal dia sudah nikah seharusnya ia lebih bertanggung jawab sebagai laki-laki.


Capek tapi ini adalah pilihan mungkin ia akan bertahan sampai hati nya bilang kalau ia tak sanggup untuk menjalani semua ini.


David sampai dirumah nya dan ternyata Dara sedang berada diruang tamu.


"kamu udah pulang apa udah dapat kerja?" Tanya Dara dengan tangan di lipat didada.


David melirik sekilas ke arah Dara kemudian duduk di sofa.


"belum!" jawabnya singkat.


"belum lalu kenapa kamu pulang, apa kamu gak mikir kedepan nya harus bagaimana, apa kamu nyuruh Aku masak batu, iya,"Ucapnya geram.


"Aku udah berusaha emang belum dapat aja Ra, Lagian jadi orang gak sabaran,"Ucap David sekilas Dara menatap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Oh ya Ra duit tabungan kamu kan masih ada gimana Aku pinjam dulu buat modal usaha,"Ucap David.


"Apa!!! Enak aja kamu, memang buat usaha apaan sih, itu uang ku buat kebutuhan ku saja banyak dan buat makan sehari-hari,"Ucap Dara


"kalau uang itu buat modal usaha kita mau makan apa,rumput,"Ucap Dara.


"Ya terus mau apa lagi, cari kerja itu susah, mending usaha sendiri,"Ucap David.


"kalau kamu mau usaha pakai uang mu sendiri,"Sungut Dara.

__ADS_1


"Aku mana punya uang Ra,lagian uang istri itu uang suami juga, jadi uang mu juga milikku,"Ucap David.


"konsep Dari mana itu, kamu ngasih uang ke Aku aja enggak pakai sok-sokan bilang seperti itu,"Ucap Dara berlalu.


__ADS_2