
Setelah selesai makan dan mengobrol bersama papa dan mama nya Lian memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan tidur. Pumpung bisa santai pikir Lian. Ya Lian memang anak rumahan jarang sekali dia keluar hangout atau bersenang-senang di luar bersama teman-teman nya, dia lebih suka menghabiskan hari libur di rumah sekedar tidur atau berkumpul dengan mama dan papa nya.
Lian tertidur hingga sore hari dan terbangun setelah mendengar bunyi ponsel nya, dengan keadaan setengah sadar dia meraih posel yang tergeletak di atas nakas.
" Halooo....." Lian
" Lian lu dimana? " seru seseorang di seberang sana.
" Gue di rumah, ada apa?" sahut Lian sambil terus terpejam.
" Lu lagi tidur ya?" dengus gadis di telpon " Kau ini dasar gadis tukang tidur!! cepetan bangu gue mau ajakin lu keluar , bentar lagi gue jemput!" sambung gadis itu.
" Emang nya mau kemana? Gue males banget, lu pergi aja sendiri. oke! jangan ganggu gue. " sungut Lian.
" Gue bakalbawa lu ke suatu tempat, lu pasti sukai karena disana ada yoga!" seru gadis itu lagi.
" ooohhhh pergi nemuin Yoga? " sahut Lian malas-malasan, tapi kemudian dia tersadar.
" Apa? Yoga? dimana Yoga? " Lian
" Makanya bangun kalau mau ketemu yoga. Cepatan deh siap-siap! setengah jam lagi gue jemput. " Ucap gadis di lagi.
" Oke, gue siap dalam 30 menit. " sahut Lian bersemangat kemudian segera mematikan telpon.
*******
Sementara di seberang sana
" Dasar dia itu, teman macam apa? kalau gue ngajakin ke tempat lain susah banget, tapi denger nama yoga aja langsung deh lebih semangat dari gue. Huh..!!! " serunya kesal.
Dia adalah Cindy teman dekat ya bisa dikatakan sahabat Lian, yang juga sekaligus sepupu jauh dari Yoga. Pemuda yang sangat di sukai oleh Lian.
Tak lama telepon gadis itu kembali berbunyi tanda pesan masuk.
Gue harus pakai apaan? ~ Lian
Pakai apa aja, gak usah heboh-heboh. Kita cuma ke caffe kok. Rame juga! Ada temen-temen yang lain disana. ~ Cindy
Ada yang ulang tahun atau ngerayain sesuatu ya? ~ Lian
Ya kayaknya sih gitu, gue gak tau juga sih. Gue cuma di telpon suruh dateng. ~ Cindy
Oke deh gue siap-siap dulu. ~ Lian
Oke! ~ Cindy
__ADS_1
Ck ck ck Cindy berdecak keheranan " Dia ini, gak capek apa ngejar laki-laki sampai segitunya " guman Cindy. " Udahlah gue sambil jalan ke rumah Lian pelan-pelan aja. "
*******
Kembali ke rumah Liian
Gadis itu tampak tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Membayangkan Yoga saja dia menjadi sangat bahagia.
Ya Lian memang sangat menyukai Yoga, semenjak SMA dia sudah tertarik dengan pemuda itu. Wajah Yoga yang sangat tampan dan tubuhnya yang atletis tentu memang bisa membuat banyak gadis bertekuk lutut di buatnya. Di tambah lagi sifat Yoga yang cuek dan angkuh menjadi daya tarik tersendiri.
Sejak SMA, Lian selalu memberi perhatian kepada Yoga. Dari menunggu saat Yoga bermain basket, membawakan kue, dan banyak sekali yang Lian lakukan untuk menarik perhatian Yoga. Hingga saat mereka lulus kuliah pun, Lian berusaha untuk tetap satu kampus dengan Yoga. Sebenarnya papa Lian, tuan hadi menyuruh Lian untuk kuliah di luar negri. Tapi Lian tidak mau dan memilih masuk di universitas yang sama dengan Yoga, Agar Lian bisa tetap mengejar Yoga. Walaupun Yoga bersikap cuek dan kasar padanya, Lian sama sekali tidak memperdulikan itu. Dia tetap mengejar Cinta Yoga tanpa lelah.
Setelah beberapa saat Lian sudah tampak siap. Mengenakan baju blus coklat dan rok span pendek berwarna hitam. Lian menggerai rambut nya dan menambahkan anting bulat besar sebagai pelengkap, tak lupa Lian memakai lipstik berwarna nude yang semakin membuat nya tampak mempesona.
Tok tok tok
" Non, di bawah ada non Cindy. "
" Iya bik, suruh tunggu sebentar saya akan turun. " sahut Lian.
Tak lama setelah itu, Lian turun dan menemui Cindy yang mengobrol dengan mamanya.
" Cin! " Lian
" Ma, Lain pergi dulu ya? " pamit Lian pada ibu Santy.
" Iya sayang kalian ati-ati ya? " sahut Santy.
" Iya Ma. " Lian mencium pipi mama nya " Daaaaaa Ma" kata Lian berlalu pergi.
" Kita jalan dulu Tante. " Cindy
Mereka pun berlalu pergi, mengendarai mobil Cindy
Di mobil
" Cin, ada acara apaan sih? Lian
" Kita liat aja nanti, tadi si Yoga cuma bilang gua harus dateng! Dia mau traktir temen-temen. " Cindy
" Oooooohhhhh tapi yoga kan gak ngundang gue Cin! Lu yakin dia gak akan marah-marah? " tanya Lian gusar.
" Tenang aja, nanti gue yang bilang kalau gue ngajakin lu. Santuuyyyyy " ujar Cindy menenangkan.
" Botok ah, yang penting gue bisa ketemu Yoga. " kata Lian senyum-senyum membayangkan Yoga.
__ADS_1
Setelah berkendara selama satu jam mereka tiba di caffe yang di maksud. Terlihat dari luar sudah berjejer mobil-mobil teman kampus mereka.
" Rame Cin! " kata Lian
" Ya sepertinya. " ujar Cindy mengangkat bahu " ayoo aahhh masuk"
Mereka berdua pun keluar dari mobil dan melangkahkan kaki memasuki caffe, di dalam caffe terlihat sudah ramai teman-teman kampus mereka.
" Cindy, Lian " teriak seseorang memanggil mereka dari jauh.
Orang itu adalah Steve, sahabat Yoga. Cindy pun menarik tangan lian untuk menghampiri Steve yang saat itu sedang bersama Yoga dan segerombolan teman-teman mereka.
" Hay Steve, Yo. " Sapa Cindy kepada mereka.
" Hai Cin lu baru dateng? " Sapa Yoga mengacuhkan Lian.
" Iya nih tadi lumayan macet " kata Cindy " Btw Yo ini ada acara apaan? rame banget!" tanya Cindy penasaran.
" Gue mau traktir kalian semua karena sekarang bokap gue udah beli ini caffe atas nama gue, Dan gue juga baru dapet mobil keluaran terbaru yang udah gue incer lama. " jawab Yoga angkuh.
" Woooo Om Sigit keren banget, jadi ini caffe seriusan di beli cuma gara-gara lu suka nongkrong disini? gokil sih lu!! Waaaaahhh congrats ya?" sahut Cindy sambil menjabat tangan Yoga.
Cindy pun menyenggol tangan Lian yang terlihat melongo memperhatikan Yoga. Berlian yang mengerti maksud Cindy pun seketika berucap.
" Congrats ya Yo? " ucap Lian sambil menyulurkan tangan nya ke arah Yoga
" Em " sahut Yoga singkat melirik lian acuh.
Lian yang sudah biasa di acuhkan Yoga pun menurunkan tangan nya dengan kecewa.
" Yogaaaaa " teriak seoarng gadis cantik dari kejauhan.
Gadis itu adalah Aline, teman kampus mereka yang juga dekat dengan Yoga. Melihat Aline Yoga melirik ke arah Lian dan tersenyum sinis. Ini kesempatan ku membuatnya sadar tidak mengganggu ku lagi.
" Hai Aline " Yiga beranjak dan memeluk Aline. Setelah melepaskan pelukan nya Yoga merapikan rambut Aline yang tidak berantakan.
" Kamu lama banget sih sayang? " sambung Yoga.
Mendengar itu Lian terkesiap. Dia menundukkan kepalanya, dan meremas jari"nya. Y**oga memanggil dia sayang? gumam Lian dalam hati ah kenapa Sakit sekali rasanya ~Lian
.
.
.
__ADS_1