
Keesokan paginya Inara bersiap-siap untuk pergi kerumah kakaknya, Sebelum nya Inara sudah pamit sama mama dan papa nya yang sudah berangkat ke kantornya tadi.
Ditengah perjalanan Inara teringat sesuatu tapi karna sudah jauh dia tak jadi untuk mengambilnya.
Sesampainya dirumah David ternyata rumahnya seperti tidak ada orang.
"Kok sepi ya apa kak David sedang kerja, tapi kok kayak gak dikunci,"Ucap Inara.
"Assalamulaikum, kak David, kak Dara,"Ucap Inara dari luar.
"Waalaikumsalam,Inara kamu kesini,"Ucap Dara dia sangat terkejut melihat Inara.
"Iya kak, ini Aku bawain oleh-oleh buat kak Dara dan kak David."
Dara menyuruh Inara untuk masuk, menyuruhnya beristirahat karna dari desa ke kota lumayan jauh.
"Loh Nara kamu kesini, ngapain?"Tanya David, dirinya dari luar rumah terkejut karna kedatangan adiknya.
"Kakak dari mana, gak kerja?"Tanya nya
"Kakak kamu mana kerja, udah dua hari ini dia nganggur!" Jawab Dara.
"Terus uang yang kakak minjam ke mama buat apa,"Ucap Dara.
"Buat modal usaha tapi masih satu minggu udah berhenti,"Ucap Dara.
"Kakak emang gak niat cari kerja, bisanya cuma mengeluh,"Ucap Inara.
"Namanya udah gak ada pembeli masa iya harus tetap jualan,"Ucap David.
"Akalin dong kak masak gitu aja gak tau,"Ucap Inara.
"Udah Nara kita ke kamar kak Dara aja yuk!" Ajak Dara agar kedua adik kakak itu tak bertengkar.
"Kak, apa kakak pisah kamar dengan kak David?"Tanya Inara.
Dara mengangguk dan memberitahu alasanya, Inara meminta Dara untuk menceritakan semua nya apa yang terjadi hingga bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kenapa kak David semakin lama semakin berubah sifatnya,"Ucap Inara.
"Apa mungkin ini karna Indah,"Ucap Dara
"Indah,"Gumam nya.
"Iya Indah, kakak pernah mengikuti kakak mu pergi ke sebuah cafe ternyata dia disana bertemu dengan Indah, dan mereka membicarakan apa yang sebenarnya mereka rencanakan, sejak saat itu rasa percaya kakak dengan kakak mu sudah tidak ada lagi,"Ucap Dara
__ADS_1
"Kalau kak Dara sudah tau semua nya, kenapa kak Dara tidak mengambil tindakan?"Tanya Inara.
"Kakak bingung Ra, mau ngapain,"Jawab Dara.
Dara menyampaikan keinginannya tapi apa bisa orang yang tak berpengalaman seperti dia bisa masuk dan bekerja.
"Kenapa kakak gak coba aja dulu,"Ucap Inara.
"Kakak malu Ra_"
"Kak gimana Aku bantuin kakak nyari kerja,"Usulnya.
"Kamu benaran Inara,"Ucap Dara seakan tak percaya.
"Iya sejak kapan Aku pernah berbohong sama kakak, kakak tenang saja jika nanti Aku kembali ke kota Aku akan langsung rekomendasi kan pada teman-teman soal pekerjaan,"Ucap Inara.
Inara dan Dara saling berpelukan karna saking bahagianya, akhirnya Dara bisa mendapat bantuan untuk mencari pekerjaan.
"Tapi itu gak mudah kak harus butuh waktu lama meskipun nanti ada yang mau bantu cari lowongan kerja,"Ucap Inara
"Gak papa tapi jangan lama-lama banget ya,"Ucap Dara, Dia berharap kalau dia akan cepat mudah untuk mencari pekerjaan dan cepat keluar dari rumah ini.
"Kakak yang sabar ya, semoga aja apa yang kakak inginkan cepat terwujud,"Ucap Inara
...****************...
Sementara itu David mengumpat terus dalam hatinya karna kedatangan adiknya itu.
"Ra sini, kamu kan yang nyuruh Inara kesini,"Ucap David ketika Dara keluar dari kamarnya.
"Ngaco kamu ya enggaklah, Inara itu kesini cuma mau berkunjung tapi sayang nya dia harus melihat kelakuan kakaknya yang aneh,"Ucap Dara.
"Apa maksud kamu, kamu kira aku ini aneh?"Ucap David
"Menurut kamu,"Ucapnya lalu pergi.
Hari ini Dara terpaksa masak untuk makan siang karna disini sedang ada adik iparnya, ditengah aktivitas memasaknya tiba-tiba bayangan paman nya terlintas dan nasehat nya kembali ia ingat.
Bahwa melayani suami adalah tugas istri, menyiapkan ia makanan jika ingin mengharapkan ridho suami.
Tapi suami yang seperti apa dulu?, pikir Dara, apakah suami yang bermalas-malasan seperti suaminya.
Kapan sebenarnya dia ingin kerja, padahal udah dua hari nganggur malah gak mau berusaha cari kerja apalagi uang tabungan Dara tinggal sedikit untung nya Inara sedang berkunjung kesini.
"Tumben masak?"Tanya David
__ADS_1
"Ya karna Inara disini, masak dia Aku kasih makan piring kosong,"Ucap Dara.
"Dapat dari mana uang?"Tanya nya lagi
"Dari Nara tadi dia ngasih uang ke Aku tapi sekarang udah habis,"Ucap Dara.
"Nara mana,"Ucap nya lagi.
"Ngapain,"
"Mau minta uang, apa gak malu minta uang sama adiknya,"Ucap Dara tapi tak di hiraukan oleh David.
David ke kamar menghampiri Inara yang sedang santai mendengarkan musik.
"Dek minta uang dong,"Pinta nya tanpa basa basi.
"Apa sih kak, gak ada,"Tolak nya.
"Kamu kesini gak mau uang,"Ucap David.
"Ya bawa tapi kan untuk keperluan ku,"Ucap Inara
"Lagian kakak usaha dong gak malu apa minta-minta, kakak kan udah nikah gak ada malunya sama sekali,"Ucap Inara.
"Pelit banget sih kamu,"Ucap David kemudian keluar rumah, mau kemana lagi dia.
David keluar dari rumah dengan perasaan kesal karna kedatangan adiknya, apalagi kedatangan nya sangat menyebalkan.
Memang, tidak semua orang beruntung dalam hal cinta. Tidak sedikit yang harus berkubang dalam penantian yang panjang untuk menemukan sang kekasih hati. Namun percayalah, selalu ada hikmah di balik segala takdir.
dia berusaha lagi untuk mencari pekerjaan agar bisa membuktikan kalau dia hebat, tidak seperti apa yang dibilang oleh adiknya itu.
David menghubungi Indah dan mengajaknya bertemu tapi sayangnya sekarang Indah sedang sibuk jadi besok baru bisa ia temui.
Dengan harapan yang hampa yang kembali pulang kerumah, biarlah walau nantinya Dara dan Inara mengolok-ngoloknya, walau ia sadar ini adalah kesalahan nya sendiri tapi ia gengsi untuk mengakui nya.
Cinta palsu mungkin datang di saat yang tidak tepat, tapi cinta sejati pasti akan datang di saat yang tepat.
Tapi apalah daya jika cinta sejati itu pun lenyap karna keegoisan dan cinta itu hancur karna kebohongan, sekarang hanya tinggal serpihan nya yang sebentar lagi akan bersihkan dan tinggal kenangan nya saja.
Cinta adalah memberikan apa yang menjadi milik kita, cinta adalah memberikan segalanya tapi cinta juga yang dapat menghancurkan diri kita.
Karna cinta kita sampai mengecewakan orang lain yang berharap kita membahagiakan nya, karna cinta dapat membuat kita kehilangan orang yang kita sayang.
Dulu memang ada cinta di antara mereka tapi ego nya yang menghancurkan cinta itu.
__ADS_1