Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
Apartemen dan Mobil Baru


__ADS_3

Hari-hari pun mereka lalui dengan penuh kebahagiaan, keluarga Vera pun sangat memuji ketekunan dan keuletan dari seorang Very. 5 tahun kemudian kehidupan Vera dan Very pun sudah mengalami peningkatan karena kini Very telah memberikan kejutan berupa apartemen dan mobil baru buat istrinya. Selama ini very sangat bekerja keras sehingga perusahaan kini menempatkan dirinya di bagian manager pemasaran, gajinyapun lumayan, 30 juta/ bulan. Aku sangat senang bang, impian kita selama ini pengen punya rumah dan mobil sudah terealisasi. Aku bangga dengan abang yang bisa mewujudkan impian kita. tanpa terasa air mata haru Vera jatuh. Akan hanya mewujudkan impian kita sayang karena selama ini aku hanya berdoa untuk kebahagiaan rumah tangga kita. Vera pun sekarang sudah pindah ke rumah sakit kota dengan pertimbangan Sely sekarang sudah masuk taman kanak-kanak. Hari ini mereka menempati apartemen untuk pertama kalinya. Teman kerja Very dan Vera pun saling berdatangan untuk memberi ucapan selamat atas kesuksesan Very. kebetulan Velis juga ikut menghadiri acara syukuran tersebut sehingga dia juga bisa melihat wajah manis Vera, di dalam hati Velis berharap untuk mendapatkan hati Very. Kamu jangan senang dulu nanti suatu saat nanti aku akan merebut suami dari tanganmu. kata Velis dalam hati. dia pun memasang senyum paksanya ke arah Vera dan mengucapkan selamat. Meski hatinya berkata lain. Suasana kembali menjadi sunyi karena acara syukuran sudah selesai, Very pun langsung memeluk Vera dari belakang karena dia selalu candu dengan aroma Cherry Blossom Eau de Toilette dari Oriflame ini memiliki aroma sweet almond, diikuti aroma inti dari sakura, dan sentuhan akhir dari aroma cedarwood yang selalu dipakai istrinya. Vera pun merasakan hembusan nafas dari suaminya yang begitu menuntut lebih , mereka pun memasuki kamar utama yang ada di apartemen itu. Very mulai mencium bibir istrinya dengan sangat lembut, Vera pun membalas ciuman suaminya, tangan Very pun mulai menelusup ke dalam baju Vera dan meremas kedua gundukan kenyal yang ada dibaliknya. Vera pun mulai mengeluarkan suara ******* dari mulutnya, yang membuat gairah Very bertambah. Pelan-pelan ya sayang , Vera belum memberi tahu suaminya kalau dirinya tengah berbadan dua, kemarin dia baru melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif, Kenapa memang sayang, padahal biasanya kamu yang sangat menginginkan hal ini, suara parau dari Very karena hasratnya sudah berada di ubun-ubun. Aku sangat merindukan ******* manjamu sayang. tambah Very. Tapi bang aku lagi berisi sekarang, balas Vera dengan suara manjanya karena dirinya juga menginginkan hal lebih dari itu, tapi mengingat ada calon bayinya dia menahannya agar tidak terjadi apa-apa pada calon bayinya. Very pun menatap Vera dan berkata , kamu bilang apa sayang, apa kamu hamil ? tanya Very memastikan perkataan istrinya, takut dirinya salah dengar. Iya bang aku kemarin sudah tespack dan hasilnya positif, aku juga sudah memeriksakannya di bagian obgyn dan ini hasilnya, sambil memperlihatkan kertas USG yang ada dibawa bantalnya. Very sangat senang mendengar hal itu dan berharap anak keduanya seorang laki-laki. Iya sayang kalau begitu kita pelan- pelan saja melakukannya. Keduanya pun sudah berada pada puncak hasratnya dan sama-sama melakukan pelepasan. Aku sangat mencintai sayang. Aku berharap ke depannya rumah tangga kita akan bahagia. ucap Very di samping Vera.


__ADS_2