Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
29. Gundah


__ADS_3

Keesokan harinya di kampus.


Lian baru saja sampai di depan gedung fakultasnya. Gadis itu berjalan tanpa semangat, tubuhnya bagai seringan kapas mengambang tertiup angin. Pikiran nya ntah kemana, kebimbangan benar-benar melandanya. Aku harus pergi dari rumah itu. Dan aku akan jujur pada Yoga bagaimanapun respon Yoga nanti aku harus menerimanya! Tapi kemana aku harus pergi? Apakah aku harus mencari tempat kost? Untuk makan sehari-hari dan biaya kuliah di kampus mahal ini saja aku kerepotan. Apalagi kalau harus di tambah dengan mencari tempat kost!! Lian menghela nafas panjang.


BUK !! " Awwww....." Lian terpental, membuat pantatnya mendarat dengan kasar di aspal jalanan kampus.


" Sayang!!!! Kamu gapapa? " Yoga segera meringkuk mensejajarkan diri dengan Lian, menunjukkan wajah penuh kecemasan nya.


" A-aku gapapa kok!! " Lian meringis kecil.


" Gak sakit tapi meringis-ringis gitu!!! " Yoga membantu Lian berdiri.


" Gapapa kok!! " Lian


" Serius??? " Yoga memandangi Lian dengan instens.


" Iya!! " Lian balas menatap mata Yoga.


" Kamu udah sarapan??? " Yoga


" Udah kok!! Emmmmm sayang aku mau ngomong sesuatu sama kamu! Kamu ada waktu gak? " Tanya Lian pada Yoga.


" Tentu ada dong sayang!!! Mau ngomong sekarang? Atau nanti? Apa kita ke taman dulu aja sekarang? " Yoga


" Ehhh Yoga!!!! " Tiba-tiba Aline datang membuyarkan obrolan Lian dan Yoga.


" Eh Line!!! " Balas Yoga singkat.


" Yo gue ada mau ngomong sesuatu nih sama lu! " Ucap Aline kemudian.


" Apa ? " Yoga


" Tapi berdua Yo!! " Aline melirik sekilas ke arah Lian.


" Santay aja! Lian ama gue sama aja kali. Dia kan cewek gue. " Balas Yoga dengan santai nya.


Membuar Aline sedikit kesal dan memutar pandangan nya kearah Lian.


" Lian, gue ada perlu sama Yoga pribadi!! Gapapa kan? " Aline berkata penuh penekanan kearah Lian, yang bermaksud mengancam.


" Tapi Line, gue juga ada perlu dikit sama Lian! Gimana kalau nanti aja pulang kuliah lu ngomongnya? " Yoga


" Eh gapapa sayang!! Kamu ngomong aja dulu sama Aline. " Lian mencoba meyakinkan Yoga.


" Gak bisa gitu sayang, kan tadi kamu duluan yang mau ngomong sama aku. " Yoga kekeh dengan kemauan nya. " Kalau mau ngomong aja disini Line. " Sambungnya lagi kearah Aline.


" Huh! Yaudah deh. Bokap gue balik hari ini. Dia ngundang lu dateng ke rumah buat makan malam bareng. " Ucap Aline kemudian, pasrah dengan kekalahan nya.

__ADS_1


" Oke deh nanti gue dateng bareng Steve, Daniel dan Eky juga. Jam berapa? " Tanya Yoga.


" Eh tapi....."


" Apanya yang jam berapa? Ada acara apa nih? " Tiba-tiba saja Steve yang memang selalu seperti hantu muncul.


" Itu Om Charles ngundang kita ke rumah nya makan malam. " Terang Yoga pada Steve.


" Wah...Asyikk!! " Pekik Steve seperti anak kecil.


Aline yang mendengar hal itu kembali melirik tajam kearah Lian. Sialan gara-gara cewek sinting ini rencana gue gagal. Gapapa nanti lu akan terima akibatnya. Aline tersenyum sinis.


Satu persatu teman-teman kelas mereka berdatangan hingga mereka larut dalam perbincangan ringan diselingi oleh candaan seperti biasa. Membuat Yoga lupa jika Lian ingin berbicara kepadanya.


Lian yang tidak enak dan merasa akan menimbulkan kecurigaan teman-teman nya pun diam saja dan tidak mengingatkan Yoga, sampai Cindy datang dan menarik Lian menjauh dari kerumunan itu.


" Lian!! Lu tuh kemana sih kemaren? bikin orang khawatir aja!! " Cindy sudah siap untuk mengeluarkan jurus omelan nya sesaat setelah berdua saja dengan Lian.


" Huuufftt!!! Ceritanya panjang Cin. " Lian menghela nafas, matanya mendadak sayu.


" Ceritain aja!! Buruan nanti keburu lu di sabotase Yoga! " Ujar Cindy kemudian.


Lian pun menceritakan kepada Cindy apa yang terjadi kemaren secara garis besar nya saja.


" Apa???? Jadi si Wiguna jual itu rumah ke Aline??? " Cindy seakan tak percaya mendengar penuturan sahabatnya. Lian hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


" Lian!! lu harus inget lu masih punya gue. Dan untuk masalah rumah gue setuju lu ninggalin itu rumah. Lu tinggal aja sama gue. " Cindy menggenggam tangan Lian erat seakan ingin menyalurkan semangat.


" Makasih untuk niat baik lu Cin. Tapi maaf gue gak mau libatin lu dan terus-terusan ngerepotin lu. Gue udah nyari tempat kost kok, dan gue juga udah ngemasin barang-barang gue. Nanti sepulang kuliah rencananya gue pindah!! " Lian


" Huh!! Gue heran sama manusia laknat satu itu, suka banget sih ganggu hidup lu!! Dia udah rebut perusahaan keluarga lu sekarang bahkan rumah kecil peninggalan mama lu aja dia ambil. " Cindy berbicara dengan berapi-api merasa sangat marah.


" Udahlah Cin! Yang penting sekarang gue harus bisa nyelesaikan kuliah dengan baik biar gue bisa cepet dapat kerja yang bagus dan bisa nabung buka usaha sendiri. " Lian


Mereka mengakhiri perbincangan mereka karena dosen telah datang. Membuat mereka harus masuk kedalam kelas.


2 jam kemudian.


" Sayang!!! " Yoga mendekati Lian yang sedang merapikan barang-barangnya.


" Iya? " Lian tersenyum memandang Yoga.


" Yukkk katanya mau ngobrol?? kita ke caffe aku yukk. Gimana? " Yoga


" Emm boleh sayang! Cin gue duluan ya? mau bareng Yoga! " Lian


" Oke deh!! Lu ati-ati ya? " Cindy

__ADS_1


Setelah berpamitan dan berpelukan dengan Cindy Lian segera keluar bersama Yoga.


Mereka mengendarai mobil Yoga untuk menuju ke caffe milik Yoga.


Saat mobil Yoga baru saja keluar dari parkiran, Yoga yang mencari keberadaan Hp nya tiba-tiba menghentikan mobil mendadak. seorang mahasiswa biasa penerima beasiswa di kampus itu yang sedang mengendarai motor nya tepat berada di belakang Yoga pun, ikut menginjak rem motornya. Namun karena sangat tiba-tiba dan jarak mereka lumayan dekat tabrakan pun tidak bisa terelakkan. Ban depan motor nya menabrak mobil Yoga.


Suara Gubrak membuat Yoga dan Lian terkejut, Yoga menengok ke arah belakang dan mengetahui apa yang terjadi segera turun dan berlari melihat kondisi belakang mobil nya yang tertabrak mahasiswa tadi. Melihat mobil nya yang sedikit lecet di bagian belakang merasa sangat geram.


" Woyyy!!! Lu gak punya mata apa? " Yoga membentak kasar ke arah mahasiswa itu.


" Ma-maaf kak Yoga. A-aku gak se-se sengaja!! Tadi ka ka kak yoga ngerem mendadak. " Ujar mahasiswa itu terbata-bata.


" Ehhhh lu udah salah masih berani balik nyalahin gue lagi! mau cari mati lu!! " Yoga yang tak terima dirinya balik di salahkan pun semakin di buat geram.


" Bu-bukan gitu kak. " Ujar mahasiswa itu semakin gemetaran. Ya siapa yang tak mengenal Yoga di kampus itu! Yoga adalah putra tertua dari Pengusaha terkaya di Kota nya. Dan orang tua Yoga juga adalah salah satu pemegang saham di kampus mereka.


" Makanya lain kali pakai mata. Udah tau ada mobil gue pakek kebut-kebut an lagi lu! Pakek motor butut aja belagu lu. Lu anak besiswa kan? Pakaian lu kucel gini. " Yoga semakin menjadi, menunjuk-nunjuk mahasiswa yang sudah sangat ketakutan itu.


" Yoga!! Gak usah marah-marah. Dia kan gak sengaja tadi sayang!! Kan kamu yang ngerem dadakan tadi. " Lian yang melihat hal itu pun berusaha membela sang mahasiswa itu karena memang dia tidak bersalah.


" Kamu kok malah belain dia sih sayang? Jelas-jelas dia kebut-kebutan!! " Yoga tak terima Lian membela orang yang sedang dia maki.


" Yoga , Ada apaan sih? " Bagai sebuah film yang telah diatur secara tiba-tiba Aline muncul.


" Nih si anak beasiswa gembel ini, nabrak mobil gue ampek lecet. Mana balik nyalahin gue lagi! " Yoga menjelaskan dengan menggebu-gebu.


" Waahh!! Lu mau cari mati? berani-beraninya lu cari masalah sama Yoga!! " Itulah gunanya Aline, apalagi kalau bukan membuat Yoga makin emosi.


" Ma-ma ma maaf kak!! saya beneran gak sengaja!! " Mahasiswa itu sudah ketakutan, wajahnya pucat pasi dengan keringat bercucuran dimana-mana.


" Enak aja minta maaf, mobil gue lecet!! Bisa lu bayar biaya buat perbaikin. " Lagi-lagi disambut bentakan keras dari Yoga.


" Sayang!! Kamu kok gitu sih? Kasian kan dia sayang, dia udah minta maaf loh!! " Lian


" Kamu apaan sih sayang? Orang-orang kayak mereka ini harus di kasih pelajaran. Udah kuliah gratis ehh masih ugal-ugalan di kampus. " Yoga


" Sayang, kan tadi aku tau kamu yang ngerem dadakan. Udah dong sayang! " Lian


" Lu apaan sih Li? Belain gembel ini? Biasanya cuma orang segolongan yang suka belain temen nya! "


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2