Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
19. Mulai Ketahuan


__ADS_3

Lian,yoga,cindy dan steve terlihat telah meninggalkan villa keluarga aline dan tengah berada dalam mobil milik yoga.


" Lu udah hubungin penjaga villa keluarga lu itu steve. " Tanya yoga pada steve.


" Eh iya belum. Tapi gapapa deh yo, kita langsung kesana aja deket kok gak sampek satu jam dari sini. " Ujar steve.


" Yaelah telpon dulu kampret, kalau ternyata mereka lagi keluar terus villa nya di kunci gimana? " Yoga


" Eh oon dimana-dimana penjaga villa itu stay 24 jam kalau gak ngapain di bayar! " Steve.


" Ya siapa tau aja ada yang urgent kan gak ada yang tau, udah telpon aja bilang kita mau nginap disana itung-itung suruh nyiapin kamar buat kita dan makanan apa kek. " Yoga


" Eh tunggu, kita bukan nya mau balik ke kota ya? " Celah cindy yang belum tau rencana mereka.


" Ini udah jam berapa cindy. Bahaya tau gak secara jalan ke kota kan lewatin jalan sepi yang panjang banget gitu. Takut nya ada apa-apa. Mending kita nginep di villa steve dulu besok pagi kita balik ke kota. " Yoga menjelaskan kepada cindy.


" Ooohhh yaudah deh. bener juga kata lu." Cindy pun mengangguk-ngangguk kan kepalanya.


" Yaudah telpon lah orang villa lu. " Ujar yoga kembali pada steve.


" Iye iye gue telpon. " Steve pun berdecak kesal dan menghubungi penjaga villa miliknya, mengatakan kalau dirinya sedang dalam perjalanan menuju kesana bersama teman-temannya.


Mereka pun tiba di villa milik orang tua steve.


Villa milik steve jauh lebih besar dan megah dibanding villa milik aline. Bangunan nya terlihat berkonsep modern turkey, dengan tiga lantai.


" Selamat malam tuan muda. " Sapa penjaga villa.


" Malam pak man. " Steve pun menjawab dengan ramah. " Ini teman-teman saya pak, kami akan menginap malam ini disini. " Sambung steve.


" Iya tuan pelayan sudah menyiapkan kamar untuk tuan dan teman-teman. "


" Baiklah pak man kami akan masuk dulu, suruh pelayan menyiapkan makanan untuk kami. "


" Baik tuan, mari saya antar dulu ke kamar. " Ucap pak man sopan.


Mereka lalu menuju ke kamar yang terletak di lantai dua. Terdapat 6 kamar di lantai itu.


" Ini kamarnya tuan semua kamar ini sudah di bersihkan silahkan memilih kamar sendiri. Saya permisi kebawah, makanan akan segera di siapkan. " Pak man pun bertiga meninggalkan mereka ber empat.


" Yaudah deh kita bersih-bersih aja dulu. Terus nanti makan. " Ujar steve kepada mereka semua. Mereka memang keluar dari villa aline dengan tergesa-gesa jadi mereka masih terlihat seperti orang yang akan pergi ke pesta dengan jas dan gaun yang masih melekat.


" Pilih aja kamar kalian sendiri bebas. " Ucap steve kemudian. " Gue disini aja. " Steve kemudian memasuki kamar yang paling dekat dengan tempat mereka berdiri.


" Yaudah kita sekamar aja li, disana aja. " Cindy mengajak lian untuk memasuki sebuah kamar yang tertelak di ujung berjarak dua kamar dari kamar steve.


" Eh lu duluan aja cin, bentar lagi gue nyusul. " Lian


Cindy merasa keheranan, cindy melihat kearah yoga dan lian secara bergantian sambil menautkan alisnya. Tapi karena cindy merasa sangat letih dia pun memilih menuruti lian toh dia bisa bertanya nanti pada lian pikirnya.


" Yaudah deh! " Cindy kemudian melangkah pergi kedalam kamar.


Tersisa lian dan yoga berdua disana

__ADS_1


" Yo ehhh sayang, aku mau masuk dulu ya? " Ucap lian seraya mendekati yoga, Namun tiba-tiba yoga menariknya agar lebih mendekat sehingga lian memegang dada yoga.


" Bisa gak kita sekamar aja? aku pengen berduaan sama kamu sayang. " Yoga memandang lian dengan tatapan penuh harap.


" Iiihhh kamu nih!! nanti cindy sama steve nanya kita jawab apa? " Lian


" Ya tinggal kita kasih tau aja kalau kita udah jadian yang. " Yoga


" Tapi aku belum kasih tau cindy sayang, pasti nanti dia introgasi aku!! " Lian


" Jadi kamu gak mau? yaudah deh sana gih ke cindy. " Yoga melepaskan pegangan nya dari tubuh lian seraya berjalan menjauh hendak memasuki sebuah kamar.


"Ehhh, sayang....." Lian mencoba memanggil yoga, namun yoga tidak menggubrisnya dan malah masuk ke dalam kamar. Lian hendak menyusul yoga namun langkahnya terhenti karena steve keluar dari kamarnya.


" Eh lu gak mandi li? " Steve bertanya heran melihat lian masih berdiri di luar.


" Eh iya ini gue baru mau pilih kamar! tapi kayak nya gue sekamar ama cindy aja. hehehe " Ucap lian seraya melangkahkan kakinya menuju ke kamar yang tadi cindy masuki.


" Huuuuft.... yaudah deh nanti aja aku bujuk yoga. " Lian bergumam sendiri.


Lian meletakkan tas nya sembarangan kemudian melilih untuk berbaring dan memejamkan matanya.


Hening lama sampai cindy keluar dari kamar mandi.


" Woy mandi dulu li, yee malah molor. " Cindy berbicara dengan suara cemprengnya, membuat lian mau tidak mau bangun.


" Eitsss mau kemana? lu harus jawab jujur dulu! lu sama yoga ada apa-apa ya? " Cindy menahan tangan lian.


" Alah ngaku deh, kalau gak ada apa-apa kenapa tadi yoga ngamuk pas eky rada kurang ajar sama lu? terus tadi sore juga yoga telpon gue nyuru gue ke kamarnya ehhhh orang nya kagak ada! sampek-sampek si steve sama aline juga nyariin yoga padahal yoga bilang lagi sama aline makanya nyuruh steve sama eky balik. Dan lu tadi di kamar yoga ngapain?? terus kenapa tadi lu nyuruh gue masuk duluan? " Cindy berkata panjang lebar, memberondong lian dengan banyak sekali pertanyaan.


Lian yang mendengar hal itu pun menghela nafas, dan memandang cindy.


" Gue emang gak bisa bohong ya dari lu? " Lian berkata sambil menunjukkan mimik wajah pasrahnya " Yaudah lu lepasin tangan gue dulu, gue ceritain semuanya. "


" Oke. " Cindy pun melepas kan cengkraman nya di tangan lian. Saat menyadari tangan nya sudah terlepas, lian pun berlari secepat kilat menuju kamar mandi dan menguncinya dari dalam. Mengabaikan cindy yang berteriak dan menggedor-gedor pintu kamar mandi.


" LIAAAAAAAAAN , AWAS LO YA? " Teriakan cindy menggema di seluruh penjuru kamar.


" Bener-bener tuh bocah. " Cindy bersungut-sungut sangat kesal.


To tok tok


" Cindy, lian ayo mau ikutan makan gak. " Teriak steve sambil mengetok pintu.


" Iya bentar. " Cindy pun berjalan ke arah pintu dan membukanya. Steve terpana melihat cindy dengan baju tidur nya dan rambut yang belum sepenuhnya kering.


" Hehh....malah bengong! " Ujar cindy membuyarkan tatapan steve.


" Ehhh gila gue kayak ngeliat bidadari tak bersayap tau gak? " Steve


" Oh iya? Makasih tapi gue sama sekali gak terkesan. Karena lu yang muji. " Cindy


" Hmmm...Yaudah yuk ahhh!! Mana lian? lu sama lian mau ikutan makan gak? gue laper nih dari tadi di tempat aline belum makan gue sibuk. " Steve

__ADS_1


" Gue ikut deh gue juga laper. " 😁 Mana mungkin cindy menolak makanan.


" Lian mana? " Steve


" Masih mandi dia, duluan aja lah yuk. " Cindy pun dan steve pun menuju ke bawah untuk makan malam. Terlihat yoga sudah berada disana.


" Lian mana? gak makan dia? " Tanya yoga saat tak melihat lian.


" Lian masih mandi. " Cindy


" Yaudah kita makan aja yukk duluan. Gue udah laper banget. Lagian biar bisa cepet tidur udah sepet mata gue, udah malem banget ini. " Steve


" Kalian makan aja duluan gue nunggu lian. " Yoga


Mendengar ucapan yoga cindy memicingkan matanya.


" Tumben lu hari ini baik banget sama lian? " Cindy bertanya menyelidik.


" Emang kenapa? Lian pacar gue sekarang jelas lah gue baik sama dia. " Yoga menjawab dengan santai nya.


Steve yang tengah menyendok kan makanan ke piring nya pun berhenti seketika menatap ke arah yoga.


" Hah?? Seriusan? " Tanya cindy tak percaya.


" Ya lu tanya aja sama lian. " Yoga


" Pantesan aja lu tadi segitu marah nya eky dansa sama si lian. " Steve


" Gak usah bahas itu lagi! Gedek banget gue sama si eky. " Yoga


" Yeeee lagian si eky mana tau kalau lian pacar lu. Si eky kan malah udah ngomong sama kita kalau dia suka sama lian. " Steve


" Hah? eky suka sama lian? pantesan dia perhatian banget sama lian. Dan lu yo bener kata steve si eky gak tau lian pacar lu. Gue aja gak tau. " Cindy


" Ini lu tau. Dan dengan steve tau juga nanti bakalan nyebar ke seantero kampus, si steve kan presentarnya rumpi " Yoga


Saat mereka tengah asik berbincang lian pun menghampiri mereka.


" Cindy gue di tinggal. " Lian


" Biarin. " Cindy menjawab acuh.


" Iih..." Lian mendudukkan dirinya di samping cindy.


" Yang sini. " Seru yoga membuat mereka semua menoleh ke arah nya. Lian pun tersenyum kikuk.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2