
" Woy apa-apan sih lu line? ngamuk kayak orang gila! " Daniel menatap aline dengan heran.
" Niel lu telpon steve atau yoga, tanyain mereka dimana? " Aline menghampiri daniel sembari melingkarkan tangan nya di lengan daniel.
" Udah!! tapi gak diangkat. Mungkin mereka lagi tidur atau sibuk. " Daniel
" Eeeehhh gue gak mau tau!! gue harus susulin mereka sekarang!!. " Aline
" Terus temen-temen yang lain mau lu kemanain? mereka kan kesini karena undangan lu, masak mau lu tinggalin!! " Daniel
" Eh sial!!! ngapain sih si yoga pakai pergi bareng lian!! nyesel gue gak bongkar semua dari tadi sore pas acara minum teh aja. Jadi berantakan semuanya. " Aline
" Hah?? bongkar apa? " Daniel bertanya dengan nada kebingungan.
" Bukan apa-apa!! udahlah tinggalin gue sendiri, gue mau tidur capek. " Aline
" Yaudah gue keluar! tapi jangan ngamuk kayak orang gila lagi. Malu tau gak sama yang laen. " Daniel berkata sembari meninggalkan kamar aline.
Ketika akan menuju ke kamarnya daniel di kejutkan dengan eky yang terlihat membawa tas nya dan bersiap untuk pergi.
" Eh lu mau kemana? " Daniel
" Mau balik!! udah gak seru disini. " Eky
" Hah? pada gila ya lu semua! ini kan acara nya aline, si steve sama yoga udah cabut. Sekarang lu juga mau ikut-ikutan cabut!! " Daniel berkata dengan nada tinggi.
" Bodo deh!! masak iya kita muluk jadi tumbal. Si yoga sama steve enak-enakan pacaran. " Eky menjawab dengan penuh penekanan, matanya menyiratkan kemarahan.
" Jangan bilang lu mau musuhan sama yoga cuma gara-gara cewek!! Heiiii come on cewek banyak bro bukan cuma lian. " Daniel berusaha menenangkan sahabatnya.
" Berisik lu!! udah ah gue cabut dulu. Lu aja disini sama aline. " Eky berkata sambil berlalu pergi.
" Hadooooohhh au ahhh. " Daniel pun memilih berlalu pergi kedalam kamarnya.
*********
Keesokan harinya
Cindy dan lian baru saja menyelesaikan acara mandi pagi mereka.
" Ehem...nyenyak tidur semalem li? " Cindy bertanya dengan nada menggoda.
" Apaan sih lu? " Aline melempar bantal kearah cindy diikuti oleh gelak tawa cindy yang menggema.
" Gak nyangka tau gak gue, akhirnya lu sama yoga jadian juga. " Cindy
" Hemmmm, gue apa lagi? masih kayak gak percaya gitu cin!! eh tapi cin menurut lu yoga bakalan tetep nerima gue apa adanya gak ya kalau tau gue udah miskin sekarang? " Lian tiba-tiba menunjukkan wajah sedih nya.
" Tenang aja kalik li, kalau dia tulus sayang sama lu ya dia akan nerima lu apa adanya! tapi kalau dia gak nerima lu apa adanya ya itu artinya dia emang gak tulus. " Cindy
__ADS_1
" Huuuuuffft gue masih bingung gimana caranya kasih tau yoga yang sebenarnya cin. " Lian menerawang ke depan dengan tatapan hampa.
" Everything is gonna be oke lian!! percaya deh sama gue. Kalau lu belum siap ya jangan dulu, tapi saran gue lu harus jujur sama yoga jangan sampai dia tau dari orang lain atau tau sendiri karena pasti akan bikin dia kecewa banget!! yang penting lu udah coba jujur, gimanapun tanggapan dia ya itu yang terbaik dari tuhan. " Cindy berkata dengan serius.
" Nanti deh gue coba buat nyari waktu yang pas. " Lian
Cindy mengangguk-nganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Eh mereka udah pada bangun belum sih? " Cindy
" Gak tau deh!! " Lian
" Yaudah kita bangunin aja yukk. " Cindy
" Oke deh gue bangunin yoga ya? lu bangunin babang steve lu. " Lian berkata sambil tergelak menggoda cindy.
" Hueeeekkk 😵😵 " Cindy bersikap seolah hendak muntah.
" Awas aja lu nanti jadi cinta kayak yoga sama gue. " Lian kembali meledek cindy dan segera berlari meninggalkan cindy yang sudah hendak memakinya.
" Awas aja lu ya lian. " Ucap cindy geram kepada sahabatnya itu.
Cindy kemudian menuju kamar steve. mengetok kamarnya dengan keras
Dor dor dor dor
" Steve.... bangun!!! "
Dor dor dor dor
" Yeeeee masih molor aja udah jam segini juga!! Woy bangun woy. " Cindy berteriak sambil menarik-narik selimut yang menutupi tubuh steve.
" Aaaaahhhhh mama masih ngantuk nanti aja lah. " Ujar steve yang masih belum terkumpul kesadaran nya.
" Mama mama...emang gue mama lu!! bangun. " Cindy mengguncang-guncangkan tubuh steve dengan kasar.
" Aduuuuhhhh ini tuh hari ming......" Steve yang hendak mengomel pun terhenyak melihat siapa yang dari tadi menganggu tidurnya. " Cindy!! "
" Iya gue!! emang lu pikir mama lu apa? " Cindy tidak henti-hentinya menggerutu.
" Aaahhh gue lupa kalau lagi di villa hehehe gue pikir di rumah! Gue masih ngantuk cin. " Steve mencoba menarik kembali selimutnya.
" Eeehhh cepet bangun ini udah siang steve, kita kan harus balik ke kota! " Cindy pun segera menarik selimut itu lagi dan menjatuhkan nya ke lantai.
" Aduuuuuhhhh emang yang lain udah pada bangun apa? " Steve mulai terlihat kesal, untung saja itu cindy andaikan itu orang lain pasti akan dimakinya.
" Udah! semua udah pada bangun! yoga sama lian udah pada di meja makan tuh. " Cindy membohongi steve.
" Yaudah yaudah gue mandi dulu deh!! tapi morning kiss dulu dong. " Ujar steve menunjuk pipi nya.
__ADS_1
" Nih!! " Cindy mengangkat bogem nya keatas.
" Duh galak amat sih! " Steve
" Yaudah cepetan mandi! " Cindy
" Iye iye " Steve pun menuju ke kamar mandi dengan malas-malasan.
Sementara lian juga terlihat sedang berada di kamar yoga untuk membangun kan kekasihnya itu.
" Yang bangun yang. " Lian mengguncang tangan yoga dengan lembut.
" Hmmmmm sayang aku masih ngantuk. " Yoga malah menarik tangan lian sehingga lian terjatuh ditas tubuh yoga.
" Yang iiiiihhh udah siang tau yang, cepet bangun lah yukk cepet kita balik ke kota. " Lian
" Lima menit lagi aja yang. " Yoga masih sangat susah untuk di bangunkan.
" Yaudah deh kalau gitu, Lepasin aku! " Lian menggeliat-liatkan badan nya agar yoga melepaskan nya.
" Bentar aja yang aku mau tidur sambil meluk kamu! " Yoga
" Gak mau, Lepasin aku. " Lian sekuat tenaga meronta namun itu tidak membuat yoga melepaskan pelukan nya. " Yoga " Lian mencoba membuat yoga marah dengan memanggil namanya.
Dan benar saja seketika itu juga yoga langsung membuka matanya dan melepaskan pelukan nya. Lian pun memanfaatkan kesempatan itu untuk segera berdiri.
" Kamu panggil aku apa? " Yoga menatap lian dengan jengkel.
" Yoga.... udah ah cepet bangun! kalau gak aku ajakin cindy cari apa kek buat pulang ke kota duluan! " Lian
" Oke aku bangun! tapi panggil aku apa? " Yoga
" Iya sayangku! " Lian berkata sambil tersenyum manis, membuat yoga segera bangkit dari tidurnya dan berdiri mensejajari lian.
" Nah gitu dong. " Cup yoga secepat kilat mencium pipi lian. Membuat lian tersipu malu.
" Udah ahh mandi gih aku tunggu di luar. " Lian segera mendorong yoga agar menjauh dari nya.
" Ihhh pipi kamu kok merah sih yang? " Yoga tergelak sembari mencoba menggoda lian.
" Apaan sih? mandi gak? kalau gak aku balik duluan nih. " Lian mengancam yoga dan menaikkan kedua tangan nya di pinggul.
" Iya iya ini mandi yang. " Ucap yoga pasrah lalu benjak ke kamar mandi.
Lian tersenyum melihatnya, sebuah perasaan manis singgah di hatinya. Bagai di penuhi dengan ribuan bunga yang sedang mekar.
.
.
__ADS_1
.
.