Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
9. Kecurigaan


__ADS_3

" Gila lo yo!! Kasar banget lu sama si lian!! " Seru eky


" Biarin aja, dia itu gak bisa dikasih hati!! gue risih diikutin muluk kayak penguntit!! " Yoga membalas dengan cueknya.


" Emang lu yakin dia ngikutin lu? Bisa aja dia ngikutin gue, steve atau daniel kan?


" Eh ky sukur deh kalau dia ngikutin ellu soalnya gue enek di kejar-kejar muluk!! tapi meskipun ngikutin lu jangan pas ada gue " Yoga


" Emang lu beneran gak ada hati sama dia Yo? Lian tuh cantik banget tau!! banyak yang naksir sama dia " Ujar steve penasaran


" Tapi dia sukanya sama gue walaupun banyak yangg naksir dia!! Sayang nya gue gak tertarik. " Yoga


" Lu masih ngarepin si Steffy?? gila aja cewek pergi bertahun-tahun tanpa kabar masih lu tungguin " Steve


" Berisik lu " Yoga


*******


Lian tiba di rumah dengan perasaan tak karuan dan langsung membaringkan dirinya di kasur nya yang sedikit keras " YOGA " nama yang selalu di pikirkan nya!. Sejak pertama kali mereka bertemu sewaktu SMA lian seakan tak pernah bisa melupakan yoga Kalau yoga tau keadaanku sekarang dia pasti makin menghinaku, Papa...Mama....Lian kangen Lian sangat terluka dengan prilaku yoga tadi. Saat asik dengan pikiran nya tiba2 Hp nya berdering nyaring


" Hallo bu christin "


" Mbak lian apa bisa membuatkan saya risol untuk besok? "


" Besok jam berapa bu? "


" Ya kalau bisa dianter pagi mbak, saya pesen 300 Biji!! besok dadakan ada acara "


" Yaudah bu saya bikinin, kebetulan bahan-bahan nya juga ada tadi saya juga habis bikinin orang risol. "


" Oke mbak besok saya tunggu ya pagi "


" Oke bu "


Lian tersenyum senang Syukurlah setidaknya ada tambahan uang , karena gajian juga masih lama. Lian pun bergegas untuk membersihkan diri dan tidur karena nanti dia harus bangun tengah malam untuk membuat pesanan pelanggan nya, dan besok dia harus ke kampus.


~


Lian menggoyang-goyang kan kepalanya memutar ke kiri ke kanan sambil memijit pelan pundaknya. Sudah jam 7 pagi dan lian sudah selesai bergelut di dapur dan menyelesaikan kuenya. Setelah mandi dan bersiap-siap lian segera mengikat kardus-kardus berisi kue-kue itu menjadi 3 ikatan dan membawanya keluar.


" Ah gue pakai Ojol ajalah, nanti bisa di depan 1 iket " Ucapnya membuka hp dan memesan Ojol.


Tak lama kemudian seorang ojol menjemputnya


" Ke perumahan griya permai nomer 105 ya neng? " Tanya sang pengemudi ojol


" Sip bang , ini taruh di depan 1 bang saya pangku yang laen ya? "

__ADS_1


" Ohhh iya neng " Pengemudi ojol itu mengambil 1 ikatan kardus kue itu dan memposisikannya " Ayo neng "


" Pelan2 aja ya bang!! takut rusak kue orang "


" Sip neng "


*******


" Macet pak? " Ujar aline pada supir nya


" Lampu merah kayak nya di depan non "


" Oooohhh "


Aline memperhatikan jalanan di depan nya sejenak, dia sangat tidak menyukai kemacetan dan bunyi klakson yang bersahut-sahutan karena sangat mengganggu menurutnya.


Kemudian aline mengalihkan pandangan ke samping " Hah?? Itu siapa?? kok kayak gak asing deh " Aline memperhatikan seseorang yang terlihat kerepotan dengan kardus-kardus di tangan nya, gadis itu mengendarai ojek online terlihat dari jaket dan helm hijau yang mereka kenakan. Aline menajamkan penglihatan nya dan membuka kaca jendela mobil nya, perempuan yang di perhatikan aline itu terlihat menoleh untuk memperbaiki kardus yang sedikit melenceng membuat aline sedikit bisa melihat wajahnya " BERLIAN!!! " Pekik aline tak percaya " Apa aku tidak salah lihat?? itu berlian kan? " Aline bergumam sendiri dan mengucek-ngucek matanya. Sayang nya gadis yang di perhatikan nya sudah berjalan terlebih dahulu karena lampu telah berubah menjadi abu-abu ehhh hijau 😁😁 .


Aline terus memikirkan apa yang tadi dilihatnya di jalan, sampai akhirnya dia tiba di kampus. Melihat yoga dan teman-teman nya sedang berkumpul aline tersenyum senang dan menghampiri yoga " Yo " sapanya setelah sampai di dekat yoga.


" Eh line kenapa semalam lu kagak ke cafe yoga? " Tanya daniel


" Bokap gue ada di rumah, jadi nyokap ngelarang gue pergi " Aline


" Tumben bokap lu balik ke negara ini ? " tanya steve


" Auk deh " Steve


" Tuh si eky dateng " Yoga


Terlihat eky yang berjalan ke arah mereka


" Lama banget lu? dandan dulu lu? kayak anak perawan!! " Seru steve meledek eky


" Jalanan macet banget gila!! Kayak nya gue mau beli motor aja biar cepet!! Buang-buang waktu di jalan, gak efisien! " Jawab eky


" Sok efisien lu " Steve


Mendengar eky menyebutkan motor aline pun teringat akan gadis yang mirip dengan Lian dan mengendarai motor di bonceng ojek online tadi. Aline yang sedang tenggelam dengan pikiran nya tersadar karena teriakan Steve.


" Cindy sayaaaaaang " Steve berteriak histeris melihat kedatangan Cindy, Cindy tak sendiri dia berjalan bersama Lian! mereka bertemu di depan.


" Iya kuyaaaang " Jawab cindy


" Masak cakep-cakep gini kuyang sih sayang? " Steve


" Hai lian " sapa eky melihat lian

__ADS_1


" Hai eky " Sahut lian tersenyum, lian beralih menatap steve dan daniel " Hai steve, hai daniel "


" Hai lian " Sahut mereka bersamaan


Lian memandang yoga, namun yoga langsung melengos membuang muka. Melihat itu lian menelan kembali sapaan yang hampir dia lontarkan kepada yoga.


" Hai aline " spa lian pada aline


" Hai lian, lu kok baru sampek? Perasaan tadi di lampu merah lu di depan gue deh " Unar aline pada lian! Lian dan cindy terkejut mendengar perkataan aline apalagi lian hatinya benar-benar berdetak dengan cepat karena dia takut aline melihat nya dengan kardus-kardus tadi. Bukan nya lian malu dengan keadaannya tapi lian tidak mau menjadi bahan Ejekan teman-teman nya yang akhirnya akan menjadikan nya bersedih dan malas ke kampus, Lian hanya berharap dia bisa menyelesaikan kuliah nya dan mendapat pekerjaan yang layak serta hidup tenang seperti dulu lagi.


" Hah? Lu-lu di belakang gue?? " Tanya lian gugup


" Iya tadi gue ngeliat lu sama ojol motor dan lu bawa kardus-kardus gitu kan? " Aline


Glek lian menelan ludahnya Kasar


" Hah ojek online motor?? " Sambung steve tak kalah kaget


" Ngacok deh lu!! " Potong cindy " Lu salah liat kalik " Sambung cindy lagi, cindy tau lian sedang ketakutan dan cindy mencoba membantunya.


" Gue gak salah liat kok, baju Lian ini gue inget persis!! Ya kan lian?" Aline ngotot


Lian tertunduk meremas tangan nya mendengar penuturan aline. Semua itu tak luput dari pendangan yoga yang menatap lian curiga.


" Lu ngapain naik ojol motor? " steve makin kepo


Cindy yang melihat lian terpojokkan pun berniat mematahkan semua pertanyaan mereka.


" Emang kenapa sih kalau naik motor? kan lebih cepet tau bebas macet!! " Cindy berusaha terus melindungi lian


" Setuju !!! Gue baru tadi ngomong gitu kan guys " Eky membenarkan


" Tapi gue inget-inget emang di bulan-bulan belakangan ini gue gak pernah liat mobil lu lagi li " Tanya aline kembali memojokkan lian " Gue juga gak Liat lu dianter sopir dan iya lu juga jarang nongkrong sama kita-kita "


" Eeh aline justru karena lian gak pernah nongkrong sama kita lagi kita jarang Liat mobil lian!! " Eky


" Iya bener !! Lu lagian kepo banget sih sama lian line "


" Gue gak kepo !! Gue cuma nanya aja " Seru aline bengis


" Itu namanya kepo!! Yukk ahhh li kita ke kelas duluan dari pada disini bikin Darting pagi-pagi " Cindy menarik tangan lian untuk meninggalkan mereka semua.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2