
Mobil yang membawa Angelina akhirnya tiba di kediaman megah milik Baxter.
Angelina langsung keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam mansion.
Saat sudah berada di dalam mansion Angelina tidak sengaja menabrak pelayan yang sedang membawa banyak belanjaan.
Brukk ...
Hingga membuat belanjaan itu jatuh dan berserakan di lantai.
"ANGELINA!!" bentak Sara dari arah tangga dengan suara yang sedikit nyaring karna Angelina membuat belanjaannya berserakan di lantai.
Sara berjalan dengan cepat menghampiri Angelina dan memegang lengannya dengan kasar.
"M-mom, ini s-sakit," rintih Angelina.
"Sudah berapa kali mommy bilang, jika di dalam rumah jangan lari," bentak Sara.
Seketika Angelina menjadi ketakutan dan ingin menangis.
"Nona, nona Angelina tidak sengaja, saya yan salah karna tidak membawanya dengan benar," kata pelayan itu yang kasihan melihat nona muda mereka di marahi seperti itu.
"DIAM KAU!! Ini juga salahmu," maki Sara pada pelayan tersebut.
Pelayan tersebut langsung bungkam seribu bahasa setelah mendapat bentakan dari Sara.
Nora yang merupakan pengasuh Angelina menghampiri gadis kecil itu.
"Seharusnya anda tak perlu semarah ini, dia hanya anak kecil dan barang-barang itu juga masih dalam bungkusnya tidak ada yang hancur sama sekali," kata Nora yang mulai geram dengan sikap Sara.
"Berani sekali kau? kau hanya pengasuh disini, aku bisa memecatmu kapanpun yang aku mau," ucap Sara menatap tajam Nora.
"Yang berhak memecatku hanya tuan Baxter, beliau yang memperkerjakan dan menggaji saya," sahut Nora dengan berani.
"Beraninya kau!!" marah Sara dan menghampiri Nora.
Sara menjambak rambut Nora dan menariknya kebelakang membuat wajah Nora mendongak menatap Sara.
__ADS_1
"Berani kau padaku? Aku nyonya di rumah ini, harusnya kau tunduk padaku," kata Sara dengan wajah angkuhnya.
Nora tertawa hambar dan menyunggingkan senyum miringnya, tak ada ketakutan sedikitpun yang terlihat di wajahnya, walau kini Sara sedang menarik rambutnya.
"Kau belum di akui di rumah ini nona, tuan saja tak mau menikahimu walau kau ibu dari anaknya," cibir Nora.
Sara yang merasa terpancing pun melayangkan tangannya pada Nora.
Plakk ...
Angelina yang melihat itu pun menangis merasa kasihan dengan pengasuhnya, yang sudah menjaganya selama ini.
"Beraninya kau padaku," geram Sara.
"Jika kau berani mengatakan itu sekali lagi, ku habisi kau," kata Sara.
Dengan wajah marah Sara pun meninggalkan rumah itu dan berniat menghampiri Baxter di perusahaannya.
Setelah ibunya pergi, Angelina menghampiri Nora yang terduduk di lantai.
"Nora, kau tidak apa-apa? Kau terlalu berani melawan nenek sihir itu," kata pelayan yang tadi di tabrak oleh Angelina.
Tangan kecil itu menyentuh pipi Nora yang terdapat bekas tamparan dari Sara.
"Saya tidak apa-apa, nona," jawab Nora yang masih bisa tersenyum.
"Ayo, bangunlah aku akan mengobati pipimu," kata pelayan tersebut membantu Nora untuk berdiri.
Angelin mengikuti Nora ke ruang tamu untuk mengobati pipi Nora.
"Bagaimana hari anda di sekolah, nona?" tanya Nora mengalihkan perhatian Angelina dari insiden barusan.
"Baik, aku punya teman baru," sahut Angelina.
"Benarkah? Laki-laki atau perempuan?" tanya Nora.
"Laki-lak, dan wajahnya sangat mirip dengan daddy, benar-benar seperti daddy waktu kecil," jawab Angelina dengan antusias.
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Nora dan mendapat anggukan dari Angelina.
"Siapa namanya?" tanya pelayan yang mengobati Nora.
"Alex, namanya Alex," jawab Angelina.
"Saya jadi ingin bertemu dengannya," kata Nora.
"Antar aku ke sekolah besok jika Nora ingin bertemu dengan Alex, aku akan mengenalkan kalian," sahut Angelina.
"Baiklah," ujar Nora.
"Sekaran kembalilah ke kamar dan ganti baju, saya akan menyusul nanti," kata Nora.
Angelina pun mengikuti perkataan pengasuhnya dan berjalan untuk menuju kamarnya.
"Rumah ini seperti neraka setelah kepergian nyonya Riella," celetuk pelayan yang ada di depan Nora.
"Nyonya Riella?" ulang Nora.
"Hmm, istri pertama tuan yang pergi dari rumah ini karna kehadiran nona Sara," katanya.
"Aku baru mendengarnya," sahut Nora.
"Karna setelah kepergiannya, tak ada yang berani menyebut nama itu apa lagi di depan nona Sara," ujarnya.
"Apa tuan sangat mencintainya?" tanya Nora.
"Tentu saja," sahutnya.
"Aku jadi ingin melihat wajahnya, apa beliau cantik?" tanya Nora yang mulai penasaran.
"Sangat cantik, lebih cantik dari nona Sara. Jika kau ingin melihat seperti apa wajahnya, lihat saja nona Angelina," kata pelayan itu dan pergi dari hadapan Nora.
Kata-kata terakhir yang di lontarkan pelayan itu membuat Nora merasa bingung.
"Apa hubungannya nona Angelina dan nyonya Riella?" gumam Nora bingung.
__ADS_1
Nora beranjak dari tempatnya dan menyusul Angelina di kamarnya.