Second Marriage With My Wife

Second Marriage With My Wife
Bab 35


__ADS_3

Mobil yang di kemudikan oleh Baxter kini berhenti tepat di depan sebuah rumah sakit milik temannya.


Rumah sakit itu adalah rumah sakit terbesar di Toronto.


Pandangan Aubriella seolah menggambarkan kebingungan.


"Kenapa kita kerumah sakit?" tanya Aubriella.


"Dad, Kenapa kita kerumah sakit? Daddy bilang akan bertemu dengan aunty Meggy. Apa aunty Meggy sakit?" tanya Angelina.


Baxter membalikkan tubuhnya dan melihat kedua anaknya.


"Aunty Meggy tidak sakit, bukankah aunty Meggy bekerja di rumah sakit? Maka kita akan bertemu dengannya disini," jelas Baxter pada putrinya.


Baxter keluar dari mobil lebih dulu, dia berjalan mengitari mobil dan membuka pintu untuk Aubriella dan juga kedua anaknya.


"Ayo," ucap Baxter.


Baxter menggendong Angelina, sedangkan Aubriella menggandeng tangan Alex.


Mereka berempat masuk kedalam rumah sakit.


Di tengah perjalanan mereka tak sengaja berpapasan dengan Meggy.


"Kak?" seru Meggy yang sedikit terkejut karna sang kakak bisa bersama dengan Aubriella dan juga Alex.


"Kalian datang kesini bersama?" tanya Meggy dan di angguki oleh Baxter.


"Kau sudah tahu?" tanya-nya lagi.


"Hmm," sahut Baxter.


"Dan kau berhutang sesuatu padaku karena sudah membantu istriku untuk kabur," kata Baxter.


"Aku tidak kabur darimu ya ... Itu semu murni karna keinginanku," ucap Aubriella meralat ucapan Baxter.


"Kau pergi tanpa sepengetahuan dariku, itu sama saja kau kabur dariku," ujar Baxter tak mau kalah.


"Untuk apa kalian ke rumah sakit?" tanya Meggy yang menghentikan perdebatan kedua orang yang ada di hadapannya.


"Bertemu Steven," sahut Baxter.


Setelah mengatakan itu Baxter pergi begitu saja meninggalkan Meggy.

__ADS_1


Aubriella pun mengikuti Baxter yang berjalan lebih dulu, sementara Meggy menyusul mereka berdua karna rasa penasaran yang tinggi.


"Ada apa?" tanya Meggy setelah bisa menyusul Aubriella.


"Aku tidak tahu, dia memaksaku untuk ikut kemari. Dan mengatakan akan mengatakan kebenarannya padaku," jawab Aubriella.


"Benarkah itu?" ujar Meggy di angguki oleh Aubriella.


"Sudah aku duga, aku juga merasa ada hal yang tidak beres dengan kedatangan wanita itu yang tiba - tiba," kata Meggy.


Mereka berjalan menyurusi lorong rumah sakit.


Baxter membuak sebuah ruangan dengan sedikit kasar, hingga mengagerkan orang yang berada di dalamnya.


"Oh God ... Bisakah kau pelan - pelan sedikit, ini rumah sakit," gerutu Steven.


Steven beranjak dari duduknya dan merapikan jas dokternya, dia menghampiri Baxter yang berdiri sambil menggendong Angelina.


"Ikut aku," ucap Steven dan berjalan keluar dari ruangannya diikuti oleh Baxter.


Sementara Aubriella dan Meggy saling pandang tak mengerti.


Sedangkan Alex sudah berjalan lebih dulu mengikuti sang daddy.


Akhirnya kedua wanita itu pun mengikuti Baxter dan Steven, hingga mereka tiba didepan ruang laboratorium.


Baxter menurunkan Angelina dari gendongannya dan berjongkok di hadapan sang putri.


"Apa Angel mau mengikuti permintaan daddy?" tanya Baxter.


"Iya," sahut Angelina sambil menganggukan kepalanya.


"Kalau begitu masuklah kedalam bersama mommy," ucap Baxter.


"Mommy? Apa mommy ada di sini?" tanya Baxter.


Baxter menganggukna kepalanya dan menunjuk Aubriella.


"Itu mommy Angel," ujar Baxter.


"Tapi, mommy Angel ada di mansion. Itu mommy Alex, bukan Mommy Angel," ucap Angelina.


Baxter menangkup pipi chubby putrinya.

__ADS_1


"Mommy Alex adalah mommy Angel juga, dia mommy yang sangat baik. Bukankah Angel menyukai Alex?" ucap Baxter dan di angguki oleh Angelina.


Sementara Aubriella bertambah bingung dengan perkataan yang di lontarkan oleh Baxter pada Angelina.


"Kalau begitu Angelina mau kan masuk kedalam dengan mommy Riella? Mommy akan menjaga Angel di dalam sana," ucap Baxter.


"Apa daddy tidak ikut masuk kedalam?" tanya Angelina.


"Tidak. Daddy akan menunggu disini sampai Angel dan mommy keluar," kata Baxter.


Baxter berdiri dan berhadapan dengan Aubriella.


Pria itu menyentuh pipi Aubriella yang terasa lembut di tangannya.


"Bukankah kau pernah bilang padaku jika kau memiliki anak perempuan, kau akan memberinya nama Angelina. Malaikat kecil yang akan melengkapi keluarga kita," ucap Baxter dengan lembut.


"Apa kau masih mengingatnya?" tanya Baxter.


Aubriella memalingkan wajahnya dan tak ingin memandangi mata tajam Baxter.


"Sekarang, masuklah kedalam bersama Angelina. Kau akan tahu hasilnya nanti," ucap Baxter.


Meggy menganggukkan kepalanya saat Aubriella melihat kearahnya.


Lalu, pandangan Aubriella beralih pada Angelina yang juga sedang menatapnya.


Aubriella mengulurkan tangannya pada Angelina, dan Angelina meraihnya.


Mereka berdua mulai masuk kedalam ruang laboratorium, sedangkan yang lainnya menunggu di luar.


"Kapan hasilnya akan keluar?" tanya Baxter.


"Besok, kita menggunakan sampel darah yang paling cepat untuk memastikannya," jawab Steven.


"Apa tidak bisa di percepat?" tanyanya lagi tak sabaran.


"Mungkin besok pagi kau sudah bisa mengambilnya," sahut Steven.


Sementara Meggy hanya mendengarkan percakapan dua pria tersebut, karna dia sudah tahu arah dari obrolan tersebut.


"Apa mommy akan baik - baik saja?" tanya Alex.


"Tentu saja boy," sahut Baxter mengelus rambut putranya.

__ADS_1


__ADS_2