
Seminggu sudah Aubriella berada di Amerika, dan selama itu pula dia tinggal di kediaman sang kakek.
Kyra juga berada di sana untuk menemani Aubriella, walau Gavin memiliki mansionnya sendiri.
"Kau sudah memutuskan akan tinggal dimana?" tanya Kyra pada Aubriella.
Kyra menemani Aubriella yang sedang menikmati teh-nya di halaman samping mansion sang kakek.
Pandangan Aubriella terlihat fokus kedepan, memantau setiap gerakan Alex yang sedang bermain dengan Sierra, anak Gavin dan Kyra.
"Aku akan membawa Alex untuk tinggal di Kanada," ujar Aubriella.
"Kau yakin?" tanya Kyra.
"Hmm, kakak memintaku untuk mengurus perusahaannya yang berada di sana," jawab Aubriella.
"Itu artinya kemungkinan untuk kau bertemu dengannya semakin besar," ucap Kyra.
"Aku tak akan mungkin bisa menghindarinya untuk selamanya kan? Walau kami tinggal di negara dan benua yang berbeda sekalipun dan walau kemungkinannya kecil, aku tetap akan bertemu dengannya," sahut Aubriella yang mencoba untuk berpikir realistis.
"Ya, kau benar juga," pungkas Kyra dan menyeruput teh-nya.
"Lalu, bagaimana dengan Alex?" tanya Kyra.
"Mau bagaimana lagi, Alex tetap anaknya dan nama belakangnya juga ada di nama Alex," jawab Aubriella menghembuskan napasnya kasar.
"Kapan kau akan pergi?" tanya kyra.
"Besok, Alex harus masuk sekolah dan aku akan mendaftarkan-nya disana," jawab Aubriella.
Aubriella mengambil cangkir teh yang ada di sampingnya dan menyeruput teh itu dengan pelan.
"Kau sudah berbicara pada Gavin kalau kau akan pergi besok?" tanya Kyra.
"Sudah, semalam aku memberitahunya. Dia tak mengatakannya padamu?" ujar Aubriella.
"Kalau dia bilang, aku tak akan mungkin bertanya padamu," sahut Kyra.
Aubriella tertawa pelan dan kembali menikmati teh-nya.
"Bisa-bisanya dia tidak mengatakan masalah ini padaku," gerutu Kyra kesal.
"Beri saja dia pelajaran karna tidak memberitahumu," ujar Aubriella dengan sengaja.
"Aunty!" teriak Alex menghampiri mereka sambil menggandeng tangan Sierra.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Kyra lembut.
"Sierra tadi terjatuh dan pakaiannya kotor," jawab Alex.
"Mom ..." rengek Sierra dan merentangkan kedua tangannya sambil berjalan mendekat pada sang ibu.
"Ohh God, kau harus segera ganti baju gadis kecil," ujar Kyra pada anak perempuannya yang kini hampir berusia empat tahun.
"Aku akan membersihkan Sierra dulu," ucap Kyra pamit dan pergi bersama sang putri.
"Kau juga harus membersihkan tangan dan kakimu, boy," kata Aubriella pada putra tampannya.
"Oke mom," sahut Alex dan berlari kecil masuk kedalam mansion.
"Jangan lari Alex," tegur Aubriella dengan nada suara sedikit keras.
"Dia benar-benar duplikat Baxter," gumam Aubriella lirih.
"Kau disini?" tanya Gavin yang baru saja kembali dari perusahaan.
"Hmm," gumam Aubriella sebagai jawaban.
"Dimana Kyra dan Sierra?" tanya Gavin.
Pria itu mendudukkan dirinya di tempat yang sebelumnya di duduki oleh Kyra.
"Lalu Alex?" tanyanya lagi.
"Masuk ke kamarnya," sahut Aubriella.
"UNCLE!!" teriak Alex dari arah belakang Gavin.
Gavin membalikkan tubuhnya dan mendapati sang keponakan tengah berjalan kearahnya.
"Ohh ... Kemarilah, boy," ujar Gavin.
Alex mempercepat langkahnya hingga tiba di hadapan Gavin.
"Uncle ... Uncle ..." ucap Alex penuh semangat.
"Ya ... Ya," sahut Gavin menirukan nada bicara Alex.
"Kau tahu uncle--"
"Tidak, karna kau belum mengatakannya pada uncle," potong Gavin saat bocah itu belum menyelesaikan perkataannya.
__ADS_1
"Uncle aku belum selesai bicara," rengek Alex dan menatap kesal pada Gavin dengan wajah lucunya.
Aubriella bahkan di buat tertawa olehnya.
"Baiklah sorry. Jad, kau ingin bicara apa?" tanya Gavin.
"Besok aku dan mommy akan ke Kanada," sahut Alex senang.
"Wow, benarkah?" tanya Gavin dengan wajah yang di buat terkejut.
Alex menganggukkan kepalanya dengan semangat dan senyum lebarnya.
"Jadi, kau tak akan bertemu dengan uncle, aunty Kyra, dan Sierra lagi?" ucap Gavin dengan wajah pura-pura sedihnya.
"Mommy bilang, kita masih bisa bertemu dan uncle juga bisa kesana kan untuk melihat kita," sahut Alex.
"Aku akan sekolah disana," lanjutnya.
"Apa kau senang?" tanya Gavin.
"Ya. Karna aku akan bertemu dengan banyak teman baru nanti disana," jawab Alex.
Gavin mengelus rambut halus milik Alex dan menatap bocah tampan itu.
"Jangan nakal selama disana, selalu turuti apa kata mommy-mu," nasehat Gavin dan mendapat anggukkan dari anak itu.
Lalu dari arah belakang Gavin muncul Kyra sambil menggendong Sierra.
"Daddy ..." panggil Sierra dengan suara lucunya.
Gadis kecil itu merentangkan kedua tangannya agar Gavin menggendongnya.
"No ... No, dady belum mandi dan masih kotor," cegah Kyra.
"Mandilah," titah Kyra pada Gavin.
"Ada apa dengan ekspresi wajahnya itu?" bisik Gavin pada sang adik.
"Mungkin kau memiliki salah," bisik Aubriella.
Aubriella mengedikan bahunya dan tersenyum melihat kakaknya.
Gavin beranjak bangun dari duduknya dan menghampiri sang istri.
"Jangan memelukku, kau habis dari luar. Jadi, cepat bersihkan dirimu," suruh Kyra.
__ADS_1
"Baiklah," pasrah Gavin dan berjalan masuk kedalam mansion.
"Aku suka melihat wajahnya yang seperti itu," ujar Aubriella mentertawakan sang kakak, setelah pria itu pergi.