Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
berhenti dagang


__ADS_3

Jangan bertindak bodoh dengan cara mengakhiri hidup mu seperti apa yang pernah ada dalam pikiran mu. Kuatlah demi sahabat mu.


"Dari mana kamu, jam segini baru pulang,"Ucap David.


"Kamu bisa gak sih, gak usah ganggu urusan ku,"Ucap Dara


"Ya wajiblah Aku harus tau segala urusan mu karna kamu sekarang istriku, jadi apapun yang kamu lakukan akan menjadi urusan ku termasuk uang kamu,"Ucap David.


"Uang lagi, bukan hal ini pernah di bahas kalau uang ku adalah milikku karna itu hasil jerih payahku di saat Aku kuliah dan didalam nya tidak ada uang pemberian kamu, jelas kan,"Ucap Dara penuh penekanan.


"Lebih baik kamu urus dirimu dan pikirkan bagaimana kita makan kedepan nya, kamu laki-laki gak pantas minta uang terus,"Imbu Dara lalu meninggalkan David yang hendak berbicara pada nya.


Bukan nya ingin melawan karna egoisan suami nya lah dia menjadi keras kepala, Dara tak tau lagi menghadapi David bagaimana dengan cara diam tapi dia semakin melunjak, dengan cara


Kasar dia semakin seenaknya saja.


Dara mengambil hp nya dan mengontak salah satu teman nya siapa tau ada pekerjaan untuknya.


{ assalamulaikum, Gita }


{ Waalaikumsalam, Dara ini kamu, bagaimana kabar mu }balas Gita


{Alhamdulillah Ta baik, kamu juga gimana kabarnya dan sedang sibuk apa hari ini }


{Aku masih kuliah Ra, sekalian kerja, Aku menetap di jogja atas permintaan eyang jadi Aku gak bisa balik ke jakarta } balas Gita.


Dara tak membalas pesan Gita, di lubuk hati nya yang paling dalam ada rasa iri dengan gadis itu.


Gadis seusia nya masih kuliah dan bekerja dan ada yang menikah tapi kehidupan nya bahagia, sedangkan dirinya semakin hari semakin makan hati.


************


Braak


"Dara,"Teriak David.


Dara yang sedang asyik di kamarnya pun lantas bergegas pergi ke sumber suara yang memanggilnya.


"Ada apa sih,bisa gak setiap pagi gak usah teriak-teriak, capek Aku dengarnya apa kamu mau kalau tetangga disini pada tau kalau kita berantem,"Ucap Dara dengan tegas.

__ADS_1


"Kamu kebangetan banget sih, setiap pagi gak ada makanan untuk dimakan, gak pagi, siang, malam selalu aja gak ada makanan,"Ucap David sambil mengebrak meja.


"Kamu mau makan, mau dimasakin yaudah mana uang nya,"Ucap Dara


"Uang terus yang ada dipikiran kamu,"


"Yaudah gak usah makan sekalian,"Ucap Dara.


"Kamu masih punya tabungan kan pakai aja dulu,"Ucap David.


"Dasar laki-laki aneh,makan aja tuh air,"Ucap Dara lalu kembali ke kamarnya.


Dara memikirkan cara agar dia bisa kerja dan cari uang sendiri, tapi ia bingung harus cari kerja dimana.


***


Sementara itu di tempat lain Rehan sedang memikirkan adiknya, jujur saja sebagai kakak laki-laki dia mengkhawatirkan adik perempuan nya itu.


"Kenapa bang?"Tanya Hilma adik bungsu Rehan


"Abang khawatir sama kedaan Dara dek,"Ucapnya, Hilma diam mama nya juga khawatir dengan kakaknya itu,tapi mau apalagi kakaknya aja udah bahagia disana bersama David pasti.


"Abang sama aja kayak mama terlalu khawatir sama kak Dara, padahal abang tau sendiri kalau ini udah jadi keputusan kak Dara,"Ucap Hilma


"Iya juga sih bang, tapi udahlah bang suatu saat nanti pasti ada hari dimana kakak akan pulang kesini, kita cuma nunggu waktu aja kapan kak Dara sadar dari keputusan nya ini,"Ucap Hilma


"Hilma mengenai keputusan kamu itu apa kamu yakin mau ke turki?"Tanya Rehan.


Hilma memang berencana untuk belajar di turki nanti setelah kelulusan Sma nya.


"Iya bang, Hilma mau cari pengalaman juga disana,"Jawab Hilma.


"Tapi kamu janji ya jangan seperti Kak Dara yang_"


"Iya bang udahlah gak usah mikirin itu, sekarang anterin Hilma ke mall yuk!" Ajak Hilma.


"Enggak ah mau tidur aja dari pada nemenin kamu,"Ucapnya sambil berlalu ke kamar.


Hilma menghela nafas melihat kelakuan abangnya yang menyebalkan itu.

__ADS_1


Sementara itu ditempat lain, Inara sedang memilih barang-barang di toko milik ayu sahabatnya untuk di bawa ke rumah kakaknya besok sore.


"Banyak banget In, bawa di bawa kemana?"Tanya ayu.


"Kerumah kakakku di desa Yu!" Jawabnya.


"Oh, pantesan,"jawab ayu.


"Jadi ini ditotal berapa?"


"750.000, Inara,"


Inara membayar belanjaan nya dan langsung pulang, Sesuai janji Inara dia akan menginap selama dua hari disana demi mencari tahu aktivitas kakaknya.


"Banyak banget kamu belanja nya, mau di kasih kakakmu semua?" Tanya papa Andre, yang melihat Inara membawa barang.


"Iya pa, kurma dan buah apel ini kesukaan kak Dara,dan aneka cemilan ini juga buat kak Dara,"Jawab Inara.


"Sisa nya buat kakak kamu,"


"Iya pa, sekali-kali aja Aku beliin dia,"Ucap Inara.


"Pa, apa papa gak bisa bujuk kak David untuk tinggal disini aja, Aku kan bisa ada temennya disini,"Ucap Inara


"Nak kamu tau kan bagaimana keras kepalanya kakak mu itu, papa sudah tak sanggup lagi harus bagaimana, jadi papa biarkan saja dia hidup semaunya dia,"Ucap papa Andre.


"Saat ini papa cuma mengandalkan kamu, Nak,"Imbuhnya.


"Tapi pah, Inara akan melanjutkan study di ausy setelah ini, pasti papa akan lelah dan keteteran dengan bisnis papa, apalagi kan papa orang nya selalu gak percayaan sama orang,"Ucap Inara.


"Gak papa sayang, papa akan jual salah satu demi pendidikan kamu di ausy, dan uang tabungan kamu itu buat biaya kamu disana, makan kamu dan nanti jika kamu liburan,"Ucap papa Andre.


"Papa bekerja kan demi kalian juga,"Ucap papa Andre lagi.


"Yaudah pah Inara mau ke kamar ya, ngantuk nih,"Ucapnya.


Inara pergi kekamarnya, dia membeli banyak sebenarnya untuk dirinya dan Dara tapi karna takut papa dan mamanya marah akhirnya dengan terpaksa dia membeli juga untuk David.


Sebenarnya dia tak mau melakukan ini kalau saja Alia tak menyuruhnya untuk menjenguk Dara, Inara awalnya juga tak mau tapi dia tak mau membuat orang yang sudah ia anggap sebagai seorang kakak kecewa padanya.

__ADS_1


Semoga dengan ini hubungan Alia dan Dara menjadi baik seperti yang di harapkan kedua nya, tetapi apa yang harus di lakukan jika mereka semakin menjauh seperti ini.


Inara juga semakin jengkel dengan kelakuan kakak kandungnya sendiri, semenjak kejahatanya dengan Indah ia tau, semenjak itu tak ada lagi kehangatan antara adik dan kakak antara David dan Inara meskipun kadang akrab.


__ADS_2