
Setibanya di rumah Lian melihat kekacauan terjadi. Para pekerja setia keluarganya terlihat keluar menenteng barang-barang mereka.
" Bi laras ini ada apa? " Tanya Lian khawatir
" Tuan wiguna mengusir kami non, dia bilang rumah ini sudah bukan milik keluarga pak hadi dan ibu santy. " Ucap kepala pelayan itu sambil menunduk sedih.
" Apa?? " Lian masuk ke dalam dan menjumpai paman nya yaitu wiguna kakak dari mamanya sedang duduk di sofa ruang tamu.
" Ommm" Lian menghampiri wiguna dengan tergesa-gesa. " Kok om usir pelayan dan pekerja semua om? "
" Iya mereka tidak perlu bekerja disini lagi, rumah ini akan di kosongkan atas permintaan pemilik leksmana group yang baru "
" Apa??? pemilik yang baru gimana sih om? maksudnya apa? "
" Liaaaannn, papa kamu itu udah bangkrut. Sekarang perusahaan papa kamu udah jadi punya orang lain termasuk rumah ini!! Dan kamu juga harus pergi dari rumah ini. Cepet kemasi barang-barang kamu. Kamu cuma boleh bawa baju aja, Barang barang berharga tinggalin. " Ucap wiguna bagaikan petir menyambar telinga Berlian.
" Papa bangrut?? Terus aku harus gimana? " gumam Lian tak percaya.
*******
" Apa sudah kamu bereskan semua?" Heri terlihat berbicara pada seseorang di telpon.
" Sudah pak! Rumah itu akan segera di kosongkan. Dan gadis itu saya pastikan tidak akan mendapat apa-apa "
" Bagus...!!! " heri mematikan telpon nya 🤣🤣🤣🤣 tak hentinya dia tertawa senang.
" Hadi hadi.....Tenang saja aku akan menjaga seluruh aset dan hartamu dengan baik. hahahahahahaha dasar bodoh !!! Tidak masalah meskipun santy memilih ikut dengan mu ke alam baka, yang penting aku bisa menikmati seluruh hartamu dan membalaskan dendam ku. " Hadi menyeringai licik " Dan si bodoh yang malang, Wiguna. Akan ku bereskan kau secepatnya "
*******
" Li lu tinggal di rumah gue aja udah "
__ADS_1
" Gak usah cin gue gak mau ngerepotin lu, gapapa kok rumah ini udah cukup banget buat gue "
" Tapi li......"
" Udah ya? Gue mohon sekarang lu pulang aja!! Dan cin gue mau minta tolong sesuatu sama lu "
" Lu mau minta tolong apa? gue pasti bantuin lu li "
" Lu jangan cerita sama siapapun soal kejadian yang menimpa keluarga gue ya? biarin temen-teman dan semua orang tau sendiri. Akan lebih baik kalau mereka gak akan pernah tau!! gue mohon sama lu " Lian memandangi sahabatnya dengan tatapan memohon.
" Oke gue gak akan cerita sama siapapun. Dan kayak nya temen-temen juga belum pada tau!! gue aja kemaren tau, dari bi laras. Lu tenang aja temen-temen kita pada sibuk sama fashion dan mobil terbaru. Jadi gue rasa mereka gak akan ngurusin yang lain " Ucap cindy menenangkan lian.
Lian menghela nafas lega karena memang rumah mewah nya yang lama berada di satu kawasan elit yang sepi yang senggang. Termasuk rumah berpagar besi yang di jaga banyak bodyguard, juga karena keluarga mereka jarang berbaur jadi tidak ada orang sekitar yang tau apapun yang terjadi di rumah mereka selama ini termasuk kejadian belakangan ini. Semua yang terjadi di rumah atau lebih tepatnya mansion itu adalah suatu kerahasiaan dan hanya orang dalam yang tahu. Awalnya itu dilakukan hadi untuk melindungi keluarganya dari para pesaing bisnis nya yang tak segan berbuat licik, namun kini itu berguna untuk lian.
" Yaudah cin lu pulang aja ya? sorry gue lagi pengin sendiri cin " ujar lian sendu.
" Li gue temenin lu aja ya? " Cindy berusaha membujuk. Dia khawatir lian akan berbuat yang aneh-aneh, lian yang mengerti pikiran sahabatnya itu pun meyakinkan.
" Cindy gue gak akan berbuat macam-macam!! Gye emang lagi sedih, tapi pikiran gue gak sesempit itu cin!!! please Lu pulang ya? gue mau nenangin pikiran gue "
Lian mengangguk dan cindy pun pergi meninggalkan rumah itu.
Setelah kepergian cindy lian kembali mengingat surat yang di tinggalkan mama nya, yang dia temukan saat hendak memasukkan foto keluarganya kedalam koper tadi. Karena surat itu juga lah Lian memutuskan untuk tinggal si rumah kecil ini!! ini adalah rumah peninggalan nenek dari mama nya sebelum menikah dengan hadi, santy hanyalah seorang gadis biasa yg hidup pas-pasan yang tinggal di rumah kecil ini bersama ibunya. Sedangkan dulu wiguna tinggal bersama istri nya di kontrakan mereka. Dan karena rumah ini banyak kenangan neneknya, jadi santy tidak pernah menjual rumah ini atau merobohkan rumah ini walaupun santy sudah tinggal di istana hadi. Malah sangat terlihat kalau rumah ini rutin di bersihkan karena rumah ini terlihat bersih dan nyaman meski kecil. " Ya setidak nya aku masih punya tempat berteduh!! dan rumah ini tidak akan diambil karena ini rumah mama bukan aset papa " Ujar Lian mengucap syukur INI ADALAH AWAL DARI PERJUANGAN HIDUPKU YANG SESUNGGUHNYA...karena terbawa kesedihan dan juga karena memang dia sangat capek akhirnya lian tertidur.
*******
Universitas Nusantara
Telihat yoga sedang asyik nongkrong bersama steve dan teman-teman nya yang lain. Mereka melihat cindy yang berjalan menuju ke arah mereka.
" Eh gis lu kirim materi kemaren ke email gue dong, gue gak dateng kemaren " ucap cindy
__ADS_1
" Oke cin nanti gue kirim ya? "
" Thanks ya? "
" Ehhh cindy kok Lu gak ngampus kemaren? gue nungguin Lu tau " Timpal steve tiba-tiba merayu cindy
" Gue ada urusan kemaren "
" Ehhhh sahabat lu yang udah kayak amplop dan perangko sama lu kemana cin? kok gue kayak nya udah lama gak liat dia udah 2-3 matkul kayak nya " Ujar Eky teman mereka yang lain. Lian memang cantik dan cukup dikenal banyak juga teman cowok mereka yang menyukai lian. Tapi karena semua orang tau lian menyukai Yoga mereka hanya memperhatikan lian secara diam-diam, walau mereka tau yoga bersikap acuh pada Lian tapi tak ada yang mau memprovokasi yoga.
" Lian lagi ada banyak urusan " jawab cindy berusaha tenang, yoga melirik ke arah cindy karena dalam hati yoga juga sedikit penasaran kemana lian.
" Urusan apaan? jangan bilang dia di jodohin kayak si reni yang di jodohin sama pengusaha tua kaya raya dari luar negri!! karena perusahaan papanya lagi diambang kehancuran alias mau bangkrut? " Timpal steve dengan tertawa diikuti gelak tawa semua teman- teman mereka kecuali yoga, yang entah mengapa merasa tidak suka dengan kata-kata steve.
" Eh jangan sembarangan lohh, Siapa juga yang bangkrut? tutup mulut loh!! " Cindy kesal mendengar ucapan steve yang seakan menyindir padahal steve hanya iseng berkata demikian.
" Santuy dong sayang!! Gue kan cuma bercanda". Jelas steve
" Gak lucu " Cindy
Akhirnya mereka terpaksa menghentikan perdebatan tidak penting mereka karena kedatangan dosen. Cindy menarik nafas lega dan sedikit mengutuk dirinya sendiri karena terbawa emosi bagaimana kalau mereka curiga, bodoh sekali aku!! Cindy mematung sejenak. Yoga memandang cindy menyipitkan matanya menyelidik, Cindy berusaha menetralkan mimik wajah nya dan dengan cepat meninggal kan yoga masuk.
" Jangan sampai yoga curiga, dia itu sangat picik pasti dia akan mempermalukan lian habis-habisan kalau sampai dia tahu " Gumam cindy dalam hati sambil memasuki kelas nya
.
.
.
.
__ADS_1
jreng jreng ini visual nya BERLIAN..