
"Mau kemana kalian malam-malam begini?" Tanya David saat melihat adik dan istrinya berdandan rapi.
"Kami mau keluar sebentar cari cemilan buat besok,"Jawaban Inara
"Nara bukan nya tadi kamu udah bawa banyak,"Ucap David
"Lalu besok kakak mau makan apa?"Tanya Inara.
"Yaudah sana pergi,"Ucap David.
Dara dan Inara pergi setelah David berucap demikian, mereka berjalan sambil menunggu taksi yang di pesan melalui aplikasi.
Tak butuh waktu lama mereka sampai di tempat tujuan.
"Nara kita ngapain kesini?"Tanya Dara.
"Bersenang-senang!"Jawab Inara.
"Tapi_"
"Udahlah kak malam ini aja,"Ucap Inara memotong pembicaraan Dara.
"Kak, kenapa sih diam aja, tenang aja ini Aku yang bayar, sekalian nanti kita beli buat kak David,"Ucap Inara.
Jangan sesali masa lalu, jangan mengkhawatirkan masa depan karena selalu ada harapan dan kemungkinan terbaik untuk awal yang baru. Karena tidak ada kata terlambat untuk memulai berbuat baik.
"Gak papa Nara, kakak cuma sedih aja, maaf ya karna kakak kamu harus rela mengeluarkan uang kamu,"Ucap Dara.
"Gak papa kak, Nara janji akan secepatnya bantu kakak untuk cari pekerjaan.
Inara dan Dara menghabiskan malam di sebuah cafe, guna menghilangkan jenuh dan menyenangkan diri agar hati tak selama nya bosan.
"Kita pulang ya, udah malam ini,"Ajak Dara
"Bentar lagi kak,mampir di toko buku dulu yuk,"Ucap Inara.
Inara kemudian mampir ketempat tujuan, mencari sesuatu untuk tugas kuliah nya. Sekaligus mencari perlengkapan untuk acara bansos nanti.
Tak butuh waktu lama gadis itu keluar dari toko buku, kemudian dia menghampiri kakak iparnya karna hari sudah mulai larut malam mereka akhirnya pulang.
"Assalamualaikum,"
"Dari mana kalian baru pulang,"Ucap David kala kedua wanita itu sampai di rumah.
__ADS_1
"Apa sih kak, bukan nya Aku udah bilang kalau mau keluar,"Ucap Inara yang kemudian menarik tangan Dara untuk kekamar karna mereka malas berdebat apalagi ini udah malam.
Komitmen tanpa kasih sayang sama saja dengan kontrak. Kasih sayang tanpa komitmen akan pudar seiring masalah yang menerpa. Setialah, karena setia adalah gabungan antara komitmen dan kasih sayang.
"Ra maaf ya atas kelakuan kakak kamu tadi,"Ucap Dara
"Iya kak, gak papa kok,"Ucap Inara.
"Kamu lagi tugas apa aja, pasti numpuk ya,Ucap Dara.
"Iya kak tahun depan Aku mau lanjut ke maroko,"Ucap nya
"Ke maroko?"
" iya kak karna Kuliah di luar negeri akan mendapatkan lebih banyak pengalaman, Aku juga mau mempelajari ilmu agama juga disana supaya kehidupan ku lebih bak nantinya,"Ucap Dara.
Perkataan Inara membuatnya kembali berkecil hati karna keinginan nya juga mau mencari pengalaman gagal karna menikah dan tak diizinkan lagi untuk kuliah oleh suaminya.
"Udah kak tidur udah malam."Ucap Inara.
Dara hanya menanggapi tersenyum dan merebahkan dirinya.
...****************...
"Assalamualaikum,"
"Waaalaikumsalam, mama,"
Kedua nya kaget karna mama nya datang, Dara dan Inara menghampiri sang mama dan memeluknya.
Kerinduan ibu dan menantu ini sungguh luar biasa meskipun anaknya selalu menyebalkan tapi itu tak membuat Dara harus membenci ibu mertua nya.
"Mama kok kesini, papa sama siapa,"Ucap Inara
"Mama kesini mau jemput kamu sekalian mau menjenguk anak dan mantu mama,"Ucap mama Dena.
"Yaudah ma masuk yuk,"Ajak Dara
"Oh ya David mana?"Tanya nya saat memasuki rumah, Dara mempersilahkan mama nya duduk dan Inara membuat minuman untuk mama nya.
"David sedang keluar ma,"Jawab nya
Untuk saat ini Dara tak mau menceritakan apapun pada mama nya tentang masalah rumah tangga, bagaiamana pun dia akan sabar sampai waktunya tiba.
__ADS_1
"Dara kamu belum hamil ya, mama pengen banget cepat cepat punya cucu,"Ucap mama Dena dengan antusias.
Dara terdiam gak mungkin dia mengatakan kepada mama nya kalau mereka pernah bertengkar dan pisah ranjang sejak Dara tau kebohongan David.
Dan ini belum saat nya mama nya tau, Inara yang tau kakak iparnya gelisah langsung mengelus pundak kakaknya seolah hati nya berkata tenanglah.
"Mama kak Dara dan kak David kan masih belum setahun menikah masa ia mama langsung minta cucu, kasih waktu buat mereka berdua ma, lagian anak itu amanah dari Allah kalau seandainya belum di amanahin ya mau bagaimana lagi,"Ucap Inara menjelaskan pada mama nya.
"Iya mama gak akan terburu-buru mama kan cuma bilang kan tidak memaksa,"Ucap mama Dena.
"Mama nanti sore Aku mau pulang, soalnya besok ada tugas lagi,"Ucap Inara.
Mereka bertiga berbincang-bincang dengan gembira, meskipun banyak masalah yang harus di sembunyikan.
Dara kemudian menepi dari Inara dan mama mertua nya, mungkin sebentar lagi kehangatan itu tak akan terjadi lagi karna suatu hal.
Dara juga tak sanggup melihat mertua nya nanti kecewa dengan apa yang menjadi keputusan nya. Seperti orang tua nya yang kecewa dengan keputusan nya.
"kak kenapa?"Tanya Inara dia menghampiri kakaknya yang melamun.
"Inara, mama mana?"Tanya Dara.
"mama lagi di kamar!"Jawab Inara.
"lalu kenapa kakak melamun, apa kakak sedih karna kak David,"Ucap Inara.
"Enggak kok Nara, kakak cuma bingung aja bagaiman nanti nya jika mama tau kelakuan kakak kamu, mama pasti sedih,"Jawab Dara.
Jika perpisahan nanti membuat nya trauma ia tak mengapa asalkan ia lepas dari pria tak bertanggung jawab seperti suami nya kini, sejak bangun tidur tadi David menghilang dari rumah tanpa pamit padahal dirumah ada orangnya.
"kakak gak usah khawatir mama pasti memaklumi nya kok,"Ucap Inara.
"Apa kamu yakin Ra,"Ucap Dara.
"Yakin kak, biarkan mama tau sendiri kelakuan kak David agar mama bisa menegurnya secara langsung,"Ucap Inara.
setelah mengobrol dengan Inara dia pamit untuk mencari makanan untuk di makan nanti siang, Inara mau menemani Dara tapi ia tolak karna kasihan juga jika mama nya ditinggal sendirian.
Ketika harapan seseorang yang mencintaimu dengan ketulusan kau patahkan, saat itu juga kepercayaan turut terhancurkan. Mungkin yang patah masih bisa tumbuh tapi yang hancur tak akan pernah kembali utuh.
Walau perasaan nya kini hancur tapi sebuah senyuman terus terukir untuk mertuanya yang memang sangat baik padanya, tak mungkin jika kebaikannya kita balas dengan wajah tak mengeenakkan.
Semakin panjang waktu bersama luka , semakin banyak sengsara yang terlaksana dan semakin membukit pula luka yang akan tersisa nanti.
__ADS_1
Dara melangkah untuk membeli makanan karna untuk memasak sendiri rasanya tak mungkin karna terlalu ribet, waktunya pun tak memungkin karna ini udah hampir mau dzuhur.