
Setelah kepergian wiguna santy Menangis tiada henti dia memandang jenazah suaminya dengan sendu. *M**as mengapa semuanya jadi begini? apa salah kita ma**s?maafkan aku mas!! aku tidak sanggup menghadapi ini* santy bertekad dalam hati, dia bangkit dan berjalan kearah kamarnya. Santy mengeluarkan sebuah pulpen dan kertas, menulis sesuatu yang sangat panjang dalam 3 lembar kertas kemudian memasukan nya kedalam amplop.
Kemudian dia bangkit menuju ke kamar berlian putri nya. Dilihatnya putrinya itu tertidur meringkuk sambil memegang sebuah bingkai foto. Santy menghampiri putri nya, kemudian mengelus rambut putri nya. Memandang lian dengan tatapan dalam dan sendu lian maafkan mama nak!! santy menggeser tangan lian untuk mengambil bingkai foto dalam pekukan lian. Saat dia melihat foto tersebut dia tidak bisa membendung kesedihan. Air matanya kembali jatuh tak tertahankan, foto itu adalah foto keluarga mereka disana terlihat Hadi,Lian dan santy tersenyum bahagia. Santy mengusap foto itu dengan jarinya kemudian mencium nya dalam, lalu meletakkan diatas nakas. Tak lupa santy juga meletakkan surat yang dia tulis dibawah foto tersebut. Santy mencium kening Lian lama dan beranjak meninggalkan Lian.
*******
Lian terbangun dengan nafas tersengal-sengal. Keringat membanjiri keningnya, dia bermimpi buruk. Karena mimpi nya membuat Lian khawatir Lian segera beranjak dengan tergesa-gesa menuju ke lantai bawah. Melihat peti jenazah papa kemana mama? pikir Lian dalam hati.
Dia berlari menuju ke kamar mamanya. ceklek ceklek. Lian berusaha membuka pintu kamar santy, namun tidak bisa terbuka. Sepertinya kamar itu terkunci dari dalam.
" Maaaa.....mama " dor dor dor dor dor
" Maaaaa " ceklek ceklek..keributan terjadi akibat Lian yang berusaha membuka kamar santy dan membangunkan para pelayan di rumah itu.
" Ada apa non? " tanya kepala pelayan
" Bi , bi kamar mama kok di kunci bi? cepetan tolong bantu bukain bi!! Lian udah berusaha gedor-gedor tapi mama gak nanggepin!! " seru lian kepada para pelayan
" Fina panggilkan mang ajis!! Cepetan bilang suruh ke kamar nyonya. " teriak kepala pelayan pada salah satu bawahan nya.
Mereka terus berusaha menggedor dan memanggil-manggil santy dari luar kamar,tapi nihil tidak ada jawaban dari santy. Hal itu makin membuat lian gelisah dan khawatir setengah mati. Akhirnya mereka di bantu mang ajis serta para sopir dan satpam yang menginap, mendobrak pintu kamar santy.
Dan alangkah kagetnya mereka melihat santy tergeletak di tanah dengan tangan memegang pisau dan pergelangan tangan bersimbah darah.
" Mamaaaaaaaaaaaaaaa....." Lian sangat histeris dan tak sanggup melihat pemandangan itu menyebabkan dia kembali pingsan.
*******
__ADS_1
Lian terbangun karena keributan yang terjadi di sekitarnya. Dengan perasaan bingung dan takut dia bertanya pada Om dan tante nya yang terlihat menangis di sampingnya
" Om,tante, ada apa sih? kok semua orang nangis kayak orang gila? " tanya Lian heran
" Lian kamu yang sabar ya? mbak santy...." Ana istri wiguna tidak sanggup meneruskan kata-kata nya
" Mama? mama kenapa tante? tante mama kenapa?? " Ranya Lian dengan perasaan sangat takut.
" Mama kamu juga sudah tiada Lian " sahut wiguna.
Duaaarrrrrrrrrr
Tubuh Lian menegang seketika bagai terkena benturan keras " Enggak, enggak tante gak mungkin!! mama " Lian menggelengkan kepalanya tak percaya " Mamaaaa " ketika sampai di pintu pandangan lian menggelap dan lian pingsan kembali.
Setelah kama pingsan untuk kesekian kalinya lian terbangun. Dan memandang kesekitar kamarnya dengan nanar, dia melihat seseorang memegang tangan nya hingga tertidur. Orang itu adalah cindy, sahabatnya.
" Cindy " Gumam Lian membuat cindy terbangun.
" Cin mama sekarang dimana cin? "
" Lian mama sama papa Lu udah di makamin, lu pingsan dan gak sadar dari pagi sampai sore li " ucap cindy .
Mendengar hal itu lian seperti sudah kehabisan tenaga dan air mata untuk menangis, dia hanya terdiam dan menelan kasar salivanya.
" Lian, lu harus inget lu masih punya gue li!! gue gak akan pernah ninggalin lu li " Ucap cindy.
Lian menghela nafas berat dan menguatkan hatinya
__ADS_1
" Cin anterin gue ke makam mama dan papa cin " ajak Lian pada cindy
" Tapi Li...."
" Gue beneran bakalan berusaha kuat cin, gue cuma mau sampe'in sesuatu sama mama papa "
" Yaudah Li gue anterin lu kesana, yuk " Cindy dan Lian beranjak pergi ke pemakaman santy dan handi
Di pemakaman
" Cin Lu bisa gak? tinggalin gue??"
" Tapi Li "
" Cin gue mohon, gue janji gue gak akan macem-macem gue janji sama lu "
" Oke Li, gue tunggu lu di depan ya? "
Lian menganggukkan kepalanya, kemudian lian berlutut di makam papa dan mama nya yang berdampingan.
" Pa, ma, apa papa dan mama sekarang bisa denger lian? " Lian berhenti dan menghembuskan nafas karena dadanya terasa begitu sesak " Lian udah gak tau harus ngapain ma. Tapi lian selalu inget cerita papa yang dulu di tinggal oma sama opa juga masih muda banget, dan papa juga berusaha tegar. Lian selalu inget kata-kata papa, satu-satunya keinginan orang tua yang udah meninggal itu ialah melihat anak-anak mereka di dunia tetap tegar dan bahagia!! Iya kan pa? Jadi lian janji pa, lian akan tegar dan berusaha untuk bahagia, jadi pa, papa juga harus janji sama lian. Papa akan jaga mama disana!! Dan papa sama mama gak boleh sedih, karena Lian disini baik-baik aja. " Lian berusaha tersenyum " Maaf pa ma tadi Lian syok banget Dan belum bisa mikir jernih! jadi lian gak bisa nganterin mama sama papa ke peristirahatan terakhir mama dan papa, tapi kedepan nya Lian janji akan sering dateng!! I LOVE YOU MA PA!! Lian tau papa dan mama akan selalu menemani dan mengawasi lian "
Kini Manisnya keluarga telah berubah menjadi kepahitan dalam hidup Lian
.
.
__ADS_1
.
.