
"Kak udah sampai,"Ucap Inara saat melihat Dara sudah berada di dapur.
"Iya, mama mana?"Tanya nya.
"Mama masih istirahat kak,"Ucap Inara.
Inara membantu Dara untuk menyiapkan makan siang, dengan ketulusan nya sebagai adik ipar mungkin hal seperti ini tidak akan terulang lagi karna sebentar lagi Dara akan memutuskan untuk mengakhiri pernikahan ini.
Meskipun masih lama karna dia masih menghargai mama mertua nya yang sangat menyayanginya sekaligus malu kepada keluarga nya karna pernikahan nya akan kandas dalam waktu yang singkat.
Untung saja mama nya tidak menginap bisa ketahuan kalau dia pisah ranjang dengan David, meskipun Inara sudah tau semuanya dari cerita nya.
"Kak udah siap, Aku panggil mama dulu ya," Pamit nya meninggalkan Dara di dapur.
Tak lama kemudian mama dan adik iparnya sudah ada di dapur, Dara mempersilahkan pada dua wanita itu untuk makan, Dara tersenyum melihat mereka makan dengan lahap meskipun tidak mewah.
"David masih belum pulang ya,mama kan buru-buru untuk pulang,"Ucap mama nya setelah selesai makan tadi langsung keruang tamu.
"Iya mah, kebiasaan memang paling nanti malam baru ia pulang, lebih baik kita pulang tanpa menunggu kakak deh mah,takut kemalaman nanti sampainya,"Ucap Inara.
"Tapi kan_"
"Mah udahlah gak papa, nanti juga kak Dara bilang kalau mama kesini, kasihan papa dirumah sendirian,"Ucapnya memotong pembicaraan mama nya.
Sementara itu David sedang bertemu dengan Indah di cafe tempat biasa mereka bertemu, David tidak tau jika mamanya sekarang datang karna memang tidak ada yang memberitahu.
"Apa yang ingin kamu bicarakan sih, kayak serius banget,"Ucap Indah melihat laki-laki di depan nya ini gelisah.
"Bantu Aku untuk dapat kerjaan Ndah, Aku butuh banget,"Ucap David berharap jika Indah mau membantu nya.
"Bukan nya kamu udah punya usaha, lalu untuk apa cari kerjaan lagi?"Tanya Indah.
"Udah enggak lagi, malahan gak balik modal, kata orang-orang gak enak makanya Aku berhenti aja,"Ucap David.
"Sebenarnya ada yang mau Aku omongin ke kamu ini penting banget, Aku harap kamu mau mendengarnya, nanti Aku juga akan bantu kamu untuk mencari pekerjaan,Aku janji,"Ucap Indah dengan menghela nafas, mendamaikan hatinya yang tidak karuan saat berada di dekat laki-laki yang ada hadapan nya kini.
"Apa yang akan kamu omongin;"Ucap David, pandangan nya tak beralih menatap Indah, jantungnya berdebar dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya Indah ingin bicarakan.
Dalam hatinya dia menerka-nerka kalau Indah ingin membuat rencana lagi untuk mencelakai Dara.
__ADS_1
Sedangkan Indah kelihatan gugup untuk menyatakan apa yang ada pada hati nya sekarang, dia takut jika David akan mengejeknya.
"Aku suka sama kamu, entah sejak kapan rasa ini muncul, akhir-akhir ini Aku merindukan kamu,"Ucap Indah tanpa basa basi lagi.
David yang mendengarnya kaget dan langsung bersikap biasa saja, dia tak menyangka jika Indah menyukai dirinya.
David mengira jika mereka bersahabat seperti biasanya tapi semakin lama ternyata perasaan itu muncul dari sahabatnya.
"Kamu udah gila ya,"Ucap David, dari banyak nya kata hanya kata itu saja yang keluar dari mulutnya.
Indah yang mendengar itu membelalakan mata nya tak menyangka jika David akan mengeluarkan kata-kata itu.
"Apa maksud kamu, kamu bilang Aku apa?"Ucap Indah
"Indah kamu becanda kan kalau kamu suka sama Aku, jangan becanda lah ndah, kalau kamu suka sama Aku lalu untuk apa kamu menyuruh ku untuk mendekati Dara dan menyuruh menikahinya,"Ucap David.
"Waktu itu Aku tidak punya perasaan sama kamu Vid, dan kamu tau apa tujuan ku untuk mendekatkan kamu dengan Dara,"Ucap Indah.
"Hanya balas dendam, hanya itu kan yang kamu mau,"Ucap David.
"Iya atau kamu sekarang makin cinta sama dia, jangan plin plan sama perasaan kamu sendiri Vid, kamu bilang udah gak cinta lagi sama dia sekarang apa yang mau di pertahan kan lagi,"Ucap Indah.
"Aku memang tidak mencintai nya sekarang tapi Aku menunggu hal yang tepat untuk menceraikan nya karna Aku gak mau bikin dia Malu di depan keluarga nya,"Imbuh David.
"Buang perasaan kamu itu sebelum semakin dalam,"Ucap David, tanpa pamit pada Indah dia meninggalkan cafe itu.
Indah menatap punggung David penuh kebencian dalam hatinya dia akan melakukan banyak cara untuk membuat pernikahan David hancur dalam waktu dekat ini.
Dia tak akan membiarkan David mencintai istrinya lagi, apa yang Indah inginkan pasti ia akan berusaha untuk mendapatkannya.
Sekalipun keinginan nya itu adalah sebuah kesalahan, Indah mengambil gawai nya dan menghubungi sahabatnya yang ada di kota untuk datang kerumahnya.
Indah tersenyum sinis dan dia yakin bahwa rencana nya akan berhasil.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
David berjalan menuju rumah nya dan betapa kaget nya ia ketika sampai dirumah ada mobil mama nya yang terpakir di halaman rumah.
"Kak David dari mana aja sih, seharian baru pulang,"Ucap Inara saat tahu kakaknya sudah ada di teras rumah.
__ADS_1
"Sudahlah Aku capek mau istirahat,"Ucap David.
"Apa kamu gak sadar disini ada mama, dan main nyelonong aja ke kamar,"Ucap Dara tiba-tiba.
"Jadi itu benar mobil mama?"Tanya David.
"Menurut kamu!"
Belum saja David menjawab ucapan Dara tiba-tiba mama nya datang dari arah dapur.
"David baru datang kamu?, gimana kerjanya?" Tanya mama nya, memang mama nya David belum mengetahui jika anaknya berhenti kerja, dan hanya nongkrong terus setiap hari.
David menatap wajah adik dan istrinya bingung mau jawab apa, di satu sisi ada perasaan lega di hatinya karna Dara tak menceritakan tabiat buruknya selama ini.
"Iya mah David baru pulang!" Jawabnya.
"Iya sebentar lagi mama dan Inara mau pulang ke kota, kalian baik-baik disini,"Ucap mama nya.
Disambut senyuman oleh David.
Waktu menujukkan semakin sore, kini mama Dena dan Inara pamit pulang pada Dara dan David.
"Vid mama pulang dulu ya, jaga diri kalian baik-baik,"Ucap Mama Dena.
"Iya ma,"Ucap Dara.
"Kak Aku pulang dulu ya,"Ucap Inara kemudian.
Setelah berpamitan Inara dan mama nya masuk kadalam mobil, setelah mobil mama nya jauh Dara langsung masuk kadalam rumah tanpa melirik ke arah David.
David menyusul Dara karna ada yang ingin ia bicarakan.
"Ra kok kamu gak bilang kalau mama kesini tau gitu Aku bawa makanan tadi,"Ucap David
"Mau kamu bawain makanan kucing,"celetuknya.
"Eh kalau ngomong yang sopan ya, ingat ya Ra Aku ini anak yang berbakti apapun akan Aku lakukan demi mama ku,"Ucap David tak terima karna Dara seperti meremeh kan nya.
"Udahlah Aku gak mau debat,"Ucap Dara kemudian berlalu ke kamarnya.
__ADS_1