Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
5. Duka


__ADS_3

Malam itu Lian yang memang sedang sangat sedih. Dia menangis tanpa henti. Karena Lian tidak mau menangis dan terlihat sedih di rumah dan membuat mamanya khawatir, lian memutuskan untuk menenangkan diri dan berputar-putar menggunakan mobil nya. Sampai akhirnya Lian Mendapatkan telpon yang mengatakan kalau papa nya kembali di larikan ke rumah sakit. Mengetahui hal itu Lian segera melajukan mobilnya dengan sangat kencang menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Lian di beritahu oleh Paman nya kalau ayah nya telah meninggal!! seketika itu juga dunia Lian terasa runtuh dan hancur berkeping-keping. Dengan kepala di penuhi banyak sekali pertanyaan, lian melangkahkan kaki nya dengan gontay ke ruangan yang terdapat jenazah papa nya. Dilihat nya satu persatu orang di dalam ruangan itu, sampai matanya tertuju pada seseorang yang sedang berbaring di sebuah ranjang dengan keadaan tertutup kain putih.


Lian melangkahkan kakinya dengan gemetar menuju ke ranjang itu. Perasaan nya menjadi semakin tak karuan. Tapi hatinya mencoba untuk pura-pura tegar dan berbohong ini bukan papa , ya ini pasti bukan papa! Ujar Lian meyakinkan. Kemudian perlahan-lahan dengan tangan bergetar lian membuka kain putih penutup itu. Di tarik nya kain itu hingga terjatuh ke tanah. Matanya terkesiap, badan nya bergetar seketika seakan tak bisa menerima apa yang di lihatnya. Saat ini papanya berbaring tak bergerak, bibirnya terlihat memucat seperti mayat. Lian menyentuh tangan hadi. Tangan itu kehilangan kehangatan nya hanya dingin yang tersisa.


" Papa " Ucap lian menggoyangkan tubuh kaku papanya. " Papa ini Lian pa, papa bangun pah!! PAPAAAAHHHH " Lian masih mencoba membangunkan papa nya sekuat tenaga.


Seorang perawat yang melihat hal itu menghampiri Lian dan berusaha menenangkan nya.


" Tenang nona, nona harus ikhlas menerima ini semua "


" Ikhlas apa? papa saya belum mati!! saya akan berusaha membangunkan nya sus, waktu itu papa juga pingsan. Setelah saya bangunkan nya papa langsung bangun sus" Lian berteriak bagai orang gila


" Pah, pa bangun pa!! papa mau ninggalin mama sama lian !! PAPAAAAAAA " Lian berteriak sekuat tenaga menangis meraung sejadi jadinya.


" Mama " ujar Lian ketika mengingat mama nya " Mamaaaaa " Mata Lian menangkap kehadiran mama nya yang berbaring di sofa ruangan itu. Lian berlari menghampiri mamanya.


" Mama!! mama kenapa? mama bangun ma!!"


" Mama kamu hanya pingsan lian , sekarang kita harus segera mengurus proses pemulangan jenazah papa mu. "


" Enggak!! Om jangan ngomong sembarangan papa belum mati " Lian berteriak membelalak seraya berjalan menuju ke arah hadi yang terbaring tak bernyawa.


" Papaaaaaa...papa bangun...bangun paaaaaaaaaaa " Pekik Lian yang kemudian ambruk karena kehilangan kesadaran nya


*******


Lian mengerjap-ngerjapkan matanya dia merasa sangat haus dan pusing. Lian beranjak hendak bangun.


" Li lu udah bangun? " Ucap cindy yang saat itu ada di kamar Lian menemani Lian.


" Gue, kepala gue pusing banget cin "


" Yaudah lu minum dulu nih "


Lian meminum air yang di sodorkan cindy. Setelah dahaganya hilang lian kembali mengingat apa yang terjadi padanya tadi, seketika itu matanya membulat.


" Papaaaa " Seru lian turun dari ranjang seraya akan berlari


" Lian lu tenang dulu li "


" Cindy gue mau ketemu papa Cin, papa....." Suara lian tercekat karena tangisan nya kembali pecah. Cindy memeluk lian dan menenangkan nya, mengusap pelan kepala dan pundak lian dengan halus.

__ADS_1


" Lian gue tau ini pasti berat banget buat lu, tapi lu harus bisa hadapin ini semua li!! Lu harus ingat masih ada nyokap lu yang butuh lu li. " Lian terkesiap mendengar ucapan cindy, dia teringat mama nya. Apa yang kini dirasakan mama? Pasti mama nya itu sangat terpukul dan sedih dengan apa yang terjadi saat ini.


Lian melepaskan pelukan cindy " Dimana mama cin? ".


" Tante Santy di bawah Li nemenin jenazah Om hadi "


" Gue mau ketemu mama cin, kasian mama "


" Yaudah kita ke bawah sekarang ya? tapi lu harus janji ya? jangan nangis lagi lu harus jadi penguat buat tante santy "


Lian mengangguk mendengar ucapan cindy, lian menghapus air matanya dan bergegas mengganti pakaian nya dengan pakaian berwarna putih. Kemudian bergegas turun bersama cindy.


Sesampainya di bawah lian bisa melihat sebuah Peti mati yang terbaring jenazah ayahnya disitu, di sampingnya terlihat santy sang ibu yang menangis sesenggukan matanya terlihat sembab dan menyipit karena terlalu banyak menangis. Lian menghela nafas panjang dan menghampiri sang mama.


" Maaa " ucap Lian sambil menyentuh pundak santy


" Lian, sayang " santy berhambur memeluk putrinya kemudian menangis sesenggukan di pelukan putri semata wayang nya " Lian papa, papa udah gak ada naaakkk " ujar santy kembali menangis.


" Ma, kita harus ikhlasin papa ma!! supaya papa tenang dan bahagia disana " Lian mencoba menghibur mama nya mengesampingkan kesedihan nya sendiri. Karena dia tau mama nya butuh penghibur dan saat ini hanya Lian yang santy punya.


Lian melepaskan pelukan nya menatap mama nya lekat menghapus air mata di pipi santy.


" Ma kita doain aja papa ya ma? "


" Mama udah urus pengamakaman papa? " Tanya lian


" Om wiguna yang mengurusnya nak, biarkan mama bersama papa malam ini!! Kita makam kan papa besok ya? " santy memohon


" Yaudah ma gapapa "


*******


Malam harinya.


" Santy, mas mau berbicara padamu "


" Iya mas gun ada apa? "


" Besok kita akan memakamkan hadi jam 10 pagi "


" Baik lah mas, walaupun aku sangat berat tapi aku akan menerimanya." Ucap santy sendu " Mas sebenarnya ada masalah apa? kenapa heri tidak datang ke rumah ini? biasanya dia adalah orang yang sangat dekat dengan suamiku! Dan sebenarnya apa yang terjadi di kantor kenapa mas hadi kena serangan jantung mas? "


" Sebenarnya mas tidak mau membahas ini denganmu karena mas takut kau akan sedih santy, tapi mas tidak bisa menutupi nya "

__ADS_1


" Ada apa mas? ceritakan padaku sebenarnya ada apa?


" Sebenarnya perusahaan suamimu sudah bangkrut, dan semua ini karena heri menghianati hadi "


" Apa???kenapa bisa heri melakukan itu mas? dan kenapa perusahaan mas hadi bisa bangkrut mas hadi itu orang yang sangat pintar dan cerdas!! "


" Hadi memang cerdas tapi dia juga bodoh santy dia mempercayakan saham nya pada heri sehingga heri membalik semua saham nya atas nama heri, kita tidak bisa berbuat apa-apa karena itu juga atas izin suamimu "


" Apa??? ya tuhaaaaannnn biadab sekali heri suamiku sudah banyak menolongnya "


" Lalu mas bagaimana dengan saham atas nama ku dan lian mas? mas hadi selalu mengatakan bahwa kami punya saham disana yang cukup besar? " ujar santy, dalam pikiran nya dia sudah kehilangan suaminya dia tidak akan membiarkan heri hidup tenang


" Tentu saja saham itu ada santy itu sudah aku akuisi atas nama ku "


" Syukurlah mas kita masih bisa berperang melawan heri "


" Kita??? Kenapa harus kita? "


" Tentu saja kita mas, aku dan Lian akan membantu mas "


Wiguna menyeringai dan memandang santy sinis


" Santy..santy kau dan suamimu memang sangat serasi. Aku memang akan melawan heri tapi tidak dengan mu dan lian!! Karena kalian berdua sudah tidak punya hak atas saham itu, saham itu sudah menjadi milikku "


Santy tersentak mendengar ucapan wiguna


" Apa maksud mu mas?? apa kau juga berniat menghianati kami? " Ucap santy tak percaya


" Kau pikir apa? aku harus selalu melayani mu dan keluarga mu? selama ini aku sudah bersabar dan menanti kehancuran kalian dan akhirnya hari ini datang " Wiguna tertawa bahagia bagai seorang Iblis


" ******** kau wiguna sekarang keluarlah dari rumah ku "


" Rumahmu?? Rumah ini akan segera di sita oleh perusahaan santy, tapi sebagai seorang kakak dan paman yang baik aku akan memberi kalian keringanan untuk tinggal disini sampai pemakaman hadi besok " 😂😂😂 wiguna kembali tertawa senang " Segera kemasi barang-barang Kalian dan bersiap lah untuk pergi besok ingat untuk tidak membawa apapun termasuk mobil dan semua barang di rumah ini, karena semua ini adalah milik perusahaan dan akan segera menjadi milikku " hahahahahahahahaha


Ucap wiguna kembali kemudian meninggalkan santy yang sudah lemas tak berdaya mendengar semua penuturan wiguna.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2