
Seminggu telah berlalu semenjak kejadian di caffe Yoga yang membuat Lian sakit hati. Dan juga kejadian pingsan nya Hadi karena serangan jantung. Kini Hadi telah keluar rumah sakit.
Karena keadaan perusahaan yang memang sedang kacau karena penghianatan kakak Santy Hadi pun memaksa serta meyakinkan Santy dan Lian kalau dia baik-baik saja dan bisa pergi bekerja. Karena kekeras kepalaan hadi mereka pun mengijinkan nya.
Gedung perkantoran Leksmana Grup
" Bagaimana? apa kau sudah bisa mencari tau siapa biang dari kebocoran besar kita ini? " Hadi
" Maaf Pak, mereka bertindak sangat rapi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. dan sepertinya ada orang dalam yang terlibat Pak!! Melihat dari mudah nya mereka memanipulasi data keuangan kita. " Sahut Heri asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Hadi.
" Lalu bagaimana dengan para pemegang saham? " Tanya Hadi kembali.
" Maaf Pak kita sedang mengalami Financial Distressed" Ucap Heri menunduk.
" Pergilah, lakukan tugasmu segera temukan dalang di balik semua ini. " Ujar Hadi geram.
" Baik pak " Pamit sang aspri
Sementara itu di sebuah toko bunga. Lian sedang memilih bunga titipan sang mama, sampai dia mendengar seseorang berbicara.
" Maaf bisakah memberiku mawar putih " Ujar seseorang pada pelayan toko bunga.
Lian yang mendengar sebuah suara yang tidak asing pun mengalihkan pandangan nya ke asal suara tersebut.
" Tante Terre! " Pekik Lian
" Liaan " Sahut Terre kemudian " kamu juga membeli bunga?"
" Iya Tante, mama menyuruh Lian membeli bunga. " Jawab Lian
" Wah Tante juga sedang membeli bunga untuk di rumah sayang, o iya mampirlah ke rumah! Kenapa kamu lama sakali tidak ke rumah sayang? " Tanya Terre heran biasanya memang 2-3 hari sekali Lian akan berkunjung sekedar membawa buah-buahan. Atau kadang makan malam dan membuat kue bersama Terre.
Terre adalah mama Yoga, mereka akrab karena Lian sering datang ke rumah Yoga.
" Eee itu Lian.... Lian sibuk Tante " Jawab Lian berbohong.
Ya semenjak kejadian di caffe Lian jadi sedih bila bertemu Yoga. Di kampus dia juga menghindari Yoga.
" Ayolah sayang kita ke rumah, tadi Tante belajar resep kue baru. Mungkin sekarang sudah dingin dan siap makan. Bagaimana kalau kamu mampir untuk mencicipi kue nya? " Tanya Terre penuh harap.
Melihat Terre yang seperti itu, Lian pun tidak tega untuk menolaknya.
" Baiklah Tante, Lian akan mampir sebentar. " Sahut Lian ragu.
" Bagus lah kau bisa menilai resep baru Tante " Jawab Terre senang.
Terre memang sangat menyukai Lian, karena anak nya dua-duanya laki-laki dan cuek. Juga karena Lian adalah gadis baik dan pintar memasak.
Setelah menerima bunga, mereka pergi menuju kediaman Keluarga Wijaya. Mereka pergi dengan mobil terpisah, karena Lian dan Terre tadi sama-sama membawa mobil.
__ADS_1
Tak lama mereka pun tiba di sebuah rumah mewah nan megah bak istana yang tak lain adalah rumah keluarga Yoga.
" Ayo Lian " Terre mengajak Lian masuk dengan antusias.
Terre mempersilahkan Lian untuk duduk, sementara dia kedapur mengambil kue.
" Ini Lian kue nya " Ujar Terre sembari meletakkan kue di depan Lian. Terlihat kue berwarna coklat bersarang yang menggugah selera. Lian pun mengambil sepotong kue dan memasukkan nya kedalam mulut.
" Hmmmmm Tante ini enak sekali " Ucap Lian jujur.
" Benarkah ? " Pekik Terre dengan mata yang berbinar karena kesenangan.
" He'emm " Ucap Lian mengangguk karena sibuk mengunyah
" Tapi Tante ini Tidak berasa coklat, tapi sangat enak manis dan gurih!! tapi kenapa berwarna coklat seperti kue coklat? " Tanya Lian bingung.
" Itu memang bukan kue coklat Lian dan itu berwarna coklat karena memakai Gula jawa " Terre menjawab dengan bangga.
" Ooooohhhh " Lian sibuk ber oh Ria sambil mengangguk-angguk dan tetap sibuk mengunyah.
Ketika mereka sedang larut dalam percakapan tiba-tiba Yoga datang dan menghampiri Terre.
" Maaa " ucap Yoga seraya mencium pipi Terre.
" Sayang kau sudah datang? ada Lian disini! " Terre berkata sambil tersenyum pada putra sulungnya itu.
" Sedang apa dia disini Ma? pasti dia datang untuk mengganggu ku lagi atau menumpang makan disni! " sungut Yoga
" Aahh dia pasti sengaja Ma, Mama kan tau dia itu ngejar-ngejar yoga dari dulu!! Lagian Mama polos banget masuk jebakan dia dan ngajak dia kesini? Emang itu mau dia Ma. " Sahut yoga bengis sambil menatap tajam ke arah Lian.
" Yoga!!! " Terre membelalakan matanya kearah Yoga.
" Tante.....Tante jangan berantem sama Yoga gara-gara Lian! Lian gak papa kok, sebaiknya Lian permisi Tante " ujar Lian sopan.
" Iya sana lu pergi!! Lu selalu aja jadi perusak pemandangan dimana-mana. Gatel tau gak mata gue ngeliat berlian palsu. "Yoga
" YOGA!! Kamu makin kurang ajar sih sama Lian " Terre
" Bodoh amat ma sama dia " Yoga
" Yaudah Tante Lian pamit dulu " Lian menghampiri terre dengan cepat, menarik tangannya, mencium punggung tangan Terre dan dengan cepat meninggal kan Yerre dan Yoga.
" LIAAANNN...." Terre beranjak hendak menyusul lian, tapi Yoga menarik tangan nya.
" Udah lah Ma, biarin aja! biar dia sadar diri dan gak gangguin Yoga muluk Ma." Seru Yoga pada Terre
" Yoga!! Kenapa kamu jadi arogan dan gak berperasaan kayak gini sih? mama bener-bener gak habis pikir sama kamu " Terre berbicara sambil mendorong dada yoga dan berlalu meminggalkan anak nya. Yoga hanya mengangkat bahu " Bodo amat ah, nanti juga mama lupain yang penging gue bebas dari si Berlian Palsu " Yoga bersiul- siul menuju ke kemarnya.
Sementara Berlian terus menangis sambil menyetir mobil nya. Air mata nya turun tanpa mau berhenti gue janji gue bakalan lupain lu Yoga !! Terre bertekad dalam hati
__ADS_1
******
" Hadi yang ***** benar-benar percaya padaku, 😏😏 kasian sekali dirimu Hadi. " Pria itu tak lain adalah heri asisten Hadi yang sangat Hadi percaya. Sudah 3 tahun terakhir ini Heri bekerjasama dengan Wiguna, kakak dari Santy istri Hadi untuk menghancurkan Hadi dan merebut perusahaan nya.
~Tok tok tok
" Pak para pemegang saham menunggu di ruang rapat " Heri
" Baiklah ayo kita kesana " Ujar Hadi beranjak dari kursinya
Setibanya di ruang rapat
" Pak Presdir, Kami sudah memutuskan menjual saham kami yang tersisa dengan harga murah!!! Karena kita tidak akan selamat dari masalah ini. "
" Iya pak. Kami akan segera menjual nya ada seseorang yang bersedia membelinya. "
" Baiklah semua keputusan ada di tangan kalian, walaupun aku kecewa karena saat di masa terpuruk ku kalian akan melarikan diri tapi itu hak kalian " Timpal Hadi
Mereka pun hanya tertunduk. Hadi berlalu keluar dari ruangan rapat dengan perasaan yang berkecamuk. Dia tidak menyangka orang-orang yang di anggapnya setia meninggalkan nya sendiri. Setibanya di ruangan nya.
" Heri alihkan Saham ku yang 40% dan saham atas nama istri ku yang 15 % ke atas nama anakku. Gabungkan dengan saham milik nya yang tersisa 5%!! " Perintah hadi pada Heri.
" Maaf Pak tapi Bapak sudah tidak memiliki saham atas nama Bapak!! Dan saham atas nama Nyonya Santy dan Nona Lian juga sudah di alihkan atas nama Wiguna. " Sahut Heri menyeringai.
" APA??? apa maksudmu?? kenapa aku sudah tidak punya saham?" Seru Hadi syok
" Apa bapak lupa untuk keamanan Bapak mengakuisi saham Bapak atas nama saya? " Sahut Heri
" Lalu? apa masalahnya? limpahkan saham itu atas nama Lian sekarang. " Hadi
" Maaf kan aku Hadi saham itu milikku. " Sahut Heri sambil tertawa dan membuka topeng nya.
" Apa???" Hadi sangat syok mendengar perkataan Heri " KAU..KAU" Bentak Hadi lagi
" Ya aku pintar bukan!? kau itu sangat bodoh Hadi, aku hanya sedikit mempengaruhimu untuk mengubah saham atas nama ku dan kau langsung percaya. Bodoh sekali kau, dan apa kau tau aku yang meretas data perusahaan mu." 😆😆😆 Heri tertawa puas.
" Apa???" Hadi yang syok dan tak bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi merasakan sakit di dada nya.
Hadi meremas dadanya dengan kuat, menyenderkan dirinya pada meja kerjanya dan kemudian tersengal-tersengal lalu pingsan.
Heri pun hanya tersenyum melihat Hadi yang terkapar dan langsung meninggalkan nya.
.
.
.
.
__ADS_1
heiiii readers sorry ya kalau konflik perusahaan nya kurang pas 😁 gak ngerti tapi sok ngerti 🙏