
Waktu sudah menunjukan pukul dua belas siang, dan Aubriella akan menjemput anaknya di sekolah.
Saat Aubriella sudah keluar dari dalam lift dan aka berjalan menuju lobby dia berpapasan dengan pria yang sangat malas untuk di temuinya.
"Asisten-mu bilang jika kau sedang sibuk. Tapi yang aku lihat sekarang kau sangat sedang senggang," kata seorang pria dengan wajah menyebalkannya di mata Aubriella.
"Ayo, kita makan siang bersama," katanya lagi.
"Maaf, aku sedang sibuk, dan tidak bisa menemani anda untuk makan siang," sahut Aubriella dengan datar.
"Namun, jika itu menyangkut pekerjaan anda bisa menghubungi asisten saya," kata Aubriella berusaha seramah mungkin.
"Kenapa kau selalu menolakku? Aku hanya mengajakmu untuk makan saja, apakah sesulit itu untukmu," kata Pria itu.
"Tuan Marvolo, saya sudah bilang bahwa saya sedang sibuk dan ada pekerjaan lain yang harus aku urus," ucap Aubriella yang masih menekan kesabarannya.
Sedari tadi Aubriella terus saja melihat jam tangan yang ada di pergelangan tangannya. Namun, pria yang ada di hadapannya belum juga pergi.
"Sekali saja, pergi denganku," kata Marvolo.
Aubriella menghembuskan napasnya dengan berat.
"Baiklah, besok saja karna hari ini aku tidak bisa," kata Aubriella.
"Oke, besok malam aku akan menjemputmu," ucap Marvolo dengan wajah senang yang kentara.
"Tidak, kita bertemu di lokasi saja, beritahu aku tempatnya dan aku akan datang sendiri kesana," sahut Aubriella.
"Kalau begitu saya permisi," kata Aubriella.
Aubriella berjalan dengan cepat kearah mobil yang sudah di siapkan oleh valet parking perusahaannya.
Aubriella melajukan mobil itu dengan sedikit cepat, karna dia hampir terlambat menjemput putranya.
__ADS_1
*
*
Sementara itu Alex tampak sedang menunggu sang ibu di taman sekolah.
"Hay!!" terdengar suara perempuan yang menyapa Alex.
Alex memalingkan kepalanya dan melihat gadis yang tadi di temuinya di kantin sekolahnya.
Anak perempuan itu mendudukan dirinya di samping Alex.
"Kau sedang menunggu jemputan-mu?" tanya gadis itu.
"Hmm ..." sahut Alex.
"Aku juga, tapi belum ada yang datang menjemput-ku," kata gadis itu.
"Namamu Alex kan? Aku tadi mendengar temanmu memanggilmu begitu," ujarnya.
Namun Alex hanya diam saja tak menyahuti setiap perkataan dan pertanyaan gadis kecil itu.
"Sepertinya kita seumuran, berapa usiamu?" tanya Angelina.
"Enam tahun," jawab Alex.
"Kalau aku sebentar lagi akan berusia tujuh tahun," kata Angelina, walau Alex tak bertanya.
"Siapa yang akan menjemputmu?" tanya Angelina.
"Mommy-ku," jawab Alex.
"Kalau aku tak tahu siapa yang akan menjemput-ku, mommy tak pernah mau untuk menjemput-ku, dan daddy selalu sibuk dengan pekerjaannya," ujar Angelina dengan sendu.
__ADS_1
"Kalau mommy-ku sudah datang, aku akan memintanya untuk mengantarmu pulang," kata Alex.
Lalu pandangan Angelina dan Alex tertuju pada mobil berwarna hitam yang masuk ke area sekolah mereka.
"Sepertinya tidak perlu, aku sudah di jemput," kata Angelina.
"Oleh ayahmu?" tanya Alex karna dia melihat seorang pria berbadan besar keluar dari mobil itu dan menghampiri mereka.
"Bukan, itu orang suruhan daddy," sahut Angelina.
Alex dapat melihat wajah kecewa dari sorot mata Angelina.
Angelina beranjak dari tempatnya duduk.
"Bye Alex," kata Angelina melambaikan tangannya dan berjalan menghampiri anak buah Baxter.
Setelah mobil yang membawa Angelina pergi, mobil milik Aubriella masuk ke area sekolah.
Aubriella keluar dari mobil dan Alex menghampirinya.
"Maaf, mommy sedikit terlambat menjemputmu," kata Aubriella.
"Tidak apa-apa mom, aku tahu mommy sibuk," sahut Alex yang dapat mengerti kondisi sang ibu yang kini sudah bekerja.
Aubriella tersenyum dan mengelus rambut hitam putranya.
"Terima kasih, kau memang anak mommy yang paling manis," kata Aubriella.
"Mom, tadi aku bertemu dengan anak perempuan dan matanya sangat mirip dengan mommy," kata Alex setelah mereka sudah ada di dalam mobil.
Aubriella menyunggingkan senyumnya dan melihat kearah putranya.
"Yang memiliki warna mata seperti mommy itu banyak. Nanti, jika kau sudah besar dan pergi ke berbagai negara kamu akan menemukan mata seperti ini di manapun," kata Aubriella.
__ADS_1
Alex tak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Aubriella melajukan mobilnya dan mengantarkan Alex pulang ke rumah, sebelum dirinya kembali ke perusahaan.