Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
15. Sebuah Rasa (Bersambut)


__ADS_3

" Brengsek!! ngapin sih si eky megang-megang tangan si lian!! dan kenapa gue harus gak nyaman liatnya!! aaarrhhhgggg. " Yoga mengacak-ngacak rambutnya frustasi. " Lagian si berlian palsu itu mau-mau aja di pegang si eky! bukan nya dia suka sama gue! dasar cewek labil. "


Tok tok tok


" Yo! " Aline


" Ya? masuk!! " Yoga


" Eh yo! yang laen pada kemana sih? gue sama daniel nyari-nyari kalian bertiga tau gak? " Aline bertanya dengan heran.


" Si steve sama eky lagi sibuk ngerayu cewek! cuekin aja! " Ujar yoga dengan nada ketus.


" Cewek? " Aline


" Iya! Si cindy sama lian. Eh lu ngapain nyari kita? " Yoga


" Gue mau nyuruh kalian pilih jas! Secara kalian pasti gak bawa jas! Dan gue gak mau ulang tahun gue keliatan ancur karena kalian yang pakai kostum asal! " Aline


" Oooohhh lu tau aja! Gue males bawa-bawa jas. Rempong!! " Yoga


" Gue udah menduga! Kita tuh udah sahabatan dari brojol, jadi buat antisipasi gue beliin kalian jas! Gak lucu aja kalau sahabat-sahabat gue yang malah ngerusak acara gue. " Aline


" Terserah lu aja deh! Gue pakai apa aja juga bagus! " Yoga.


Tiba-tiba muncul ide di otak yoga.


" Eh gue mau mandi dulu, lu keluar deh! " Yoga


" Oke deh ! " Aline pun meninggalkan kamar yoga.


Setelah dilihat nya aline sudah benar-benar keluar dari sana yoga meraih hp nya, menekan nomer steve.


" Hallo, balik sekarang juga! aline nyuruh lu sama eky fitting. Cepetan sekarang!!!! awas aja kalau lu gak balik sekarang, gue gak mau nungguin lu sama eky. " Klek setelah selesai berbicara yoga langsung mematikan telpon.


Setelah memutus sambungan telpon yoga langsung beranjak keluar kamar.


~


Sementara steve


" Buju buneng nih bocah!! " Steve merutuki yoga. " Ky balik yukk, aline nyuruh fitting! " Seru steve pada eky.


" Aduuuu si aline, dia yang ulang tahun ngapa jadi kita yang fitting baju? " Seru eky yang kesal dengan ulah sahabatnya.


" Udah lah ayok, kalau gak pengen di maki si yoga. " Steve.


" Gapapa lah steve balik aja, aline pasti butuh bantuan lu. " Ujar lian pada eky.


" Yaudah deh ayo lah. " Eky menjawab dengan frustasi.


Mereka berjalan menuju villa bersama. Setibanya di villa steve dan eky langsung mencari aline, Sedangkan lian dan cindy berniat kembali ke kamar mereka. Namun tiba-tiba cindy mendapat kan telpon.


" Iya yo? " Cindy


" Bisa gak gue minta tolong lu ke kamar gue sebentar, penting! " Yoga


" Oke deh gue kesana! " Cindy


" Li gue ke kamar yoga bentar ya ada perlu! " Cindy berkata pada lian.


" Iya cin, Gue ke kamar duluan ya? " lian.

__ADS_1


" Oke " Cindy pun berbalik arah menuju ke kamar yoga.


Kamar yang di tempati yoga berada jauh dari kamar cindy dan lian. Kamar cindy dan lian berada di koridor selatan di paling ujung sedangkan kamar yoga berada di koridor sebelah barat yang juga terletak di paling ujung. Tentu saja itu sengaja di lakukan aline agar yoga tidak berdekatan dengan lian.


Ketika lian berjalan menuju kamar nya tiba-tiba saja tangan lian di tarik paksa oleh seseorang yang membuat lian berteriak karena saking terkejutnya.


" Aaaaaw, eemmmppffft. " Yoga segera membekap mulut lian. Ketika melihat siapa yang membekap mulut nya mata lian seakan hendak mencelos keluar.


" Shuuuttt jangan teriak. Ini gue! " Ujar yoga pada lian. Yoga pun segera melepas bekapan nya dari mulut lian.


" Yo-yoga? nga-ngapin lu narik gue tiba-tiba? gue kira lu penculik!! " Ujar lian setelah terlepas dari tangan yoga.


" Mana ada penculik wangi kayak gue? dimana-mana penculik bau asem lian!! " Ujar yoga pada lian.


" Emang lu pernah nyium penculik? kok lu tau kalau keteknya asem? " Lian bertanya dengan polos kearah yoga.


" Udah ah jangan berisik! ayo ikut gue! " Yoga menarik tangan lian melewati pintu samping berjalan dengan cepat ke luar dari area villa.


" Kemana yo? " Lian bertanya dengan heran.


Namun yoga tidak bergeming dan hanya terus berjalan dengan cepat. Lian pun hanya pasrah mengikuti yoga dengan sedikit berlari untuk mengimbangi langkah kaki yoga yang panjang.


Akhirnya mereka sampai di belakang villa di balik sebuah batu besar yang terletak disana. Karena hari yang sudah menjelang malam dan penerangan yang kurang lian menjadi sedikit ketakutan.


" Yo? kok kita kesini sih yo? " Lian bertanya sambil bergidik ngeri. " Lu gak lagi berencana buat bunuh gue kan? "


" Lu tuh kebanyakan nonton film ya? ngapain juga gue buhuh lu? " Yoga menjawab dengan sedikit kesal.


" Ya gue takut aja lu keganggu gue ada disini, jadi lu mau bunuh gue gitu? " Lian berkata sambil menunduk kan kepala nya.


" Lu tuh ya!! " Yoga mengacak-ngacak rambut lian gemas. Lian yang mendapat perlakuan mengejutkan dari yoga pun mendongak kan kepalanya memandang ke arah laki-laki itu. Pandangan mereka pun bertemu, DEG bagai tersihir lian dan yoga sama-sama terpaku saling memandang satu sama lain.


" Ngapain lu tadi pergi bareng eky? " Akhirnya suara yoga pun membuyarkan lamunan lian.


" Terus ngapain lu biarin eky megang tangan lu? lu suka sama eky? " Yoga


" Gue? eng-enggak kok! " Lian menjawab seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Yoga menyipitkan matanya seakan tak percaya.


" Gue gak suka sama eky beneran! " Entah kenapa lian merasa harus meyakinkan yoga.


" Gue gak mau liat lu deket-deket sama eky lagi! " Tutur yoga pada lian. " Dan cowok manapun. " Tambah yoga membuat lian semakin tak karuan.


" Emangnya kenapa kalau gue deket sama eky? "Lian berusaha mencari jawaban menatap yoga intens.


" Karena gue gak suka. Pokoknya mulai sekarang lu gak boleh deket, jalan atau pergi sama cowok manapun selain gue. ngerti? " Yoga menekan kan kata-katanya pada lian.


" Tapi yo....."


Sebelum lian menyelesaikan perkataan nya yoga segera menarik lian kedalam pelukan nya. Lian yang terkejutpun hanya diam mematung karena tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini Gue gak lagi mimpi kan? yoga meluk gue? iya ini bukan mimpi. Lian yang tersadar pun membalas pelukan yoga, melingkarkan tangan nya memeluk perut yoga yang sixpack. Yoga yang merasakan lian membalas pelukan nya pun semakin mengeratkan pelukan mereka.


Beberapa saat mereka menikmati moment pelukan pertama mereka, sampai akhirnya yoga melepaskan pelukan nya dan memandang lian.


" Lu mau kan nurutin gue? " Ucap yoga seraya memandang lekat lian. " Jangan pernah lu deket-deket sama cowok lain. Oke? " Lian memgangguk meng iyakan perintah yoga.


Yoga mengelus rambut lian lembut, merapikan beberapa helai rambut lian yang di terpa angin malam pegunungan sehingga jatuh di wajah cantik lian. Pandangan nya kini jatuh pada bibir sexy lian, bagai tersihir yoga mendekatkan bibir nya memberikan ciuman lembut di bibir pink itu. Sepersekian detik lian hanya mematung, tapi lian berusaha mengembalikan kesadaran nya dan membalas ciuman yoga. Mereka pun larut beberapa saat sampai akhirnya yoga melepaskan ciuman nya karena mereka sudah mulai kehabisan nafas. Mereka saling memandang dari jarak yang sangat dekat dengan suasana temaram. Akhirnya dering Hp lian menyadarkan mereka. Lian melihat ke layar ponsel nya yang menunjukkan nama cindy, sampai akhirnya lian menerima panggilan dari cindy.


" Hallo cin! "


" Lian lu dimana? "

__ADS_1


" Gue lagi......lagi di depan bentar "


" Depan mana? "


" Depan.....pokoknya depan cin! kenapa? "


" Lu gak mau siap-siap dandan kek apa kek gitu buat nanti malam? malah ngilang lama banget. "


" Eh iya gue balik ke kamar sekarang deh. " klek. lian pun memutuskan sambungan telpon cindy terlebih dahulu.


" Emmm yo, kita balik sekarang yuk? " Lian berkata seraya memandang yoga.


" Aaaahhh cindy ganggu aja deh! " Ujar yoga memutar bola matanya jengah.


" Lagian kamu gak mau siap-siap buat nanti malam apa? " Lian mulai mencoba ber aku kamu dengan yoga


" Aku sih tanpa harus lebay juga udah ganteng sayang. " Yoga berbicara dengan narsisnya.


Glek.. Lian yang mendengar yoga memanggilnya sayang pun menjadi salah tingkah. Pipinya memanas seketika untung saja di tempat mereka berdiri sekarang memang lumayan gelap jadi yoga tidak dapat melihat pipi lian yang memerah.


" Ayo lah kita balik sekarang! Tapi kamu harus ingat jangan dekat-dekat dengan teman-teman kita yang cowok oke? " Yoga


" Oke " Lian


" Ah dan satu lagi jangan berdandan terlalu cantik. Kamu boleh dandan cantik-cantik kalau lagi mau kencan sama aku doang! paham? " Yoga


" Kamu cerewat juga ya? kayak emak-emak tau gak? " Lian


" Cerewet-cerewet gini kamu sayang kan? " Yoga pun menggoda lian. Mendengar ucapan yoga lian tersenyum dan mengangguk.


Mereka lalu berjalan sambil berpegangan tangan menuju villa. Sesampainya di depan villa ada beberapa teman kelas mereka yang sedang berada disana, melihat itu yoga segera melepaskan tangan lian.


" Yo? " Panggil Nael salah satu teman kelas mereka sembari mendekat. " Lu dari tadi di cariin tuh sama si aline dan yang lain. "


" Ohh iya, thanks ya? gue masuk dulu. " Yoga pun berlalu dari situ tanpa berpamitan pada lian.


Melihat hal itu lian pun terlihat kecewa. Hmmmm lian harusnya kamu tau, gak mungkin yoga tiba-tiba ngaku sama semua orang tentang hubungan ini. Pasti si yoga malu dan gak mau ada satu orang pun yang tau. Lian menghembuskan nafas kasar lalu berjalan menuju kamar nya.


~


Setibanya di kamar


" Lian lu dari mana aja sih? " Ucap cindy yang sudah bersiap memberondong lian dengan sejuta pertanyaan, namun lian tidak memperdulikan pertanyaan cindy dan malah memilih menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuk yang terletak di tengah-tengah kamar.


" Li " Panggil cindy lagi.


" Cin, gue mau mejamin mata dulu bentar aja!! gue capek" Lian


" Tapi apa lu gak mau siap-siap li? ini udah hampir jam tujuh loh!! dua jam lagi acara di mulai. " Ujar cindy pada lian.


" Kasih gue waktu lima belas menit aja. " Lian.


" Huuuuft yaudah deh terserah lu aja. " Cindy pun kembali meneruskan kesibukan nya yang sedang berdandan, dan memberikan waktu pada lian.


Yogaaaa, baru aja gue seneng setengah mati karena lu akhirnya mau perlakuin gue dengan manis. Tapi kenapa gue lu banting lagi? batin lian berkecamuk memikirkan perlakuan yoga tadi padanya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2