
"DADDY!" teriak seorang anak perempuan dengan sangat gembira karna kedatangan sang ayah.
Anak itu berlari dan memeluk kaki panjang ayahnya dengan erat.
"Kenapa daddy jarang pulang? Angel merindukan daddy," ucap anak itu dengan sendu.
Baxter mengangkat tubuh putrinya dan menggendongnya.
"Daddy sibuk karna harus bekerja, bukankah di rumah ada ibumu, bibi Emmy dan Nora," ujar Baxter.
"Tapi, aku ingin bermain dengan daddy. Mommy juga tak pernah ada di rumah," ucap Angelina.
Baxter mengusap kening putrinya dan mengecupnya.
"Kau tidak pergi ke sekolah?" tanya Baxter.
"Sekolah selesai lebih awal dan Nora yang menjemput," jawab Angelina.
"Ibumu tidak menjemputmu?" tanya Baxter lagi.
"Nora bilang mommy pergi sejak pagi," sahut Angelina.
Baxter mengetatkan rahangnya menahan amarah.
"Kau sudah makan?" ucap Baxter dan mendapat anggukkan dari putrinya.
"Daddy, ayo kita jalan-jalan di luar. Aku ingin sekali main di taman bermain," ucap Angelina.
"Baiklah, tapi daddy harus ganti baju dulu. Kau bisa bermain bersama Nora dulu selagi daddy mandi," ucap Baxter.
Angelina menganggukkan kepalanya dan Baxter langsung memanggil Nora, yang merupakan pengasuh putrinya.
"Jaga anakku sebentar," ucap Baxter.
"Baik tuan," sahut Nora dengan patuh dan sopan.
Baxter menaiki tangga dan berjalan masuk ke kamarnya.
Kamar yang jarang sekali dia tempati setelah kepergian Aubriella, kamar yang menyimpan banyak kenangan indah bersama sang istri.
Baxter bahkan masih menyimpan barang-barang Aubriella di tempatnya dan tak memindahkannya, dia juga menyimpan banyak foto Aubriella di kamar itu.
Bahkan Baxter tak mengizinkan orang lain untuk masuk kedalam kamarnya, kecuali bibi Emmy yang akan membersihkan kamarnya.
Pria itu masuk kedalam kamar mandi dan melepaskan semua pakaiannya.
Dia berdiri di bawah shower dan membiarkan air mengalir ke seluruh tubuhnya.
Sementara itu Sara baru saja pulang setelah bertemu dengan temannya.
Wanita itu melihat Angelina yang sedang bermain dengan pengasuhnya di ruang tamu.
"Mom," panggil Angelina yang menyadari kedatangan sang ibu.
Anak perempuan itu berlari kecil menghampiri sang ibu dengan wajah senangnya.
__ADS_1
"Akhirnya mommy pulang, aku dan daddy akan jalan-jalan keluar, apa mommy mau ikut?" tanya Angelina.
"Daddy-mu ada di rumah?" tanya Sara.
Angelina mengangguk semangat serta senyuman yang tak pernah luntur di bibirnya.
Sara berjalan meninggalkan sang anak begitu saja.
"Mommy mau kemana?" tanya Angelina.
"Menemui ayahmu sebentar," sahut Sara.
Wanita dengan pakaian sedikit ketat berwarna merah itu menaiki anak tangga untuk menuju kamar Baxter.
Tapi, saat dia sudah sampai di depan pintu, Baxter keluar dari kamarnya.
Baxter menatap Sara dengan tajam dan dingin.
"Kau pulang?" tanya Sara dengan lembut.
"Aku dengar dari Angelina kalian akan jalan-jalan keluar," ucap Sara sambil tersenyum senang.
Baxter tak menanggapinya ada masih tetap diam.
"Tunggu aku, aku akan mengganti bajuku dulu," ucap Sara.
Wanita itu berjalan dengan cepat menuruni anak tangga dan masuk kedalam kamarnya.
Sedangkan Baxter berjalan dengan santai dan menghampiri sang putri.
"Apa kita tidak akan menunggu mommy?" tanya Angelina dengan suara manisnya.
Baxter mengangkat Angelina dan menggendongnya.
"Mommy-mu tak bisa ikut, dia sedang lelah," bohong Baxter.
"Yahh ... Sayang sekali, padahal Angel ingin pergi dengan mommy dan daddy," ucap Angelina sedikit kecewa.
"Bukankah pergi dengan daddy sama saja," sahut Baxter.
Baxter membawa Angelina yang ada di gendongannya menuju ke mobil miliknya.
Setelah mendudukan Angelina di kursi penumpang dan memakaikannya sabuk pengaman, Baxter mulai menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan mansionnya.
Sementara itu, Sara yan sudah selesai berganti baju keluar dari kamar dan menuju ruang tamu.
Tapi, dia tak menemukan siapapun disana, yang ada hanya beberapa pelayan yang berlalu lalang.
"Dimana Angelina?" tanya Sara pada Nora yang kebetulan lewat di depan matanya.
"Tuan baru saja membawanya pergi, nona," jawab Nora.
Sebenarnya Nora ingin sekali tertawa melihat Sara yang sudah berganti baju dan berdandan tapi malah di tinggal.
"Kenapa mereka malah meninggalkan aku," gerutu Sara dengan kesal.
__ADS_1
"Mungkin anda terlalu lama berdandan, nona," ucap Nora yang sebenarnya menyindir.
"Diam kau!! Aku tidak sedang berbicara padamu," kesal Sara.
Sara berjalan masuk kedalam kamarnya lagi sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai karna kesal.
*
*
Setelah berbicara dengan Meggy, Aubriella memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya dan tak kembali ke perusahaan.
Di pertengahan jalan, Aubriella memberhentikan mobilnya dan memarkirkannya di depan sebuah toko roti.
"Aku tidak tahu jika toko ini juga buka di Toronto," gumam Aubriella.
Pasalnya Alex sangat menyukai toko roti dengan brand tersebut.
Aubriella masuk kedalam toko roti itu.
Dia memilih beberapa roti yang memang menjadi kesukaan putranya.
Ada lima roti yang di pilih Aubriella dengan rasa yang berbeda dan juga ukuran yang berbeda.
Setelah membayarnya Aubriella meninggalkan toko roti itu dan masuk kedalam mobilnya.
Aubriella kembali melajukan mobilnya untuk menuju ke rumahnya.
Tidak sampai dua puluh menit, mobil yang di kemudikan oleh Aubriella sudah memasuki pekarangan rumahnya yang banyak di kelilingi pepohonan.
Setelah memarkirkan mobilnya, Aubriella masuk kedalam rumahnya, sekilas wanita itu mendengar suara sang anak yang sepertinya sedang bermain dengan seseorang.
"Kau pasti Lizia?" ujar Aubriella setelah melihat putranya bermain dengan siapa.
Merasa namanya di sebut Lizia pun lantas melihat orang tersebut dan langsung berdiri dari duduknya setelah melihat siapa yang datang.
"Iya nyonya," sahut Lizia dengan sopan.
"Duduklah lagi," ucap Aubriella sembari tersenyum.
"Bibi Betty!" panggil Aubriella.
"Sepertinya kalian sudah semakin akrab, Alex anak yang susah untuk dekat dengan orang baru," ucap Aubriella.
"Tuan Alex sangat manis dan penurut," ujar Lizia
"Ya ... Dia memang sangat manis dan penurut," sahut Aubriella tersenyum.
Bibi Betty datang dari arah dapur dan menghampiri Aubriella.
"Tolong sajikan ini, dan buatkan Lizia teh, bibi," ujar Aubriella.
"Baik nona," sahut bibi Betty dan mengambil bungkusan yang berisi roti itu dari tangan Aubriella.
"Tidak perlu repot-repot nyonya, saya akan langsung kembali ke kantor saja," ucap Lizia merasa tidak enak.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hari ini aku bebaskan pekerjaanmu karna sudah menjemput Alex," sahut Aubriella.