
Siang itu seorang gadis terlihat bermalas"an di sebuah kamar yang indah dan luas dengan design elegan dan sangat girly, kamar yang dipenuhi perabotan mewah dan mahal.
Gadis itu bernama Belian Putri Leksmana, putri tunggal seorang pengusaha kaya bernama Hadi Leksmana. Seorang gadis cantik berperawakan sedang, dengan mata coklat yang teduh dan bibir seksi yang memikat.
Berlian terlihat sedang memejamkan matanya, memutar lagu BLACKPINK girl band korea favouritenya.
how you like that that that that that that, mulut berlian asik menirukan lirik lagu blackpink sambil tetap terpejam merasakan kenyamanan. Karena memang hari ini dia tidak harus pergi ke kampus karena tidak mempunyai mata kuliah.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu kamar Lian, tapi Lian terlihat tidak memperdulikan suara itu karena dirinya tengah asyik mendengar lagu dan bernyanyi.
Tok tok tok suara ketukan itu kembali terdengar dan kali ini terdengar lebih nyaring.
"Nona Lian" panggil seseorang dari balik pintu kamar Lian.
seketika Lian berhenti dan menajamkan pendengaran.
"Nona!!" kembali terdengar seseorang memanggilnya.
" Iya bi, masuk saja pintunya tidak di kunci." seru Lian.
CEKLEK
Pintu terbuka, menampilkan seorang wanita paruh baya berusia 40 tahunan yang memakai baju pelayan.
__ADS_1
" Ada apa bi??" tanya Lian memandang kepada pelayan itu.
" Anu Non, nyonya memanggil Nona untuk makan siang bersama karena tuan juga sudah pulang dari kantor Non!"
" Hah? papa sudah pulang? tumben sekali bi? ini masih jam setengah 1 siang? " tanya Lian keheranan.
" Bibi juga tidak tau Non " jawab pelayan.
" Baik lah bi Lian akan kebawah, Bibi duluan saja. " Lian
" Baik Non" sahut pembantu itu kemudian beranjak meninggal kan kamar Lian terlebih dahulu.
Setelah kepergian pelayan dari kamar terlihat Lian turun dari ranjang dan mematikan hp nya yang sedang memutar lagu, menaruhnya kembali diatas nakas kemudian beranjak turun kebawah.
" Papa " sapa Lian melihat papa nya duduk di sofa di lantai bawah.
" Tidak pa hari ini Lian tidak punya mata kuliah pa" jawab Lian pada papa nya " Papa sendiri, kenapa sudah di rumah? tumben sekali papa pulang sangat awal ini masih siang pa!! apa papa tidak sibuk di kantor?" lanjut Lian bertanya
" Papa merasa agak kurang enak badan dan memutuskan untuk pulang untuk makan siang bersama mama di rumah, ternyata kau juga sedang berada di rumah." jelas Hadi kepada Lian.
" Apa papa sakit?" tanya Lian menyelidik
" Tidak sayang tadi kepala papa hanya sedikit pusing tapi sekarang sudah sedikit baikan" jawab Hadi.
" Baiklah sebaiknya papa memang istirahat, belakangan ini Lian lihat juga papa sering sekali lembur dan pulang malam!! apakah sedang ada masalah di perusahaan pa? " Lian bertanya sedikit khawatir pada sang papa.
__ADS_1
" Tidak sayang semuanya baik-baik saja, biasa lah belakangan ini ada proyek besar yg harus papa tangani sendiri sayang. Jadi papa sedikit sibuk, mungkin karena itu juga sekarang papa jadi sedikit lelah. " sangkal Hadi kepada Lian.
Saat mereka tengah asik berbincang tiba-tiba seorang perempuan berusia sekitar 45 tahunan menghampiri mereka dia adalah Santi Hadi Leksmana ibu Lian, dan istri dari Hadi Leksmana.
" Kau sudah disini sayang? " ucap Santi seraya memandangi anaknya.
" Iya ma Lian baru turun dan mengobrol dengan papa." Lian
" Baiklah, sekarang mari kita makan! semua makanan sudah siap dan mama memasak ayam balado kesukaan mu hari ini." Walaupun istri dari seorang pengusaha kaya Santy memang selalu berusaha menyempatkan waktu memasak dan menyiapkan keperluan untuk suami dan anaknya sendiri. Meski suaminya menyediakan banyak pelayan di rumah mereka, tapi Santy tetap melaksanakan tugas nya sebagai seorang ibu dan istri yang baik, Ketimbang harus keluar dan berkumpul bersama ibu-ibu sosialita lain nya.
Mereka bertiga menuju meja makan dan makan siang bersama di selingi dengan obrolan-obrolan kecil dan bersenda gurau.
Melihat anak dan istri nya tertawa, Hadi yang memperhatikan mereka bergumam dalam hati aku tidak akan membiarkan kalian terbebani dan bersedih walau sekarang perusahaan sedang dalam masalah aku berjanji akan menanganinya.
Lian yang memandang ayahnya tersenyum kearah Hadi " kenapa papa melihat kami seperti itu? Lian tau papa merasa beruntung memiliki dua wanita yang cantik dalam hidup papa. " ucap Lian
Seketika itu juga Lian tertawa merasa geli mendengar ucapan nya sendiri. ðŸ¤ðŸ¤
Santy dan Hadi yg melihat Lian pun ikut tertawa renyah.
Ahhhh MANIS nya keluargaku ~Lian
.
.
__ADS_1
.
.