Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
16. Kerikil penghalang


__ADS_3

Acara pesta ulang tahun aline di rayakan di area kolam renang yang luas dengan tema outdoor. Tidak terlihat orang tua aline yang hadir karena orang tua aline sedang berada di amerika untuk mengurus masalah di cabang perusahaan mereka disana. Tentu aline sudah merengek agar kedua orang tuanya pulang tapi karena memang sedang ada masalah yang membuat mereka tidak bisa pulang. Akhirnya mereka hanya membujuk aline, mengirim uang dengan jumlah yang sangat banyak dan berjanji akan memberikan apapun yang aline minta sebagai hadian ulang tahun. Membuat aline berhenti memaksa orang tuanya.


Dan karena kebetulan juga aline mempunyai sebuah rencana, makanya aline mengatur ulang tahun nya sedemikian rupa.


Seluruh teman aline terlihat telah berkumpul di tempat acara, tak terkecuali lian dan cindy. Malam itu lian memakai gaun hitam selutut yang bertali bahu kecil dengan aksen beberapa kancing putih yang berderet dari atas kebawah di bagian depan nya. Lian menggunakan make up natural dengan lipstik berwarna pink yang sangat soft, dia membiarkan rambut belakangnya tergerai dan mengikat kedua sisi depan rambutnya ke belakang dan menyempurnakan penampilan nya dengan menyematkan pita besar yang berwarna senada dengan gaun nya di sana. Walapun penampilan nya yang paling sederhana diantara semua teman-teman nya tapi lian terlihat sangat cantik.


Beberapa teman nya terlihat mengagumi penampilan lian malam itu, begitu pun dengan yoga yang sejak tadi memandang lian dari jauh. Lian bukan tidak menyadari tatapan yoga yang tertuju padanya hanya saja dia masih kesal karena sikap yoga tadi sehingga dia memilih untuk pura-pura tidak tau dan malah asik memainkan hp nya. Yoga yang melihat lian sibuk dengan hp nya pun mengirimkan nya sebuah pesan.


*Kau sangat cantik malam ini. 😘 ~ Yoga


Terimakasih. ~ Lian


Apa kau tidak berniat memuji balik kekasihmu? ~ Yoga


Aku tidak punya kekasih. ~ Lian*


Yoga yang membaca pesan lian itu berdengus kesal. " Aahhh awas aja. " Yoga menggerutu kearah hp nya.


" Ngape lu? Sarap lu yak. " Steve berkata kearah yoga dengan tatapan keheranan. Tapi jangan kan membalas kata-kata steve yoga bahkan tidak sadar jika steve berbicara kepadanya, Karena kini pikiran nya hanya tertuju pada lian.


*Kok kamu ngomong gitu sih sayang? jadi kamu gak nganggep aku nih? ~ Yoga


Emangnya kamu nganggep aku? ~ Lian


Lah aku nganggep kamu lah sayang? Kan aku udah bilang kamu pacar aku. 💚 ~ Yoga


Kalau kamu nganggep aku pacar kamu gak mungkin ninggalin aku gitu aja tanpa pamit kayak orang gak kenal tadi sore, dan sekarang kamu malah lebih milih kirim text dari pada nyamperin aku. ~ Lian*


Sebenarnya yoga ingin membalas pesan lian tapi aline memanggilnya. Membuat yoga harus beranjak dan mengurungkan niatnya.

__ADS_1


~


Pesta ulang tahun cindy di mulai dengan nyanyian dari semua orang di tempat itu dan aline meniup kue ulang tahun seperti pesta ulang tahun pada umumnya. Lalu dilanjutkan pemotongan kue.


Aline meletakkan potongan pertama kue ulang tahun nya di sebuah piring kecil, mengambil sedikit potongan dengan garpu lalu menyodorkan kue itu ke mulut yoga.


Yoga yang melihat aline memberikan suapan kue pertama nya kepada nya merasa canggung dan melirik ke arah lian. Yoga merasa sedikit tidak risih padahal hal itu memang selalu di lakukan aline di setiap pesta perayaan ulang tahun nya, bila orang tua aline hadir dalam acara ulang tahun nya maka yoga akan menjadi orang ketika yang menerima suapan aline. Tapi ntah kenapa kali ini yoga merasa tidak enak.


" Yo " aline memanggil yoga yang terlihat tidak bergeming. Dengan terpaksa yoga membuka mulutnya dan menerima suapan dari aline.


Lian menunduk kan kepalanya, menyembunyikan matanya yang sudah di penuhi genangan air mata. Lian berusaha sekuat tenaga agar tidak menangis, hatinya terasa ter iris melihat yoga yang bisa terang-terangan memperlihatkan kedekatan nya dengan wanita lain di depan semua orang. Sedangkan dirinya bagaikan kekasih yang tak dianggap.


Pesta di lanjutkan dengan acara dansa. Tentu saja aline tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengajak yoga berdansa. Awalnya yoga ingin menolak ajakan aline tapi yoga merasa tidak enak melihat aline kecewa. Yoga memang menganggap aline seperti saudaranya sama halnya dengan steve,daniel dan eky. Mereka memang sangat dekat, persahabatan mereka di mulai sejak mereka masih kecil dan itu terjalin tentu saja karena kedekatan keluarga mereka berlima yang sama-sama keluarga terhormat dan kaya raya.


Lian memperhatikan aline dan yoga yang sedang berdansa dengan perasaan berkecamuk, lian tau sejak dulu yoga sangat lengket dengan aline dan ke tiga sahabatnya yang lain. Tapi tentu saja dibanding yang lain yoga paling dekat dengan steve.


Lian memegang dadanya yang terasa sakit dan teriris. Lian tidak buta dia sangat tau dan melihat dengan jelas kalau aline memiliki perasaan lebih dari sekedar sahabat pada yoga. Sikap aline pada steve,daniel dan eky sangat berbeda dengan sikapnya pada yoga.


" Hai " Eky berkata sambil duduk di hadapan lian. Sedangkan cindy saat ini sedang sibuk dengan makanan di tangan nya.


" Ehhh eky? " Lian


" Ngapain bengong disini ngeliatin cindy makan? " Eky


" Gak bengong kok ky, cuma bingung aja mau ngapain. " Lian


" Gak tau tuh si lian, diajakin makan gak mau. " Ucap cindy dengan mulut penuhnya.


" Cin cin untung aja pencernaan lu kagak normal, kalau gak di badan udah kayak apa an tau " Eky berbicara seraya menggeleng-gelangkan kepalanya melihat kelakuan cindy.

__ADS_1


" Enak aja lu pencernaan gue bermasalah, gue sehat wal afiat tau. " Balas cindy tak terima dengan ucapan eky.


" Serah lu dah cin. Eh lian kita dansa yukk?? " Eky berkata sambil mengulurkan tangan nya ke arah lian.


" Eh ah?? aduh sorry ky gue gak begitu suka dansa. " Lian menolak halus ajakan eky, dia teringat ucapan yoga tadi.


" Yaaaaahhh " Eky menurunkan tangan nya dengan kecewa.


Melihat hal itu cindy menyepak kaki lian.


" Awwwww " Lian mengaduh karena kesakitan.


" Cindy " Lian berteriak memanggil sahabatnya itu seraya melebatkan matanya.


" Bentar ya ky, gue mau kasih lian pencerahan, lu tunggu sini bentar. " Cindy berkata pada eky seraya menarik lian untuk bangun.


" Lian! lu kok nolak ajakan eky, lu gak liat itu si yoga lagi dansa sama aline mesra kayak gitu. Lu tuh jangan sampai keliatan kayak orang lagi patah hati terus ngemis cinta sama si yoga. Lu gak liat tuh temen-temen pada ngelirik lu sambil bisik-bisik. Pasti lagi ngomongin lu yang engggak-enggak " Cindy menceramahi lian panjang lebar " Lu tau gak tadi pas gue ngambil makanan, si yeska sengaja ngomong gini Si yoga sama aline serasi banget ya? sambik ngelirik-lirik gue. " Sambung cindy lagi.


Lian memikirkan kata-kata cindy seraya memandang yoga dan aline yang masih berdansa di seberang sana, cindy benar dia harus menerima ajakan eky tapi lian bukan bermaksud untuk menunjukkan pada yoga kalau dia tidak mengemis cinta, justru lian ingin mengetes bagaimana perasaan yoga padanya.


" Oke deh, yuk kita ke eky lagi " Lian


Lian dan cindy menghampiri eky yang sedang menanti mereka dengan rasa penasaran.


" Emmmm eky ajakan lu tadi masih berlaku kan? "


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2