
Setelah lama berbincang dengan Indah, David langsung pulang kerumahnya, sebenarnya Indah masih mau berlama-lama dengan David tapi dia terlalu keras kepala, mungkin beberapa hari ia harus pergi, tak mengganggu dia agar dia bisa langsung dekat dengan Reni.
"Gimana kamu diterima?"Tanya Dara saat David sampai dirumahnya, sebenarnya malas baginya jika harus menjadi seorang supir tapi tidak ada cara lain bisa-bisa jika mama nya tau bisa di omelin.
"Iya jadi supir,"Jawabnya.
"Lalu kenapa muka mu kayak gitu, apa kamu gak suka dengan pekerjaan ini atau kamu malu karna jadi seorang supir,"Ucap Dara karna raut wajah David seperti frustasi dan kecewa.
"Seharusnya kamu bersyukur dapat kerjaan bukan malah malu kayak gini,"Ucap Dara lagi.
David tak menjawab langsung pergi kekamarnya, Dara menatap aneh pada suaminya itu bukan nya senang dapat pekerjaan malah cemberut begitu muka nya.
Dara tak ambil pusing soal itu, dia juga masuk ke kamarnya dan meraih gawainya.
Tak ada kabar dari Inara,mungkin dia masih sibuk dengan kuliahnya, jadi Dara harus sabar menunggu.
Dia bisa melamar sendiri cari kerjaan tapi kondisi nya tak memungkin kan dia kurang percaya diri alasannya karna kurangnya pengalaman.
Sementara David merenung di dalam kamarnya, dia memikirkan tentang perasaan Indah.
Kenapa Indah malah semudah itu menyatakan cinta pada nya, bukan kah selama ini Indah hanya menganggap nya hanya sebagai teman.
Dulu dia Indah menyuruh David memutuskan Alia dan menjalin hubungan dengan Dara, kini Ia sendiri yang di lema mencintai suami orang.
Cinta memang buta tapi bisakah di kondisikan, kenapa dia tak mampu membedakan mana pria beristri dan pria yang masih sendiri, kenapa mudah sekali mengungkap perasaan cinta.
David ingin menghubungi Indah, tapi disaat di telpon malah gak di angkat olehnya.
( ada apa Vid?, maaf ya Aku harus kembali ke kota hari ini )
Pesan Wa dari Indah, Indah sengaja tak menjawab panggilan nya karna di sedang sibuk untuk membereskan barang-barangnya untuk kembali pindah ke kota.
David tak membalas pesan dari Indah, dia sebenarnya juga ingin pindah ke kota tapi kalau misal nya dia kembali sekarang David akan malu dengan papa nya.
David merebahkan tubuhnya berharap semuanya berakhir dengan menjadi kebahagiaan, dan pernikahan nya tak menjadi korban.
...****************...
__ADS_1
Keesokan pagi nya David sudah mulai bekerja, dia menatap alamat yang di berikan oleh Reni.
Rumah nya agak jauh dari sini, dia harus menggunakan angkutan umum untuk kesana, kalau saja dirinya masih kuliah mungkin dia tak akan melakukan hal ini, hanya bekerja menjadi supir.
"Kenapa masih belum berangkat, bukan kah hari ini, hari pertama kamu kerja,"Ucap Dara saat melihat David masih duduk di sofa ruang tamu.
"Aku gugup aja untuk kerja,"Ucap David, sejujurnya dia masih belum ada keberanian untuk menjadi supir.
"Gugup, oh iya ya kamu kan baru pertama kali kerja,"Ucap Dara.
Setelah lama terdiam tiba-tiba Indah mengabari nya untuk segera kerumah Reni karna dia sekarang sedang menunggu.
Dengan langkah yang tak bersemangat David keluar menuju rumah Reni yang agak jauh dari rumahnya.
David mencari tukang ojek untuk sampai dirumah Reni, sepanjang perjalanan jantung nya tak henti berdegup kencang karna hari ini ia pertama kali nya menjadi supir orang lain, pekerjaan yang dulunya pernah ia anggap remeh.
Sesampainya di rumah Reni,dia takjub dengan rumah wanita itu,begitu megah dan mewah.
"Ini rumah apa istana,"Gumamnya.
"Eh pak cari siapa?"Tanya seseorang yang mengagetkan David.
"S saya lagi cari tuan rumah ini bu,"Jawabnya.
"Mau cari bu Reni ya pak?"Tanya nya lagi, David hanya mengangguk.
David di ajak masuk oleh orang itu yang tak lain adalah pembantu di rumah itu, setelah masuk ia semakin takjub dengan isi rumah Reni, dia di persilahkan untuk duduk untuk menunggu Reni di dalam kamarnya.
David melihat sekeliling rumah sebelum sang tuan rumah turun dari lantai atas.
Tak lama kemudian Reni keluar dari kamarnya dan melihat David sedang melihat-melihat perabotan rumah nya.
Reni tersenyum karna David sudah terjebak dalam permainan nya dia sengaja membeli semua perlengkapan rumah nya yang mahal-mahal demi memikat hati laki-laki itu.
Dia seakan takjub dengan semua yang di miliki Reni, apakah David akan terpesona dengan harta nya.
"E..khem kamu ngapain,"Ucap Reni, David yang kaget karna Reni berdehem hanya bisa tersenyum dan menundukkan kepala.
__ADS_1
"Eh iya maaf,"
"Kamu hari ini harus mengantarku ke kantor ku setelah itu ke mall, tapi sebelum itu Aku mau nanya apa kamu siap mulai kerja hari ini?" Tanya Reni.
"Iya Aku siap,"
"Baiklah, ini kunci mobilnya dan keluarkan mobil berwarna putih,"Perintah Reni.
David segera pergi menuju mobil yang Reni maksud, selama di dalam mobil tak ada pembicaraan di antara mereka, David juga enggan untuk bertanya-tanya karna dia sudah tau tujuan nya, Tapi disisi lain Reni memberi kabar ke Indah kalau David sudah mulai kerja dengan nya.
"Lain kali kalau nyetir yang cepat dikit,"Ucap Reni setelah sampai di tempat tujuan.
"Iya bu maaf,"Ucap David.
"Ibu, emang saya udah tua dipanggil ibu,"Ucap Reni.
"Lalu saya harus manggil siapa?"
"Panggil mbak gitu aja kok repot, tapi kalau sedang berdua gini panggil aja Reni,"Ucap Reni.
"Tapi_"
"Kamu mau nolak atau saya pecat,"Ucap Reni.
"Hah jangan kan saya juga pertama kali kerja masa langsung di pecat,"Ucap David.
"Yaudah turuti semua keinginan ku,"Ancamnya lalu turun dari mobil.
David menunggu di dalam mobil, bosan sebenarnya tapi demi pekerjaan ia mencoba menghilangkan rasa bosan nya dan membuktikan pada kedua orang tua nya, Karna Indah menurut David sudah pindah ke kota jadi tak ada lagi yang menyetirnya untuk berbuat jahat.
Tanpa David ketahui Indah masih memantau nya lewat Reni, Indah yakin kalau rencana nya menaklukkan hati David akan berhasil.
hari ini ia harus mengantarkan Reni ke mall semoga saja nanti dia ketemu dengan adiknya, yang bagaikan mata-mata Dara untuk mengawasi David dari jauh.
"seandai nya dulu Aku tak menuruti semua kemauan cewek licik itu, Hidupku tak mungkin sengsara, semua gara-gara Indah," Ucapnya dalam hati.
Karna bosan di dalam mobil David keluar dan mencari warung kopi untuk menghilangkan rasa kantuknya ketika menyetir nanti, Warungnya lumayan dekat dengan kantor Reni, jadi jika nanti Reni manggil dia tak terburu-buru.
__ADS_1