
" Maafkan aku. Aku tidak bersikap layaknya seorang kekasih di hadapan teman-teman kita karena aku takut cewek-cewek gak jelas itu musuhin kamu! kamu kan tau kekasihmu ini banyak fansnya. " Yoga masih sempat-sempatnya narsis.
Lian memandang kedalam mata yoga lekat, terlihat kesungguhan yang memancar disana. Sekali lagi lian menenggelamkan dirinya dalam pelukan yoga.
Yoga mecium puncak kepala lian membuat lian memejamkan mata menikmati perlakuan manis yoga.
" Sayang, jangan pernah kayak gitu lagi ya? aku bisa gila liat kamu sama cowok lain! apalagi tadi eky megang-megang kamu gitu. " Ucap yoga kemudian.
" Maaf " Lian menundukan kepalanya karena merasa bersalah pada yoga. Yoga pun langsung mengangkat dagu lian dan mengecup bibir lian. Cup
Muka lian memanas dan bersemu merah, ini adalah ciuman kedua lian setelah tadi sore yoga merenggut ciuman pertama. Lian tersenyum tersipu malu memikirkan nya.
Yoga yang melihat muka lian yang bersemu merah pun tersenyum jail.
" Perasaan tadi blush on mu gak semerah ini yang? " Ledek yoga pada lian.
" Kamu..... " Seru lian manja seraya mencubit pelan perut yoga.
" Awwww... sakit yang. " Yoga berseru kesakitan.
" Biarin. " Lian mecebikkan bibirnya. " Ehhh yo aku kayaknya pengen pulang deh. " Sambung lian kemudian mengutarakan keinginanan nya.
" Apa? kamu panggil aku apa? " Yoga memelototkan matanya pada lian. " Masak manggil pacarnya yo? "
" Terus apa dong? " Lian
" Sayang kek, beb kek, honny kek, apa kek yang romantis yang. " Yoga
" Iya yaudah sayangku " Lian
" Nah gitu dong. " Yoga tersenyum senang mendengar panggilan lian untuknya. " Ehh tadi kamu bilang apa yang? mau pulang? "
" Iya kayak nya aku mau ngajak cindy pulang aja deh yo, aku beneran udah gak nyaman disini. " Lian menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
" Kenapa sayang? apa karena aline nempelin aku terus ya? apa kamu mau kita umumin hubungan kita sama semua orang? " Yoga
" Emmmm enggak kok sayang aku cuma gak nyaman aja pokok nya! gapapa ya aku pulang sekarang aja. Aku males ketemu yang lain lagi sayang. " Lian
" Tapi yang ini udah malem, kamu sama cindy juga gak bawa mobil! dan bahaya juga jalan balik ke kota banyak tempat sepi sayaang " Yoga
" Tapi aku beneran gak nyaman disini. " Lian berkata seraya menahan tangisnya, yoga yang melihat lian berkaca-kacapun merasa tidak tega.
" Yaudah yaudah. Gimana kalau aku temenin kamu sama cindy? tapi kita cari villa lain aja ya disekitar sini. Baru besok pagi kita balik ke kota, soalnya bahaya yang jalanan disini malem-malem gini. " Yoga
" Tapi sayang acara aline gimana? nanti aline marah lagi sama kamu kalau kamu tiba-tiba pulang! terus gimana kalau semua orang curiga kita tiba-tiba ngilang barengan? " Lian
" Kamu gak usah pikirin apa-apa. Soal aline biar aku yang ngomong sama dia! Dan soal temen-temen biarin aja mereka curiga, kalau pun mereka tau aku juga gak masalah!! Kalau seandainya ada yang gangguin kamu aku patahin leher mereka. " Ucap yoga tegas membuat lian terharu sekaligus takut, bagaimana kalau yoga tau tentang keadaan lian yang sebenarnya! apa yoga akan tetap bersikap manis seperti ini kepadanya?
" Sayang...kok malah bengong sih? " Yoga membuyarkan lamunan lian.
" Eh iya , Enggak kok " Ucap lian karena terkaget.
Yoga yang gemas dengan tingkah lian pun langsung mencium pipi lian, kemudian segera beralih pada bibir lian. Lidah yoga menjelajahi setiap rogga mulut lian, mereka saling membalas ciuman, saling menggigit kecil. Sampai akhirnya saling melepas karena sudah kehabisan oxygen.
" Yaudah kamu hubungin cindy gih, aku mau hubungin steve dulu. " Yoga memerintah pada lian.
" Tapi hp aku di cindy ." Lian
" Yaudah kamu duduk dulu aku telpon steve dulu biar steve kasih tau cindy. " Yoga
Yoga kemudian meraih hp yang berada di saku celananya, menghubungi steve dan memerintahkan steve membawa cindy ke kamarnya. Tak lama steve dan cindy pun datang.
" Lian! " Pekik cindy saat melihat lian. " Gue nyariin lu tau gak dari tadi muter-muter ke kamar, ke taman kemana-mana"
" Sorry cin, tadi gue gak sempet manggil lu" Lian
" Yo thanks ya? untung tadi lu nolongin lian. Kalau gak pasti lian jadi tontonan gratis disana! si eky lagian kesambet apaan sih? jadi aneh gitu. " Cindy
__ADS_1
" Em " Jawab yoga singkat.
" Cindy kita pergi dari villa ini yukk, gue udah gak nyaman disini. " Lian
" Yaudah deh gue juga udah gak nyaman disini! apa gue minta supir jemput kita aja ya? " Cindy menawarkan ide pada lian.
" Gak usah! kalian bareng gue aja. Gue juga ikut cabut. " Yoga menyela ucapan cindy.
" Hah? serius yo? tapi bukan nya lu tamu spesialnya si aline? nanti aline ngamuk loh!! " Cindy
" Gampang lah itu, udah lu sama lian siap-siap aja terus tunggu gue. Nanti gue ke kamar kalian. " Titah yoga pada lian dan cindy.
" Oke deh! kita balik ke kamar dulu yo. " Ucap cindy. Lalu cindy dan lian pun meninggalkan kamar yoga.
" Steve gue nemenin mereka cabut! lu nanti sampe'in sama aline ya? bilang aja mama cindy nyuruh gue nemenin cindy balik. " Yoga berbicara pasa steve sepeninggal cindy dan lian.
" Gue ikut deh yo. Males ah gue kalau diamukin aline sendiri! sama-sama dia ngamuk mending gue ikut kalian aja! Nanti kita jelasin sama aline bareng-bareng deh, gak ada gue gak ngaruh ini. " Steve
" Ya serah lu deh! kalau gitu cepet kemasin barang lu. Keburu malem banget nanti anak-anak pada liat kita bisa ditahan kita, ribet urusan nya. " Yoga
Sementara itu aline yang merasa yoga terlalu lama berada di dalam bersama lian pun hendak menyusulnya kedalam tapi langkah nya terhenti karena teman-teman nya memintanya untuk bersulang.
" Udah deh line gak usah nunggu yoga! iya kalau yoga mau, kalau dia gak mau bisa berantakan acara lu. Kita kan tau gimana yoga. " Daniel berusaha membujuk aline, dengan perasaan kesal aline terpaksa menyetujui ucapan daniel dan mengurungkan niat untuk pergi.
Awas aja lu lian! liat aja lu gue bakalan bongkar semuanya nanti. Lu udah bikin acara gue berantakan! rencana gue ancur. Aline yang merasa rencana nya gagal pun semakin membuat kebencian nya pada lian bertambah. Padahal malam ini aline sudah menyiapkan suatu rencana untuk membongkar rahasia lian tapi gara-gara yoga membawa lian pergi rencana aline jadi harus di tunda. Untuk apa kalau tidak ada yoga dan lian semuanya tidak akan sempurna pikir aline. Ditambah lagi steve dan eky ikut-ikutan menghilang entah kemana.
Padahal gue mau bikin dia liat kalau cuma gue yang pantes dapetin perhatian yoga, Dan gimana berartinya gue buat yoga. Tapi malah yoga belain tuh cewek ampek gondok-gondokan sama eky. Si eky juga ngapain sih dansa sama tuh cewek? dan yoga ngapain coba harus marah? eeeehhh kessell kessell kesseeelll....Liaaaaan lu bukan lawan gue, lu harus gue singkirin secepatnya.
.
.
.
__ADS_1
.