Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
bertengkar


__ADS_3

"Ra tunggu Aku belum selesai bicara,"Ucap David sambil mengejar Dara. Dara menghempaskan tangan David yang memegang pundaknya.


"Aku ini suami kamu, jadi turuti semua permintaan ku Ra,"Ucap David


"Gak akan kamu aja tidak mencerminkan suami yang bertanggung jawab sama istri kamu, apakah pantas kamu disebut suami, Hah,"Ucap Dara sungguh David malah memancing emosi nya.


"Pokok nya Aku gak mau tau Aku mau uang kamu buat usaha mana uang nya,"Ucap David


"Gak akan pernah Aku kasih sampai kapan pun,"Ucap Dara.


"keterlaluna kamu,"Umpat David mendorong tubuh Dara. Dan mulai mengacak-ngacak isi lemari baju milik Dara.


"Cukup Vid, mau sampai kamu menghancurkan lemari itu tak akan pernah kamu temukan uang ku,"Ucap Dara dengan suara yang meninggi.


"Sekarang jawab di mana kamu sembunyikan uang itu,"Ucap David.


"Gak akan pernah Aku sebutkan,itu uang ku jadi itu hak ku," Ucap Dara


"Ra kita ini suami istri seharusnya kita saling membantu bukan malah egois dan keras kepala sama pasangan nya,"Ucap David.


"Yang egois siapa hah, yang keras kepala siapa,"Ucap Dara keduanya saling emosi.


"Kamu kenapa sih semakin kesini semakin kurang ajar, apa kamu gak pernah di ajarkan untuk hormat sama suami,"Ucap David


"pantaskah Aku menghormati laki-laki yang tak bertanggung jawab seperti kamu, yang bisanya cuma cari enaknya saja, makan saja pakai uang istri,"Ucap Dara tak mau kalah.


"Udah sekarang kamu pergi dari kamarku,"Ucap Dara mendorong tubuh David ke pintu.


Dara langsung menutup pintu kamar dan menguncinya, bisa-bisa nya David kasar sama dia dengan cara seperti ini, setelah kebohongan kini dia memperlihatkan sikap kasarnya pada Dara.


David menenangkan dirinya, apakah selama ini dia salah menikah wanita keras kapala, dalam diam nya David malah menyatakan menyesal telah menikahi Dara.


"Aarghhh,"


"Kenapa semua nya semakin bikin Aku pusing,"Ucapnya dengan kesal.


Sampai waktu menjelang malam pun Dara tak keluar dari kamar, dia biarkan David diluar kamar nya dan tak peduli dengan laki-laki itu.


Sampai kapan pun Dara tak akan pernah memberikan tabungan nya pada David bisa-bisa habis di buat kesenangannya.


Belum lagi usaha nya tak mungkin berhasil karna David orang nya sangat pemalas pantas memang tidak ada kemajuan orang nya aja kayak gitu.

__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Pagi pun telah tiba,dan alhamdulillah nya tidak ada kejadian aneh lagi di pagi hari.


"Kamu gak masak lag?" Tanya David saat baru keluar dari kamar.


"Mana uang nya!" Ucap Dara.


"Uang lagi yang kamu bahas, kamu pakai aja uang tabungan kamu, Aku gak punya uang,"Ucap David.


"Mau enak nya aja kamu ya, kamu itu nikah tujuan nya apa hah, ngajak Aku pergi jauh dari orang tua niat nya mau mandiri tau nya malah ngajak susah,"Ucap Dara.


"Jadi kamu keberatan tinggal disini,"Ucap David.


"Iya, kamu itu memang bodoh tau gak, udah di kasih bisnis sama ayah kamu malah nolak, sok-sok an mau mandiri,"Ucap Dara.


"Kamu juga bodoh ra, ninggalin sahabat kamu demi cinta,"Ucap David.


"Iya Aku bodoh demi mengejar cinta nya orang bodoh kayak kamu,"Umpat Dara.


"Kamu makin hari makin ngeselin ya,"Ucap David dengan suara yang keras


"Aku mau ke kota pinjam ke mama untuk modal usaha, dan Akan ku buktikan kalau Aku akan maju dengan usahaku,"Ucap David.


Dara malah tertawa mengejek David, jujur saja Dara mengira David adalah orang yang tak tau malu.


"Kenapa kamu ketawa, gak yang lucu,"Ucap David seketika Dara terdiam dan menatap ke arah David kemudian tersenyum kecil.


"Kamu jangan merehkan laki-laki Ra, ingat perempuan kalau gak ada laki-laki gak ada guna nya,"Ucap David lagi.


"Jangan ngomong terus buktikan omongan kamu itu,"Ucap Dara.


"Ok Akan Aku buktikan, tapi ingat kalau Aku berhasil kamu harus bersimpuh di depan ku,"Ucap David membuat Dara tergelak.


David berlalu keluar dari rumah nya, mengendari sepeda motor nya untuk ke kota, Sedangkan Dara sudah tak peduli lagi dengan nya, sebelum dia membuktikan kata-kata nya. Dara mengambil dompet nya dan memesan makanan untuk ia makan sendiri.


"Menikah tapi malah kayak gini, punya suami serasa gak punya,"Ucap Dara. Memandang foto pernikahan nya.


Pernikahan yang penuh petaka, semua akan berlalu indah pada waktu nya sebentar lagi Dara memastikan kalau pernikahan nya tak akan bertahan lama, dan Dara akan pergi jauh dari suami nya itu.


David was-was saat sampai dirumahnya, rumah megah yammng sejak kecil di tinggalkan nya itu.

__ADS_1


"Assalamualiakum, ma, pa,"


"Mama,papa,"


Hening tak ada jawaban,kemana orang tua nya pergi.


"Loh kak David ngapain kerumah,"Ucap Inara, Inara juga baru pulang dari rumah teman nya.


"Mana papa dan mama?"Tanya David


"Ngapain cari mama dan papa udah mandiri kan,"Sahut Inara.


"Nara, Aku ini serius,"


"Mama dan papa masih di kantor, kalau kakak mau ketemu sama mereka nanti siang aja, mereka pulang,"Ucap Inara kemudian membuka pintu tanpa disuruh masuk David malah nyelonong saja masuk ke dalam rumah.


"Gak punya malu banget sih,"Desis Inara.


"Bi bibi bi dini,"teriak Inara


"Iya ada non,"


"Tuh bikinin minum,"Ucap Inara sambil menunjuk ke arah David.


"Eh den David udah pulang den non Dara mana gak ikut,"Ucap Bi dini, tapi tak jawaban dari mulut david, Inara pun menyuruh Art nya untuk segera membuatkan abangnya minum, Inara sendiri pergi kekamarnya tanpa menghiraukan kakak nya.


David meneguk minuman yang di sungguhkan oleh pembantu rumah nya itu, dia menengok keluar tak ada tanda-tanda kalau papa dan mama nya datang.


"kak kenapa gak duduk aja sih, mondar-mandir gak jelas gitu," Ucap Inara yang keluar dari kamarnya.


"Mama kapan pulang nya sih lama banget,"Ucap David.


Inara geleng-geleng kepala melihat kelakuan kakaknya, ternyata dia tak berubah sama seperti dulu kalau ada keinginan pasti dia menunggu orang tua nya dengan cara seperti itu.


"Mama dan papa sebentar lagi pulang nya, memang ada apa sih kak,"Ucap Inara.


"Jangan kepo deh kamu,"Ucap David


"idih ngapain juga Aku kepo,orang aku cuma nanya, kak bukan nya dulu kakak ninggalin rumah ini untuk jadi mandiri lalu kakak kesini ngapain, mau minta bantuan mama,iya?" Ucap Inara


"jangan pernah ikut campur urusan kakak Inara," Ucap David menatap tajam ke arah adiknya.

__ADS_1


__ADS_2