Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
13. Rencana Aline


__ADS_3

Setibanya di rumah, lian langsung meghubungi cindy


" Hallo lian " Terdengar suara cindy saat telpon sudah tersambung.


" Hallo cin, gue udah minta ijin tadi sama atasan. "


" Terus?? "


" Ya gue dapat ijin sih, meskipun minggu depan gue kudu gantiin shift gue kerja dari pagi ampek malem. "


" Aduh sorry ya li!! "


" Kok jadi lu yang minta maaf? Kan yang punya acara si aline? "


" Ya sorry gue gak bisa berbuat apa-apa buat bantuin lo. "


" Gapapa lah cin , mau gimana lagi? Yaudah deh cin gue matiin ya? soalnya gue masih harus bikin kue nih ada pesanan kue buat besok! jadi sebelum pergi gue anterin kue dulu besok pagi. "


" Duh lu gak capek li? lu kan baru balik kerja lian!! "


" Capek sih, tapi kalau gak bikin kue gue mau bayar kuliah pakai apa? yaudah deh cin gue tutup dulu. Bye. "


" Yaudah li bye "


Setelah telpon terputus lian pun memutus kan mandi dan beristirahat sebentar sebelum kembali harus bergelut dengan adonan seperti biasa.


Keesokan harinya.


Lian dan cindy sudah menuju ke rumah yoga. Setelah terlebih dahulu cindy mengantar kan lian untuk mengantar kue pesanan pelanggan nya.


Setibanya di rumah yoga, lian tampak ragu-ragu untuk turun. Lian takut yoga akan memaki-maki nya seperti biasa karena datang ke rumah nya lagi.


" Ayo turun li " Cindy


" Lu yakin yoga gak marah gue kesini? " Lian ragu-ragu.


" Enggak !! Orang yoga sendiri yang nyuruh gue ngajak lu kesini buat berangkat bareng dia ke villa si aline. " Terang cindy pada lian " Yuk ah "


" Pak karno pulang aja pak, saya langsung berangkat sama yoga habis ini " Cindy bicara pada supirnya.


" Iye non " Jawab sang supir


" Cindy sayaaaang " Steve tiba-tiba muncul entah dari mana mengagetkan cindy dan lian.


" Eh kuyang eh kuyang " Cindy melatah karena kaget.


" Gapapa deh di panggil apa juga asal sama cindy, aku anggap itu panggilan sayang dari kamu buat aku.


" Panggilan sayang pale lo " Cindy melotot kearah steve.


" Galak banget sih sayang? Nanti benci jadi cinta loh " Steve


" Pagi-pagi udah mabok aja lu! " Cindy berdecih membalas ucapan steve " Mana yoga? "


" Di dalem lah " Steve


" Yuk lian kita masuk aja. Biarin aja si kuyang ini gentayangan di sini sendirian. " Cindy menarik tangan lian agar mengikutinya masuk ke dalam rumah yoga.


" Tante terre....." Cindy setengah berteriak memanggil terre.


" Cindy!! Kamu mau pergi sama yoga ya? eh ada lian juga? kamu kok lama gak kesini? " sapa terre sambil bergantian memeluk cindy dan lian.


" Iya tante, yoga nya mana tante? " Cindy cepat menjawab pertanyaan terre agar tidak mengintrogasi lian.


" Itu yoga baru turun " Tunjuk terre ke arah yoga gang sedang menuruni tangga megah rumah serupa istana itu.


" Kalian udah sarapan cindy? lian? " Tanya terre


" Udah tante " Cindy


" Lian juga udah tante " Lian


" Yaudah yuk kita berangkat sekarang ntar keburu macet banget lagi jalan ke puncak " Yoga.


" Ya kita sih ngikut lu aja " Ucap cindy.


Yaudah ma yoga pergi dulu ya? Yoga menghampiri terre dan mengecup pipi mamanya itu.


" Iya ati-ati di jalan, gak usah kebut-kebutan. " Pesan terre pada yoga.


" Iya ma." Yoga


" Tante kita juga berangkat dulu ya? " ujar cindy kepada terre.


" Yaudah kalian ati-ati ya cindy, lian, yo??? terre memandang mereka bertiga bergantian.


" Steve juga tante hehehhehe " Steve seperti biasanya selalu muncul tiba-tiba.


" Iya jamu juga hati-hati "

__ADS_1


Merekapun berjalan keluar diikuti terre yang mengantar mereka sampai pintu.


" Eh yo kita cuma pergi ber empat? " Tanya cindy.


" Em, yang lain nya pada ngumpul di rumah aline dan kita berangkat misah aja gue sama steve tau kok villanya. Yaudah yokk " Yoga menerangkan " Steve gue yang nyetir duluan nanti arah naik puncak baru lu! " Sambung yoga yang sudah mendudukkan dirinya di kursi pengemudi.


" Oke " Jawab steve yang langsung ngeloyor duduk di belakang mengikuti cindy.


Lian terbengong melihat kelakuan steve.


" Ih lu ngapain duduk disini? " Cindy berteriak ke arah steve.


" Aku kan pengen duduk sama kamu sayang! " Steve menjawab dengan muka sok imut.


" Ih ogah ah sempit-sempitan disini bertiga " Maki cindy sambil mendorong steve yang tak bergeming.


" Ngapain sempit-sempitan? kan lian bisa duduk di depan. " Ucap steve lagi


Glek lian menelan salivanya kasar.


" Yo " Cindy meminta pembelaan dari yoga.


" Yaudah lah biarin aja si steve duduk di belakang. " Jawaban yoga membuat lian makin bersenam jantung Apa yoga mau ngerjain aku? Jangan-jangan aku gak boleh ikut naik mobil dia dan dia sengaja nyuruh aku kesini biar bisa bikin aku malu seperti biasanya. Lian berargumen dalam hati.


" Eh lu mau sampai kapan bengong? cepetan masuk keburu siang " Yoga berteriak ke arah lian.


Lian yang bingung pun melangkah menuju kursi belakang ke arah steve dan cindy.


" Eh lu pikir gue supir kalian bertiga! " Teriak yoga lagi " Duduk di depan. " Perintah yoga tegas.


Lian semakin terbengong mendengar ucapan yoga, dan tetap mematung di tempatnya.


" WOYYYYY!!! Kesambet lu? bengong bae lu!! cepetan " Yoga


" I-Iya " Lian yang melihat yoga sudah setengah emosi pun segera memasuki mobil dan duduk di sebelah yoga.


Sementara itu


" Non ini pesenan nya "


"Yudah bi masukin mobil, tata yang aman bi gimana caranya biar gak belepotan atau ancur ya? " Perintah aline pada pelayan nya.


Lalu aline terlihat mengetik sesuatu di hp nya


Steve lu sama yoga udah jalan belum? ~ Aline


Udah! ini udah di jalan. Gue berempat sama cindy dan lian juga ~ Steve


*******


Sementara di mobil yoga, cindy terus saja memaki-maki steve yang selalu memanfaatkan keadaan untuk mendekati cindy dan menggodanya. Sementara yoga memilih fokus menyetir. Sesekali yoga melirik ke arah lian yang terlihat memejamkan matanya dan menguap berkali-kali. Kenapa dia terlihat sangat mengantuk dan lelah? kantung matanya bahkan menghitam? yoga bergumam sendiri dalam hati.


" Eh yo lu ngasih kado apa buat si aline? " Cindy bertanya pada yoga.


" Gak ngasih kado apa-apa, gue dateng aja udah hadiah besar buat dia. " Yoga menjawab dengan PD nya.


" Kok kamu gak nanya aku sayang? " Steve memasang wajah cemberut pada cindy.


" Bodo amat " Jawab cindy ketus.


" Lian " Cindy mencoba memanggil lian namun tidak ada jawaban.


" Molor dia! " Ujar yoga menimpali " Heran kayak anak kecil aja baru jalan udah ketiduran " Tambah yoga mengejek lian yang bahkan tidak mendengar nya karena tertidur pulas.


" Biarin aja sih yo jangan di ganggu, dia tuh kecapek an tau semalaman gak tidur " Ucap cindy keceplosan. kemudian tersadar dan langsung membekap mulut nya. Aduuuuu kebiasaan sih ini mulut rem nya blong. Cindy kembali mengutuki dirinya sendiri.


Yoga mengerutkan alisnya mendengar ucapan cindy, menatap cindy yang menutup mulut nya dari kaca depan.


" Kecapek an? emang nya dia pekerja malam apa ampek gak tidur semalaman? " Steve pun menimpali perkataan cindy.


" Berisik lu! " Ucap cindy membalas perkataan steve " Udah ah gue mau tidur juga. Gue juga ngantuk sebenernya semalem main mobile legends " Ucap cindy mencoba menutupi kesalahan nya tadi.


" Wah kamu main ML sayang? Jangan-jangan lian juga begadang buat main ML " Ucap steve pada cindy.


" Diem!! Jangan ganggu gue. Gue mau tidur " Ucap cindy sedikit lega karena steve masuk kedalam jebakan nya.


Tapi tidak dengan yoga. Gue makin curiga sama mereka berdua! pasti ada sesuatu yang di sembunyiin lian. Keliatan banget cindy selalu berusaha bantuin lian buat nutupin sesuatu. Emang gue **** orang main mobile legends kok kecapek an? Batin yoga dalam hati.


Setelah menembus kemacetan kota selama 2 jam melalui tol selama 1 jam lebih yoga pun menepikan mobil nya di sebuah caffe di pinggir jalan yang lumayan jauh dari kemaraian kota.


" Kita makan siang dulu yukk, Udah hampir jam 2" Kata yoga kepada teman-teman nya.


" Kuy lah, gue juga udah laper banget " Cindy menjawab dengan semangat.


" Woy bangun woy " Yoga menggoyang-goyangkan bahu lian.


Lian pun membuka matanya.


" Udah sampe ya? " Tanya lian dengan muka bantal nya.

__ADS_1


" Udah, cepet turun! " Perintah yoga


Lian pun turun dari mobil dan memandang bangunan di depan nya dengan heran.


" Katanya cindy ngadain acara nya di villa? Ini kok kita malah ke caffe kecil ini cin? " Lian bertanya pada cindy yang sudah berdiri di sampingnya dengan keheranan.


" Kita emang belum sampai ke villa aline li, yoga ngerjain lu doang. Kita kesini mampir makan doang! yuk ahh gue laper " Ujar cindy pada lian.


Setelah selesai makan mereka kembali meneruskan perjalanan mereka. Kali ini Steve yang menyetir, Yoga dan lian pindah ke belakang. Tentu saja awalnya cindy menolak untuk ikut steve duduk di depan, tapi yoga mengatakan dia ingin tidur dan di depan dia tidak akan bisa tidur akhirnya jadilah posisi mereka kembali seperti tadi hanya berbalik depan belakang saja.


Lian yang masih mengantuk pun segera menyandarkan kepalanya dan tertidur, membuat yoga menggeleng-gelengkan kepala melihatnya. Ini sih bukan ngantuknya orang abis maen game semaleman, ini lebih ke ngantuknya kuli bangunan yang kerja malem.


Setelah melanjutkan perjalanan selama 1 jam mereka pun tiba di villa keluarga aline yang terletak di puncak sebuah pegunungan Setibanya disana terlihat teman-teman mereka yang lain sudah sampai, bisa dilihat dari mobil-mobil yang berjejer di parkiran.


Cindy yang terbangun dari tidur nya karena di bangunkan oleh steve pun menoleh ke belakang untuk melihat lian, tapi cindy di buat melotot hingga rasanya matanya akan mencelos keluar dengan pemandangan yang di lihatnya.


" Wah sebuah pemandangan yang langka. " Ujar steve yang segera mengeluarkan ponsel nya dan memotret moment itu. Lian dan Yoga terlihat tertidur sehingga tidak sadar dengan posisi mereka saat ini. Lian menyenderkan kepalanya di bahu yoga dan yoga pun menyenderkan kepalanya di atas kepala lian yang ada di bahunya.


Melihat steve yang memotret lian dan yoga cindy pun tersadar dari kebengongan nya.


" Heh ngapain sih lu? Motoin mereka? hapus enggak? " Cindy berujar sambil memukul kepala steve.


" Awwwww apaan sih sayang? Sakit tau sayang " Steve memekik keras menerima perlakuan cindy. Yang membuat yoga dan lian tersadar mendengar teriakan steve.


Yoga yang ingin memaki steve karena mengagetkan nya pun mengurung kan niat nya setelah menyadari posisi nya dan lian.


" Hey lu nyari-nyari kesempatan banget ya? biar bisa tidur di bahu gue." Pekik yoga sambil menjauhkan dirinya dari lian.


" Gue gak nyari-nyari kesempatan! Gue gak sadar ketiduran dan naruh kepala di bahu lu." Ujar lian mengurucutkan bibirnya.


" Alesan aja, pasti lu sengaja pura-pura tidur dan sengaja ngedeketin gue! " Tuduh yoga lagi pada lian.


" lu ini kenapa sih hobby banget mojokin gue? lagian tadi lu juga naruh kepala lu diatas kepala gue. " Lian yang geram pun membalas pada yoga.


" Hei hei kalian ni kenapa malah jadi ribut sih? kalian tadi tuh sama-sama menikmati dan tertidur pulas. Artinya kalian berdua sama-sama nyaman berdekatan, jadi gak usah saling menyalahkan. " Ujar steve pada lian dan yoga yang sibuk berdebat.


" Diem lu, lagian lu ngapain gak ngasih tau gue kalau dia ngedeketin gue " hardik yoga pada steve.


" Yeeeee gue mana tau gue fokus nyetir, kalian bertiga malah ngorok. " Steve berusaha membela dirinya sendiri.


Dok Dok Dok


Tiba-tiba seseorang mengetok kaca mobil yoga membuyarkan perdebatan mereka berempat. Cindy pun menurunkan kaca mobil disebelahnya.


" Heh lama banget sih kalian gak turun-turun? " Ucap daniel menatap mereka dengan heran.


" Ini mau turun. " Kata yoga sambil berlalu turun diikuti yang lain.


" Kemana yang lain? " Tanya steve kemudian.


" Di dalem semua, nungguin lu pada. " Daniel


" Kuy lah masuk " Steve.


Sesampainya di dalam mereka melihat teman-teman mereka yang sedang berkumpul.


" Yo kok lama sih? " Aline menghampiri yoga.


" Tadi si steve nyetirnya pelan kayak anak SMA baru belajar nyetir " Ucap yoga melimpahkan semua pada steve.


Steve yang mendengar ucapan yoga pun hanya cuek dan enggan berdebat dengan yoga.


Yaudah yuk gabung sama yang laen.


" Guys " Teriak aline pada teman-teman mereka yang tengah asik dengan kegitan mereka masing-masing " Karena udah pada dateng sekarang gue mau ngasih tau kegiatan kita! jadi sekarang lu pada bisa pada mandi, gue udah atur kamar kalian! 1 kamar isinya 2 orang. Nanti malem sekitar jam 9 gue adain pesta ulang tahun di kolam renang belakang kalian harus dateng pakai gaun kayak yang udah gue kasih info di grup wa. Terus 1 jam dari sekarang gue sediain cemilan dan teh di taman samping ya? ini kertas yang isinya denah kamar dan room mate kalian. " Ucap aline membagikan kertas-kertas di tangan nya pada teman-teman nya.


Cindy dan lian yang mengetahui mereka sekamar dan letak kamar mereka pun segera menuju ke kamar mereka untuk mandi dan istirahat sebentar.


" Wah udara nya enak banget ya li? ini sih gue betah. " Ujar cindy pada aline.


" Lu sih betah. Gue enggak soalnya kalau disini mulu gue mau dapet duit dari mana! " Ujar lian menimpali.


" Hehehhehe " Cindy hanya menjawab lian dengan cengengesan.


" Gue mandi dulu ya? kita gantian " Lian


" Oke " Cindy


~


"Bi tolong tata kue-kue ini di meja yang udah di siapin ditaman belakang ya? " Aline memerintah kepada pelayan yang ada di villanya.


" Iya non " Ucap pelayan itu sembari mengambil kardus-kardus kue di tangan aline.


Its show time batin aline tersenyum licik.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2