Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
20. Kekesalan aline


__ADS_3

Steve melongo mendengar yoga memanggil lian dengan manis. Bagaimana tidak biasanya yoga akan selalu mencaci lian dan menyuruhnya menjauh tapi hari ini tiba-tiba yoga mengatakan kalau lian kekasihnya dan bersikap manis pada lian.


" Huuu sekarang aja yang-yangan, kemaren-kemaren? benci jadi cinta ceritanya. " Steve mengejek yoga


" Diem lu berisik. " Yoga mendelik kesal ke arah steve.


" Yang di bilang steve bener kali yo, dulu kamu kasar banget sama aku. " Lian mencebikkan bibirnya mengingat kelakuan yoga yang dulu selalu kasar padanya.


" Itu kan dulu sayang, sekarang kan kita udah jadian! Kok kamu panggil aku yo-yo? " Yoga


" Dihh tolong ya? dimohon jangan berdrama disini, gue mau makan! " Cindy ikut-ikutan nimbrung.


Mereka pun kemudian melanjutkan makan dengan tenang. Saat hendak kembali ke kamar masing-masing yoga menarik tangan lian.


" Cin, lian sama gue ya? " Yoga


" Ehh " Lian yang merasa terkejut pun hanya sempet ber eh ria.


Cindy memandang yoga dan lian secara bergantian.


" Hmmmm nasib-nasib orang lagi kasmaran. Yaudah deh gue juga mau tidur. " Cindy pun segera masuk kedalam kamar.


" Sayang ngapain sih? nanti mereka kira kita mau ngapain lagi pakek tidur sekamar. Lian


" Yaelah gapapa kalik yang! mereka kan udah tau kita pacaran. Udah ah ayok masuk aku udah ngantuk yang. " Yoga


*********


Villa aline


Setelah pesta ulang tahun cindy selesai, aline yang kesal karena yoga dan lian tidak kembali lagi ke pesta nya pun segera mencari keberadaan yoga di kamarnya.


Tok tok tok


" Yooo...." Tok tok tok " Yooo....Steve...." Tok tok tok.


" Kemana sih? " Aline pun memutuskan untuk masuk kedalam kamar mereka.


Mendapati kamar yoga dan steve yang kosong cindy mengetok kamar mandi yang terletak di dalam kamar itu, ketika tidak mendengar jawaban aline membuka kamar mandi dan lagi-lagi kosong.


Aline keluar dan mengitarkan pandangan nya ke seluruh kamar, dahinya berkerut heran karena tidak mendapati barang-barang yoga dan steve di kamar ini. Aline memeriksa lemari dengan tergesa-gesa, lemari terlihat kosong. Dan dia juga baru sadar kalau rak sepatu di depan pintu masuk juga kosong.


" Yoga sama steve kamana? " Aline bergumam sendiri kemudian menekan tombol ON di hp nya dan menelpon yoga, Tidak ada jawaban. Dia mencoba menelpon steve malah telpon steve tidak aktif.


" Ihhh kemana sih mereka? kok ngilang tiba-tiba? " Aline kemudian terdiam karena teringat sesuatu.


Secepat kilat aline keluar dari kamar yoga dan berlari kecil menuju kamar cindy dan lian.

__ADS_1


Aline segera membuka pintu kamar itu tanpa mengetok terlebih dahulu, dan betapa marahnya dia melihat kamar itu juga kosong. Tidak ada orang di dalam nya dan juga tidak barang-barang yang menandakan kamar itu berpenghuni.


" Aaaarggghhh....Sialan!!!!!! mereka gak mungkin kan pergi bareng!!! LIAAAAAANNNN.... Dasar sial perempuan ****** lu. " Aline berteriak bagai orang gila membanting semua yang bisa dia banting di kamar itu.


" Huuuuuuft tenang aline tenang dulu. Yoga gak mungkin pergi bareng lian!! tapi tadi aja mereka dateng barengan. ueeehhh awas aja lu lian. Mana yoga sama steve gak angkat telpon gue lagi. Gue juga gak punya nomernya si lian. " Aline berbicara sendiri sambil mondar mandir di kamar itu. " Oohh iya cindy. Aline segera menekan nomer cindy dan menelpon nya. " Ayo cindy angkat. "


" Hallo " Cindy


" Hallo cin lu dimana? " Aline


" Gue di kamar! " Cindy


" Kamar mana? " Aline


" Kamar lah, ngapain sih lu? gak ada kerjaan banget malem-malem gangguin orang tidur. " Cindy


" Gue nyariin lu sama lian tapi lu gak ada. Lu dimana? " Aline


" Oh iya lupa gue gak ngomong. Gue sama lian udah cabut dari villa lu line, Sorry! Lagian kemaren lu juga bilang kita boleh datang sabtunya aja atau minggu nya aja. " Cindy


" Iya gapapa. Lu bareng yoga sama steve? " Aline bertanya dengan penasaran.


" Enggak gue sendiri! udah dulu ya line, gue ngantuk banget. " Cindy


" Eh tunggu cin! " Aline


" Lu sendiri? terus lian kemana? tadi lu bilang lu sama lian cabut dari sini? " Aline berkata dengan suara setengah panik. Bukan panik takut lian kenapa-kenapa tapi panik takut lian bersama yoga.


" Iya gue sama lian cabutnya. Tapi gue di kamar sendiri maksudnya. " Cindy menjawab dengan nada setengah emosi.


" Ya maksud gue, lu tadi cabut nya cuma sama lian? atau juga sama steve dan yoga? " Aline


" Ooohh Iya kita cabut ber empat line. Gue kan emang numpang mobil yoga!!! masak iya gue sama lian jalan kaki. " Cindy


" Terus sekarang yoga sama steve dimana? kok gue telponin mereka gak bisa-bisa? " Tanya aline lagi.


" Ya mana gue tau aline....gue kan udah bilang gue sendiri! yoga sama steve gak bareng gue! Udah ah gue mau tidur. Ganggu aja sih lu!! " Klik cindy langsung memutus sambungan telpon nya sepihak.


" Bilang..... Sialan di matiin lagi. " Aline mencoba kembali menghubungi cindy namun tidak di angkat.


" Ueehhhhh nyebellin banget sih? ngapain coba yoga ikut-ikutan meraka pergi. " Aline terus saja memaki-maki seperti orang gila, setelah membuat kamar yang di tempati yoga dan steve berantakan bagai terkena angin turnado kini giliran kamar bekas cindy dan lian.


Sementara itu yoga yang mendengar hp nya terus berbunyi langsung mengganti hp nya ke mode silent.


" Siapa yang telpon terus? aline ya? " Lian mencoba bertanya kepada yoga dengan hati-hati.


" Iya. " Jawab yoga dengan malas.

__ADS_1


" Yaudah sih angkat dulu aja sayang!! mungkin aline nyari-nyari kamu. " Lian


" Biarin aja lah yang, lagian disana ada daniel sama eky ini. Gak masalah lah kalau aku sama steve gak ada. " Yoga memeluk lian kembali seperti tadi. Mereka sudah berbaring diatas sebuah ranjang king size.


" Emmmmm aku boleh tanya gak? " Lian


" Tanya apa yang? " Yoga menjawab dengan tanpa membuka matanya.


" Kamu emang gak suka ya sama aline? " Lian


" Ya kalau gak suka masak aku mau deket-deket sama dia yang? dari kecil lagi kita deketnya. " Yoga


" Maksud aku bukan sekedar deket yang kayak gitu yang? maksudku perasaan lebih gitu? " Lian


Yoga membuka matanya dan memangku kepalanya diatas tangan nya yang di tegakkan nya di atas bantal, memandang lian lekat.


" Maksud kamu? " Yoga


" Yah maksud aku suka sebagai cowok ke cewek gitu yang? bukan suka nya sahabat. Ngerti kan maksudku? " Lian


" Hmmmm enggak sama sekali yang!! Aline itu udah aku anggep kayak saudara aku sendiri sama kayak steve,eky dan daniel. Kita deket dari TK udah tau kejelekan masing-masing gak mungkin jadi ada rasa cinta yang. " Yoga


" Tapi yang aku tuh perempuan aku tau kalau aline suka sama kamu lebih dari sekedar sahabat. " Lian


" Ngaco kamu yang!! aku sama aline gak ada hubungan yang berbau cinta gitu yang. Beneran!! " Yoga


" Tapi dulu kenapa kamu mangku-mangku aline yang? waktu acara di cafe dulu itu. " Lian


" Itu aku pengen bikin kamu cemburu aja yang!! aku dari dulu berusaha neken dan gak ngakuin kalau aku suka sama kamu. Tapi ngeliat eky ngedeketin kamu aku gak suka yang. Dan aku sadar kalau aku sebenernya juga cinta sama kamu. " Yoga menatap lian dengan penuh keyakinan.


Lian langsung membenamkan kepalanya di dada yoga membuat yoga memindahkan tanganya ke punggung lian.


" Aku harap kamu gak akan pernah berubah ya yang? " Lian sesenggukan di dada yoga.


" Hei kamu nangis? " Yoga di buat terkejut mendapati lian yang menangis tersedu-sedu di dadanya " Kenapa sayang? kok jadi nangis! "


" Aku takut kamu berubah nantinya yang! " Lian berbicara sambil tersedu-sedu.


" Apaan sih yang? aku gak akan berubah apapun yang terjadi. Udah dong ah nangisnya, ingus kamu keluar semua tuh. " Yoga mengusap wajah lian yang basah karena air matanya. " Yaudah kita tidur yuk, aku ngantuk yang!! besok kita juga harus balik ke kota. "


Mereka pun akhirnya memejamkan mata dan terlelap sambil berpelukan.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2