
Satu bulan telah berlalu semenjak tragedi yang menimpa keluarga Berlian. Gadis itu pun kini sudah mulai bisa bangkit dan berdiri sendiri.
Untuk membiayai hidup lian bekerja di Salah satu Restoran jepang ternama di kotanya, dia menyesuaikan shift bekerja dengan jadwal Kuliah. Dan Lian Berjualan beberapa makanan dan camilan secara online yang akan di buat nya sepulang dari kuliah dan bekerja. Karena lian memang pandai memasak dan membuat kue, sudah lumayan banyak orang menjadi pelanggan online shop nya. Biasanya mereka memesan kepada Lian sehari sebelum, dan lian bisa mengatur menyisipkan waktu untuk memasak dan mengantar makanan pada para pembeli.
Kehidupan Lian kini telah berubah drastis. Dia harus hidup sebatang kara dan membiayai kuliah serta kebutuhan sehari-hari sendiri. Karena hal itu juga Lian kini berusaha mengubur perasaan nya pada yoga dalam-dalam. Dulu saja waktu lian kaya Yoga selalu kasar padanya apalagi sekarang lian sudah miskin begitu pikir lian. Pelan-pelan lian mulai tenggelam dengan kesibukan nya dan menjauh dari pergaulan teman-teman nya. Walaupun kadang cindy memaksa bergabung untuk sekedar hangout atau nongkrong, lian selalu menolak karena memang Lian tidak punya waktu.
Siang itu lian sedang bekerja di restoran seperti biasanya.
" Lian, antarkan Ini ke Ruangan VVIP nomer 3 " ujar seorang kepala Pelayan Restoran pada lian
" Baik tuan "
" Jangan lupa tanyakan pada mereka apa yang di butuhkan!! Dan berdiri lah di luar ruangan "
" Baik tuan "
Lian segera beranjak menuju ruangan itu membawa troli pengangkut makanan. Ketika tiba di depan pintu ruangan VVIP sayup-sayup terdengar suara gelak tawa para pemuda dari dalam sana. Lian menghentikan tangan nya yang akan mengetok pintu ruangan, karena dia mendengar beberapa suara yang tak asing di telinganya yang tak lain adalah yoga dan teman-teman nya. Para pemuda itu sedang asik saling menggoda hingga tidak memperdulikan tempat, suara mereka terdengar sangat nyaring.
" Ya tuhan mereka ada disini? bagaimana ini? kalau aku masuk mereka akan mengejekku!! tapi kalau aku tidak masuuk....."
" Lian kenapa kau tidak masuk? " Sapa seorang rekan Lian yang juga akan mengantar makanan ke ruang VVIP yang lain
" Ah iya aku baru aku akan mengetok pintu " sahut Lian karena dia tidak mau di curigai yang tidak-tidak.
Akhirnya lian memutuskan untuk menguatkan diri dan masuk kedalam, cepat atau lambat mereka akan mengetahui semuanya jadi tidak ada gunanya aku terus menyembunyikan semua . Tekad Lian dalam hati "huuuuuffftt" lian membuang nafas kasar.
Tok tok tok
Sreeeeeek bunyi pintu yang di geser oleh Lian. Seketika semua orang menoleh ke arah pintu. Mereka pun di buat kaget oleh pemandangan di depan mereka.
" Permisi tuan-tuan, saya mengantarkan pesanan anda semua dan akan menyajikan nya." Lian membungkuk ala-ala orang jepang kemudian mulai mengambil makanan di troli. Semua orang di ruangan itu termasuk yoga terus mengikuti gerakan lian, sampai salah satu diantar mereka sadar.
__ADS_1
" Hey lian sedang apa kau disini? " Daniel
" Saya sedang mengantar pesanan anda dan teman-teman anda tuan " Lian
" Maksudku kenapa kau yang mengantar? apa kau bekerja disini? " Daniel mengernyitkan alisnya.
" Kau ini, tidak mungkin tuan leksmana membiarkan putri tunggal nya menjadi pelayan restoran!! " Sambung eky yakin.
DEG jantung Lian terasa mau copot mendengar perkataan Eky, tapi Lian segera tersadar dan berusaha agar ekspresi wajah nya terlihat setenang mungkin.
" Apa kau bekerja untuk mengawasi restoran ini? apa ini milik leksmana group? biasanya para calon pewaris akan melakukan itu!!! iya kan??? " Sambung steve kemudian.
" Kalian jangan bicara omong kosong, Ini bukan milik Leksmana group aku tau itu!! Dia pasti kesini karena mengikuti ku " Sambung yoga dengan tatapn tajam ke arah lian.
" Apa kau mengikuti yoga??? Aaahhh kau ini sudah tau yoga itu kasar padamu!! Lebih baik kau bersama ku saja " Jawab steve PD.
" Iya lebih baik kau bersama steve jangan mengganggu ku terus. Kau membuat ku muak!! " Ujar yoga masih saja penuh penekanan
" Maaf tuan-tua saya disini adalah seorang pelayan. Makanan nya sudah saya hidangkan selamat menikmati!! Apakah ada yang di butuh kan lagi? " Tanya Lian
" Maafkan aku, aku hanya bercanda!! tapi acting nya memang keren " Ujar steve setengah takut.
" Baiklah tuan aku akan berdiri di luar ruangan ini, Jika kalian menginginkan sesuatu panggil saja aku. " Lian membungkuk kan badan nya sekali lagi lalu berlalu keluar dan tak lupa menutup pintu.
" Dia sungguh menyukai mu, sampai rela berpura-pura menjadi pelayan agar secara tidak langsung bisa menemanimu makan " steve menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Jangan banyak bicara atau ku sumpal mulutmu " Pekik Yoga pada steve.
Mereka berempat pun menikmati makanan dalam keheningan dan larut dalam pikiran masing-masing, Sebenarnya mereka agak mencurigai lian tapi tidak ada yang berani bersuara termasuk yoga.
Tak lama kemudian yoga bangkit dan membuka pintu.
__ADS_1
" Bawakan aku lebih banyak wasabi dan Sake " Seru yoga pada lian
" Baik tuan "
Lian segera menuju ke dapur restoran meminta pesanan yoga pada bagian dapur, setelah mendapatkannya lian berjalan dengan cepat ke ruang yang di gunakan yoga dan teman-teman nya.
" Ini wasabi dan sake nya tuan!! apa ada yang di butuhkan lagi? "
" Ya!! Enyahlah jangan menampak kan batang hidungmu di hadapanku, katakan pada managermu untuk menggantimu dengan pelayan lain untuk melayani kami " ujarnya tanpa memandang lian.
Lian sedikit sedih mendengar ucapan yoga, dia memberanikan diri untuk bertanya.
" Apa saya melakukan kesalahan tuan? Saya mohon maaf kalau saya melakukan kesalahan dan saya tidak akan mengulanginya lagi tuan , manager bisa memarahi saya kalau tuan mengganti saya!! " ucap lian sambil menunduk.
" Jelas kau salah!! kau tau kesalahan mu apa? "
" Tidak tuan "
" Kesalahan mu adalah muncul disini dan membuat ku terganggu!! aku sangat tidak menyukaimu. Pergi lah dan jangan berada di sekitar sini. Jangan ber acting menjadi pelayan hanya untuk mengikuti ku!! atau akan aku patahkan kakimu " Ucap Yoga geram
" Ba- baik tuan "
Lian segera berlalu meninggal kan ruangan yoga dan berlari ke toilet. Dia menangis sejadi-jadinya mendengar ucapan Yoga. Betapa sakitnya hatinya di hina seperti itu, apalagi tanpa tau yang sebenarnya yoga menuduhnya macam-macam. Lian mengunci pintu toilet dan menangis sejadi2nya. " MENGAPA ORANG YANG KUCINTAI MALAH MENANCAPKAN DURI DI HATIKU "
.
.
.
.
__ADS_1
visual Yoga