Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
17. Api cemburu


__ADS_3

" Emmmm eky ajakan lu tadi masih berlaku kan? " Lian memandang wajah eky ragu.


" Hah? ajakan? ajakan dansa ? " Eky bertanya dengan heran.


Lian mengangguk kan kepalanya ragu-ragu


" Gue nunggu jawaban lu lian! lu mau gak dansa sama gue? " Ujar eky mengulurkan tangan nya kembali.


Lian pun mengulurkan tangan menerima ajakan eky membuat eky tersenyum senang. Dengan berbunga-bunga eky membimbing lian untuk menuju ke arena dansa yang telah disiapkan disana.


Yoga yang menangkap keberadaan eky dan lian disana pun menatap mereka berdua dengan tatapan tajam apalagi ketika eky merengkuh pinggul lian, dan lian meletakkan tangan nya di dada eky. Yoga mengeratkan pegangan tangan nya yang berada di pinggul aline.


Aline yang merasa kesakitan pun menengadah ke arah yoga, dan mendapati yoga tengah mengeratkan rahangnya sembari menatap tajam. Aline memutar kepalanya mengikuti pandangan yoga, ketika melihat apa yang membuat yoga marah aline menjadi semakin benci pada lian Awas aja lu lian! liat aja gue gak akan segampang itu kalah dari lu.


~


" Lu cantik banget malam ini li! " Ucap eky seraya memandang wajah lian lekat. Membuat lian salah tingkah dan memilih membuang muka. Lian merasa tidak nyaman di tatap seperti itu oleh eky, padahal dia hanya ingin melihat apakah yoga cemburu atau tidak. Tapi eky malah membuat lian risih dan jengah.


Lian pun berniat hendak melepaskan diri dari dekapan eky dan mengakhiri dansa mereka, namun eky yang entah kerasukan apa malah semakin mendorong lian mendekat ke arahnya dan mengeratkan tangannya lian yang semakin tak nyaman pun mendorong dada eky pelan.


" Ky lepasin gue, gue mau balik ke tempat cindy " Lian berusaha melepaskan tangan eky, namun eky menjadi semakin menggila memandangi lian lekat dan memeluk nya.


" Eky " Lian berusaha mendorong eky tapi eky tak bergeming.


Yoga yang berada tak jauh dari posisi lian dan eky pun melihat semua yang terjadi. Merasa eky sudah kurang ajar dan memaksa lian pun, membuat yoga menghampiri mereka dan dengan kasar manarik lian dari cengkraman eky.


" Apa-apaan sih lu ky? " Yoga berkata sambil mendorong keras eky.


" Ngapin sih lu yo? pakai dorong-dorong gue lagi? " Eky menjawab yoga tak kalah sengit.


" Lu pikir gue gak ngelihat lu maksa-maksa lian kayak gitu, dia udah gak nyaman tau gak? lu gak mau ngelepasin dia juga! " Yoga berteriak lantang menyalahkan eky.

__ADS_1


Eky menatap lian yang mematung, seketika eky ingin menghampiri lian. Namun secepat kilat yoga menghadangnya.


" Apaan sih lu yo? gue cuma mau minta maaf sama lian. " Seru eky kepada yoga.


" Gak usah. " Yoga berkata dengan sengit lalu secepat kilat meraih tangan lian dan menarik nya pergi.


Eky yang melihat hal itu pun hanya bisa melihat lian dan yoga yang berlalu tanpa bisa berbuat apa-apa " Aaaaarggghhhh " Eky mengacak rambutnya dengan frustasi.


~


Keributan yang terjadi antara yoga dan eky menarik perhatian semua orang yang berada di acara itu, semua orang menyaksikan kejadian itu dengan tanpa berkedip karena tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Bagaimana tidak yoga yang selama ini selalu terlihat dingin bahkan sering kasar pada lian tiba-tiba saja rela beradu mulut dengan eky hanya karena gadis itu.


Aline yang jelas saja adalah merupakan orang yang merasa paling di rugikan pun mengepalkan tangan nya, emosinya kini seakan hendak meledak seperti bom waktu.


Namun melihat situasi yang saat ini sedang berlangsung aline berusaha meredakan amarah nya dan memaksakan untuk tersenyum.


" Guys lupa in yang baru aja kalian liat, gue selaku tuan rumah minta maaf yang sebesar-besarnya. Kita lanjutin party kita dengan pesta sampanye. Dan gue juga udah undang Dj kupu-kupu. Enjoy guys!!!! " Alien berseru kepada tamu-tamu nya.


************


Sementara itu yoga membawa lian ke kamarnya, yoga membanting keras pintu kamarnya dan mendorong lian ke arah pintu hingga tubuh lian terhimpit antara pintu dan tubuhnya.


Yoga merasa sangat kesal, dia menatap lian dengan mata merah menyala penuh amarah bagai orang yang sedang kerasukan.


" Lu? berani banget lu mesra-mesraan sama cowok lain di depan gue? " Yoga mencengkram pipi lian dengan keras, membuat lian meringis kesakitan.


" Yo-yoga tenang dulu, aku - aku bisa jel....." Lian berkata dengan suara bergetar karena ketakutan.


" DIEMMMMM " Suara yoga menggelegar, bergema di dalam ruangan itu. " Gue udah peringatin lu tadi, heh??? " Ucap yoga penuh penekanan. Sekuat tenaga lian mencoba mengalahkan ketakutan nya.


" Yoga, yoga aku mohon tenang dulu yo. " Lian memohon kepada yoga seraya meneteskan air matanya. Melihat air mata lian yang mengalir hingga membasahi jari-jarinya yang tengah mencengkram pipi lian membuat yoga melepaskan tangan nya.

__ADS_1


Yoga langsung berjalan menjauh dan memalingkan tubuhnya memunggungi lian.


" Keluar!! " Ucap yoga dingin.


" Yo-yoga " Lian berusaha mendekati yoga


" PERGIII!!! " Namun lagi-lagi yoga membentaknya dengan suara yang sangat menggelegar. Lian pun menjauh karena ketakutan. Dia hendak berbalik badan meninggalkan yoga, namun langkah nya terasa berat.


Dengan keberanian yang tersisa lian berlari kearah yoga dan memeluk yoga dari belakang.


Yoga yang terkejut dengan perlakuan lian pun tidak sempat memberikan penolakan.


" Yoga kamu boleh bentak aku, cuekin aku, bahkan pukul aku juga gapapa. Asal kamu dengerin aku dulu. " Lian berhenti berbicara dan menangis sesenggukan. " Tadi aku cemburu yo, hati aku sakiiiit liat kamu sama aline mesra banget dari aline nyuapin kamu sampai kalian dansa. Akhirnya eky ngajakin aku dansa dan itu bukan salah eky, dia gak tau kalu kita udah jadian. aku ngerasa aku harus buat kamu cemburu jadi aku mau dansa sama eky. " Lian berhenti untuk mengambil nafas. " Tapi aku gak nyaman waktu deketan sama eky beda kalau aku lagi deketan sama kamu kayak gini. Sumpah yo aku janji aku gak akan ngulangin itu lagi, aku mohon yo jangan putusin aku. " Lian benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya dan memohon pada yoga.


Yoga yang merasa terenyuh akan ucapan lian pun melepaskan tangan lian yang mendekapnya dan berbalik menghadap lian. Yoga memandang wajah lian lekat, sampai akhirnya yoga menarik lian kedalam pelukan nya.


Merasakan pelukan yoga lian kembali menumpahkan air matanya, yoga melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata lian.


" Kalau tujuanmu biar aku cemburu, kamu berhasil! " Ucap yoga memandang manik mata lian.


" A-aku minta maaf. " Lian menjawab dengan suara serak seraya menundukkan kepalanya.


Yoga meraih dagu lian mendongakkan pandangan lian agar menghadap kearah nya. Membuatnya memandang wajah cantik lian dengan seksama.


" Maafkan aku. Aku tidak bersikap layaknya seorang kekasih di hadapan teman-teman kita karena aku takut......"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2