Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
25. Strategi Mematikan


__ADS_3

Setelah jam kuliah berakhir. Aline menarik tangan Lian sembari berteriak kencang agar bisa di dengar oleh semua orang di ruangan itu.


" Hei semua, Lian sama Yoga jadian loh!!! Gimana kalo kita minta mereka traktir kita semua? " Seru Aline.


" Waahh Selamat ya Lian, Yoga. " Ujar salah satu teman mereka.


" Iya selamat. Setuju sama Aline teraktiran dong. " Yang lain nya ikut menimpali.


" Wohoooo.... Kuy lah traktiran. " Daniel pun ikut antusias menimpali.


Lian yang masih terkejut karena di tarik oleh Aline yang juga mendengar kata-kata Aline pun hanya bisa terbengong.


" Eh Aline apa-apaab sih? " Sahut Cindy menimpali.


" Loh? Kenapa Cin? Gue kan cuma minta traktir Cin? " Aline


" Ya elah timbang makan doang pakek minta traktir! " Tukas Cindy.


" Bukan masalah makanan nya Cin, tapi momentnya. Kita ikut seneng dong temen kita jadian! Iya kan guys? " Aline kembali memprovokasi.


" Iya bener tuh kata Aline. Kita kan cuma mau ikutan ngerayain kebahagiaan Yoga sama Lian. " Teman-teman mereka pun mendukung Aline.


" Oke! Traktir doang ini kan? Gue traktir kalian semua hari ini. " Yoga angkat bicara.


" Sip gitu dong! " Seru Steve riang.


" Oke kalian mau traktir apa nih? Dimana? Tentuin aja. " Yoga


" Di Caffe lu aja Yo! " Ucap Steve.


" Ihhhh di caffe Yoga sih gratis dong. Jangan ah!! " Aline menanggapi ucapan Steve. "Gimana kalau kita cari ke restoran X aja, disana kan kita bisa pilih room yang buat rame-rame terus bisa sekalian karaokean lagi. " Aline memberi ide.


Lian membelalakkan matanya mendengar ucapan Aline. Bagaimana mungkin dia akan pergi ke Restoran X, bisa habis dia.


" Aduh jangan ke Restoran X deh, gue gak pengen makanan jepang. " Sambung Cindy cepat.


" Bukan nya lu suka banget makanan jepang Cin? " Tanya Yoga heran.


" Eh?? ah gue....."


" Yaudah ke Restoran X aja deh kita, bener kata Cindy disana kita bisa booking VVIP Room yang gedde yang bisa buat rame-rame sama yang ada Karaoke nya. " Ujar Anggi salah satu teman kelas mereka.


" Bener tuh! yang paling penting tuh ada Shake!! " Yang lain menimpali tak kalah antusias.


" Yaudah deal!!! Kita ke Restoran X. " Ucap Yoga memotong perdebatan teman-teman nya.

__ADS_1


Aduuuuu gimana ini? Lian mulai gelisah, keringat dingin mengucur di dahinya.


" Eh tapi Yo gue kayaknya...." Cindy mencoba mencari celah namun belum sempat dia meneruskan kalimatnya Yoga segera memotongnya.


" Eittss gak ada yang boleh balik duluan, apalagi lu Cin! Lu kan sahabat Lian dan sepupu gue jadi lu wajib ikut. Titik!!! " Yoga


" Yaudah kuyy langsung ke Restoran X aja. " Steve


" Yaudah yukk. " Yoga


Lian masih mematung di tempatnya, dia merasa gelisah dan bingung. Aku harus gimana nih? udah gak masuk kerja, terus makan di situ lagi. Lian menggigit bibir bawahnya.


Semua ekspresi Lian itu tidak luput dari penglihatan Aline. Hahaha liat aja kejutan gue Lian. Aline tertawa bahagia dalam hati.


" Sayang!! " Entah sejak kapan Yoga sudah berada di dekat Lian, memandanginya dengan seksama. " Kamu kenapa? kok bengong? " Tanya Yoga pada Lian.


" Eh, enggak kok gapapa. " Ucap Lian seraya berusaha menetralkan ekspresinya. " Sayang, Emm " Lian bingung harus seperti apa mengatakan pada Yoga.


" Kenapa sayang? " Tanya Yoga heran.


" Ehh gapapa sayang. " Lian mengurungkan niatnya untuk berbicara karena sadar disana masih ada Aline,Cindy dan beberapa teman mereka yang belum beranjak keluar.


" Yaudah yukk, temen-temen udah banyak yang nunggu di luar. " Ujar Yoga.


" Eh sayang aku ikut mobil Cindy ya? " Lian menatap Yoga meminta persetujuan.


" Tapi say..." Lian


" Shut udah aku gak mau denger bantahan. Ayo. " Yoga melingkarkan tangan nya di pinggang Lian dan membawanya keluar dari kelas.


Aline mengepalkan tangan dengan sangat erat, tidak peduli bahwa telapak tangan nya sudah terluka karena kukunya yang panjang.


" Aduuuuh gimana nih? " Cindy bergumam pelan.


" Kenapa Cin? " Aline menoleh kearah Cindy dan melemparkan pertanyaan.


" Ah gapapa kok. " Cindy langsung berlalu dengan cepat mengikuti Yoga dan Lian.


Liat aja Berlian, kali ini gue gak mau gagal lagi. Aline bergumam sendiri, seringai licik muncul di bibirnya.


~


Di dalam mobil dalam perjalanan menuju Restoran X. Lian dan Yoga berada dalam satu mobil hanya berdua, karena teman-teman meraka hampir semuanya membawa mobil sendiri ke kampus jadi mereka semua berangkat terpisah ke Restoran X.


" Kenapa sih sayang? Kok kamu kayak ada yang di pikirin gitu? gelisah banget? " Yoga bertanya heran ke arah Lian.

__ADS_1


" E-enggak kok sayang aku biasa aja. " Timpal Lian.


" Tapi dari tadi kamu ngeliatin Hp muluk!! Terus pokoknya aneh deh sayang kamu. " Ucap Yoga tak percaya.


" Aneh gimana sih sayang? " Lian berusaha menjawab setenang mungkin agar tak membuat Yoga curiga.


" Ya aneh sayang, kamu keliatan banget gelisah! " Yoga


Lian memang memandangi Hp nya karena dia meminta salah satu teman nya yang bershift malam agar menggantikan nya, dan juga tak lupa Lian juga sudah mengirimkam pesan kepada manager Restoran X untuk meminta ijin. Tapi kedua orang yang di kiriminya pesan belum ada yang menjawab pesan nya.


" Enggak kok sayang!! Aku agak gak enak aja sama Aline, aku tau dia cemburu sama aku. " Lian


" Ya ampun sayang, kan tadi Aline malah yang ngumumin sama temen-temen semua kalau kita jadian. Aku kan udah pernah bilang sama kamu, aku udah anggep Aline itu saudaraku sendiri. Dan aku yakin dia juga gitu!! Jadi semarah apapun dia, pasti nanti baik lagi. Jadi kamu tenang aja ya? " Yoga megulurkan tangan nya mengelus pelan kepala Lian.


Lian memandang kearah Yoga dan berusaha tersenyum manis.


" Ehh iya sayang, kamu emang lagi gak bawa mobil ya tadi?? " Yoga tiba-tiba melemparkan pertanyaan yang membuat Lian semakin bingung.


" Eh i i-iya sayang. Tadi dianter. " Jawab Lian. Sama ojek online sayang. Tambahnya dalam hati.


" Ooohhhh bagus deh. " Kata Yoga sambil tersenyum kearah Lian.


Yoga meraih tangan Lian, menautkan jemari mereka menggenggam erat tangan Lian. Menciuminya dengan hangat.


Ya ampun Yo, gimana nanti kalau kamu tau semuanya. Aku takut yo!! Aku takut kamu gak mau terima keadaan ku yang sebenarnya dan akhirnya akan pergi dari aku. Lian menatap kearah Yoga dengan tatapan sendu.


Sementara itu di mobil Aline


Aline berada di mobil nya bersama Anggi. Anggi adalah salah satu teman kelas mereka yang juga menyukai Steve. Tapi karena Steve menyukai Cindy jadi Steve tidak menerima Anggi, membuat anggi membenci Cindy dan semua yang berhubungan dengan nya termasuk Lian.


" Nanti kalau gue udah ngomong gitu, lu langsung lakuin yang gue bilang tadi. " Ucap Aline pada Anggi.


" Sip Line, beres pokoknya. " Balas Anggi.


Mereka berdua tertawa senang merasa akan sangat menyenangkan menjalan kan rencana mereka nanti.


" Biar ****** dua perempuan sok cantik itu. " Ucap Anggi kemudian.


" Liat aja Lian pertunjukan akan segera di mulai. " Aline tersenyum puas.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2