Second Marriage With My Wife

Second Marriage With My Wife
Bab 27


__ADS_3

"Akkhh!!" teriak Aubriella saat tangannya ada yang menarik.


Dan membawanya ke belakang restoran, dimana pencahayaannya sangat minim.


Seketika tubuhnya langsung di himpit atara tembok dan juga sebuah tubuh tinggi besar yang ada di hadapannya.


Mata Aubriella tertuju pada mata yang kini menatapnya dengan tajam.


"Apa yang kau lakukan, Bax!!" seru Aubriella dengan nada yang tidak senang.


Kedua tangan Baxter bertumpu pada tembok dan semakin menghimpit tubuh Aubriella.


"Kenapa kau pergi dengannya? Dan kemana kau selama ini? Kau tahu aku selalu mencarimu kemana-mana, kenapa kau meninggalkan aku, honey?" kata Baxter.


Semarah apapun Baxter pada Aubriella karna suah meninggalkannya, dan sekeras apapun sifatnya, Baxter akan tetap luluh dan tetap kalah jika berhadapan dengan wanita yang sangat dicintainya.


Aubriella menahan perasaannya agar tidak cepat luluh pada Baxter, pria itu harus mendapatkan hukumannya karna sudah menodai pernikahan mereka.


"Bukan urusanmu aku mau pergi kemana pun, kita sudah memiliki kehidupan masing-masing. Jadi, menyingkir lah," kata Aubriella.


Tak bisa di pungkiri jika dirinya juga sangat merindukan pria yang ada di hadapannya kini, dia ingin menyentuh dan memeluk pria itu.


"Kau masih istriku, honey!!" kata Baxter.


"Kita sudah bercerai Baxter, kakak dan kakekku sudah mengirimkan suratnya padamu," sahut Aubriella.


Baxter tertawa hambar dan menatap Aubriella dengan pandangan teduhnya.


"Kau pikir aku akan menandatangani surat bodoh itu," ujar Baxter menahan agar umpatannya tidak keluar.


Sekuat mungkin dia menahan kemarahan dan juga mengeluarkan kata-kata kasar pada Aubriella.


Satu tangan Baxter menyentuh pipi halus Aubriella.


"Kau masih mencintaiku kan?" tanya Baxter denan wajah yang semakin mendekat pada wajah Aubriella.


Aubriella memalingkan wajahnya agar tak melihat mata Baxter.

__ADS_1


"Tidak!!" sanggah Aubriella.


"Kau bohong," ucap Baxter.


Tangannya kini beralih pada dahu Aubriella dan membuat wanita itu agar melihat kearahnya.


"Tatap aku jika sedang berbicara, dulu kau selalu ingin melihat mataku," kata Baxter.


"Cukup Baxter!!" sentak Aubriella dan menyingkirkan tangan Baxter di dagunya.


"Lupakan masa lalu, dan hiduplah dengan keluarga barumu dan begitupun denganku," kata Aubriella.


"Aku sudah tidak mencintaimu lagi, bahkan setelah aku tahu kau mengkhianati pernikahan kita, cintaku untukmu sudah hilang," bohong Aubriella.


Sekuat mungkin Aubriella menahan air matanya agar tak keluar di hadapan Baxter.


"Lupakan aku, dan mulailah kehidupan barumu, aku sudah menyerah padamu sejak dulu," kata Aubriella.


"Kauh bohong!! Kau berjanji padaku, jik kau tak akan pernah meninggalkan aku apapun kesalahanku, aku sudah memberikan semuanya untukmu, harta dan cintaku bahkan sudah ku berikan untukmu," sahut Baxter.


"Aku tak meminta itu, kau yang memaksaku untuk menerimanya," ujar Aubriella.


"Kumohon," pinta Aubriella.


"Aku akan selalu menemui mu dan akan selalu muncul di hadapan mu," tekad Baxter dan pergi dari hadapan Aubriella, meninggalkan wanita itu sendirian di tempat yang sepi.


Aubriella meluruhkan tubuhnya, kepalanya da sembunyikan antara lutut dan kedua lengannya.


Wanita itu menangis, menangis tanpa suara dengan bahu yang bergetar.


Menangisi pertemuannya dengan Baxter disaat dirinya belum siap untuk bertemu dengan pria itu.


*


*


Baxter kembali ke meja di mana keluarganya berada.

__ADS_1


"Ayo, kita pulang sekarang," ujar Baxter dengan dingin dan datar.


"Ada apa? kenapa buru-buru?" tanya Elizabeth yang bingung dengan sikap putranya.


Baxter tak menjawab dan malah melihat kearah putrinya.


"Ayo Angel, biar daddy gendong," kata Baxter pada putrinya.


"Kenapa kita pulang, dad?" tanya Angelina.


"Daddy hanya lelah dan ingin cepat pulang," jawab Baxter.


"Baiklah," sahut Angelina.


Angelina enggan untuk berbicara dengan Sara karna masih takut dengan kemarahan Sara kemarin, dia hanya melihat wanita itu sekilas lalu beralih lagi pada sang ayah.


Baxter pun menyadari perubahan putrinya pada Sara.


Dan dia akan mencaritahu nya nanti, karna tak biasanya Angelina hanya diam dan tak berbicara apalagi bertanya pada Sara.


Baxter pun keluar lebih dulu dan diikuti oleh sang ayah, Silas.


Dan kedua wanita itu pun mengikuti Baxter dan Silas di belakang mereka.


"Daddy," panggil Angelina di dalam gendongan Baxter.


"Hmm ..." sahut Baxter.


"Maukah daddy mengantarku sekolah besok? Aku akan mengenalkan daddy pada teman baruku," kata Angelina.


"Siapa teman barumu, sayang?" tanya Silas pada cucu perempuannya.


"Namanya Alex, dan wajahnya sangat mirip dengan daddy," jawab Angelina dengan senang.


Silas melihat kearah putranya dan begitupun sebaliknya.


"Benarkah itu?" sahut Silas dan Angelina mengangguk.

__ADS_1


Sementara wanita yang ada di belakang mereka tak bisa mendengar pembicaraan ketiga orang yang ada di depannya, karna posisi mereka yang lumayan cukup jauh.


Setelah Baxter dan keluarganya pergi, Aubriella kembali masuk kedam restoran dan menghampiri Marvolo yang sudah gusar karna menunggunya terlalu lama.


__ADS_2