Sebuah Rasa (Berganti)

Sebuah Rasa (Berganti)
30. Terbongkar!


__ADS_3

" Lu apaan sih Li? belain gembel ini? biasanya cuma orang segolongan yang belain temen nya? " Aline menatap Lian penuh arti.


" Jangan ikut campur! Gue ngomong sama pacar gue. " Lian balas menatap Aline dengan tajam.


" What? Lu ngomong apa? Berani lu nantangin gue!! " Aline sudah akan mendekat kearah Lian, tangan nya sudah sangat gatal untuk mencabik-cabik gadis itu.


Namun Yoga yang melihat hal itu menyela dengan cepat.


" Apaan sih Line? Kok lu malah bentak-bantak Lian gitu? " Yoga


" Lu denger sendiri kan Yo? dia yang nyolot sama gue! " Aline


" Ehhhhh apa-apaan sih ini? antri tuh di belakang. Kalian nih halangin jalan ribut-ribut lagi. Banyak yang nontonin tuh! ada apaan sih? " Daniel, Steve, dan Eky juga sudah berada di sana karena melihat yang ribut adalah teman-teman mereka.


" Sayang, kalau kamu permasalahin ini karena mobil kamu lecet! Aku yang bakalan bayar biaya perbaikan nya. Sekarang biarin dia pergi! Kasian. " Ucap Lian seraya menyentuh tangan Yoga.


" Aaargh!! Yaudah deh. Cabut lu sekarang juga! Sebelum gue berubah pikiran. " Yoga berkata pada mahasiswa yang sedang gemetaran ketakutan itu.


" Ba-baik kak! Ma maka kasih " Mahasiswa itu menjawab dengan terbata-bata dan segera saja pergi dari situ dengan mengendari motornya.


Yoga kemudia berteriak ke arah para mehasiswa yang sudah berkrumun menyaksikan keributan yang ia ciptakan tadi.


" Bubar!! Bubar lu semua. " Teriaknya dengan suara lantang.


Kemudian segera memasuki mobil nya dan melajukan nya meninggalkan tempat itu, bahkan meninggalkan Lian disana. Lian hanya bisa mematung di tempatnya melihat mobil Yoga yang semakin menjauh.


" Udah ah yukk cabut nyusul Yoga. " Seru Daniel pada Eky dan Steve kemudian.


Mereka pun pergi satu persatu menyisakan Lian dan Aline disana.


" Lu berani ya tadi nyolot sama gue? " Aline mulai berbicara kearah Lian.


" Aline, gue gak akan takut sama siapapun termasuk lu! Apalagi jelas-jelas anak tadi gak salah! " Lian menjawab dengan tegas.


"Oooohhh udah ngerasa hebat ya lu? Oke kita liat aja, gimana kalau gu......"


" Silhakan!! Lo bisa ngelakuin apapun yang lo mau. Dan 1 lagi gue akan pindah dari rumah itu sekarang juga! Dan soal lu mau beberin keadaan gue, silahkan!!! Gue gak peduli!! " Lian memotong kata-kata Aline dan mengatakan apa yang ada dalam pikiran nya.

__ADS_1


Lian meninggalkan Aline yang masih terbengong-bengong karena ancaman nya sudah tidak di indahkan oleh dirinya. Dia segera keluar dari gerbang kampusnya dan menghentikan taksi yang lewat untuk pulang ke rumah kecilnya.


Sesampainya di rumah. Lian segera membaringkan dirinya di kursi ruang tamu depan, tumpukan barang yang sudah di kemasnya teronggok di sudut ruangan sempit itu. Lian memandang kelangit-langit ruangan. Pikiran nya melayang pada kejadian tadi di kampus.


Yoga yang benar-benar meremehkan mahasiswa miskin di kampusnya. Bagaimana kalau Yoga tau semuanya? hanya itu yang ada di pikiran nya kini. Ketima tengah asyik berpikir Hp nya berdering, seseorang menelpon nya.


" Lian!!! " Di seberang sana terdengar suara cempreng Cindy yang membahana.


" Aduuuuhhh...apaan sih teriak-teriak? " Ucap Lian.


" Lu udah liat di berita-berita di internet? Semua tentang kematian bokap lu dan nyokap lu. Sama berita keluarga kalian! " Ujar Cindy dengan nada panik.


" Apa????? " Lian


" Cepetan Liat makanya. " Cindy


" Iya iya gue liat dulu. " Lian segera membuka berita online. Matanya terbelalak terkejut.


Bagaimana mungkin, saat ini berita tentang keluarganya yang hampir bangkrut dan kematian kedua orang tuanya tengah menjadi Hot topik.


Lian membaca berita-berita itu satu persatu. Disitu tertulis bahwa penyebab Leksmana grup hampir bangkrut adalah perselingkuhan ayahnya dengan seorang perempuan yang kemudian menipunya sehingga perusahaan beradadi ambang kehancuran. Namun beruntung Heri sebagai asiten nya bisa menyelamatkan perusahaan itu dengan mengakuisi saham dan membujuk para investor. Hal itu akhirnya di ketahui oleh ibunya Santy frustasi dan bunuh diri. Tak kuat dengan kenyataan bahwa ternyata selingkuhan nya seorang penipu dan bangkrutnya perusahaan Hadi Leksmana akhirnya bunuh diri.


Ada juga banyak berita tentang dirinya, yang merupakan Putri tunggal Hadi Leksmana yang dalam berita di tulis tidak mau tinggal bersama paman nya satu-satunya yaitu Wiguna karena merasa terkekang dan frustasi.


" Bagaimana mungkin mereka membuat berita semacam ini? " Lian merasa sangat geram membaca berita-berita itu.


Ponsel nya kembali berdering, sebuah nomer asing masuk.


" Halo? Gimana lu udah baca berita-berita di internet? " Terdengar suara seorang perempuan di seberang sana. Suara yang sangat tidak asing di telinga Lian.


" Aline? Jadi ini semua perbuatan lu? " Lian


" Hahahahaha... Bukan!! Ini bukan 100% perbuatan gue. Gue cuma dapetin sekutu yang bisa di andelin!! " Aline tertawa puas.


" Kenapa? kenapa lu nyebarin berita bohong soal keluarga gue?? lu tau apa soal bokap gue? bokap gue gak selingkuh! " Lian sudah tidak bisa lagi membendung amarah nya.


" Hahahaha.... Itu bukan urusan gue! dan bukan gue juga yang nyuruh wartawan nulis itu semua. Itu perbuatan Om lu sendiri. " Ceklik. Aline mematikan sambungan telpon.

__ADS_1


" Apa? Wiguna?? " Lian meremas handphone di tangan nya. Dengan segera dia keluar dari rumah dan menghentikan taksi kembali.


Disisi lain Yoga bersantai bersama teman-teman nya di Caffenya. Dia bukan tidak teringat dengan Lian yang tadi ditinggalkan nya.Tapi mengingat Lian yang tadi lebih membela mahasiswa gembel yang menabrak mobil, Yoga merasa sangat jengkel dan enggan untuk menelpon Lian sekedar meminta maaf.


" Huk!!! " Tiba-tiba daniel menyemburkan minuman yang tengah di seruputnya. " Apaan nih? " Ujarnya histeris.


" Apaan sih lu? " Steve yang pertama menimpali daniel.


" Nih! " Daniel menyodorkan Hpnya kearah Steve. Menunjukkan apa yang baru saja di lihatnya.


Steve melihat dan membaca apa yang ada di Hp Daniel dengan seksama. Dia pun tak kalah kagetnya dengan Daniel.


Melihat hal itu Yoga dan Eky saling memandang karena dibuat penasaran.


" Apaan sih? " Seru Eky ke arah Steve yang membelalakkan mata.


" Coba-coba kalian buka Hp deh!! Lagi viral banget berita di internet soal keluarga Lian! " Terang Steve, yang sama sekali tidak mengalihkan pandangan nya dari Hp Daniel. Dia terus saja membaca berita-berita itu.


" What??? " Yoga yang mendengar hal itu langsung membuka Hp nya. Begitu juga dengan Eky.


Tengah asyik membaca berita-berita itu Hp mereka semua berdering berkali-kali dan menunjukkan seseorang mengirimi mereka chat yang berisikan foto-foto dan video dalam jumlah yang banyak.


Dan keterkejutan mereka bertambah seratus kali lipat saat melihat foto-foto yang di kirim oleh nomer yang tidak mereka kenal itu. Menampilkan Lian dalam berbagai kegitan.


Saat Lian naik ojek, saat Lian bekerja di Restoran X menjadi pelayan, dan ada juga foto saat Lian berdiri di depan sebuah rumah menenteng kardus-kardus kue. Ada juga beberapa screen shot akun Facebook dan Instagram penjualan milik Lian serta chat Wa Lian dan pembeli kue nya. Lalu bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pemilih akun itu adalah Lian.


Dalam beberapa video juga terlihat Lian yang keluar dari kampus lalu menaiki ojek online dan menuju ke Restoran X untuk bekerja. Serta ada juga yang menunjukkan Lian pulang di malam hari menuju ke sebuah Rumah yang sangat kecil menurut mereka.


" Woaaa ternyata benar Lian itu bangkrut!! Pantas saja dia aneh sekali. " Ujar Steve memecah keheningan diantara mereka.


" Jadi waktu kita bertemu dengan dia di Restoran X dia bukan sedang mengikuti Yoga atau alasan yang kita pikirkan. Tapi dia benar-benar pelayan disana!! " Daniel menanggapi perkataan Steve. " Waaaahhh hebat sekali perempuan itu menyembunyikan ini semua. Apakah untuk tetap bisa menarik perhatian Yoga dan kembali kaya!! Waaahhh. " Sambungnya kemudian sambil melihat kearah Yoga yang tampak sangat shock.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2