Second Marriage With My Wife

Second Marriage With My Wife
Bab 30


__ADS_3

"Good morning, boy," sapa Aubriella saat melihat Alex sudah keluar dari kamarnya dan akan bersiap untuk sekolah.


Aubriella mengecup pipi sang putra, setelah anak itu sudah ada di hadapannya.


"Kau ingin sarapan dengan apa, honey?" tanya Aubriella.


"Aku ingin pancake dengan sirup maple," jawab Alex.


"Baiklah," sahut Aubriella.


"Duduklah, mommy akan siapkan sarapan untukmu dulu," ucap Aubriella.


Aubriella mulai membuat pancake seperti yang di inginkan oleh putranya dengan di bantu oleh bibi Betty.


Sementara Alex menunggu di ruang tamu sambil menonton televisi.


Lalu, tiba-tiba chanel tv nya berubah dan menampilkan daftar pengusaha sukses Amerika yang namanya masuk dalam pengusaha berpengaruh menurut majalah Forbes.


"Itu uncle," gumam Alex senang karna sang paman muncul di televisi.


Saat Alex akan memberitahu sang mommy, tiba-tiba gambar berubah dan muncul wajah lain.


Alex memfokuskan pandangannya dan melihat pria yang ada di televisi.


"Itu daddy," gumamnya.


Alex melihat wajah itu dengan lekat dan menyunggingkan senyumnya, hingga gambarnya berganti dengan wajah orang lain.


Tidak sampai setengah jam pancake yang di buat oleh Aubriella pun sudah jadi.


"Alex," panggil Aubriella pada sang putra dari arah dapur.


"Wait, mom," sahut Alex.


Alex mematikan televisinya dan menghampiri sang ibu.


Anak tampan itu mendudukan dirinya di kursi meja makan sambil menunggu Aubriella menyiapkan sarapannya.


Aubriella menaruh piring yang berisi pancake itu di hadapan putranya.


"Terima kasih, mom," kata Alex.


"Sama-sama, baby. Makanlah yang banyak," sahut Aubriella.


Aubriella juga menaruh air minum untuk putranya.


Aubriella juga memakan sarapannya bersama sang putra yang sangat lahap menyantap sarapan paginya.


"Apa mommy nanti akan menjemput-ku?" tanya Alex dengan mulut yang masih mengunyah makanannya.

__ADS_1


Hingga membuat Aubriella terkekeh.


"Telan lah dulu baru bicara," ucap Aubriella.


Alex mengangguk dan menelan habis makanannya.


"Apa mommy akan menjemput ku nanti?" Alex mengulangi pertanyaannya.


"Tentu saja, jika mommy tidak sibuk, mommy akan menjemputmu," kata Aubriella.


"Tapi, jika mommy sedang sibuk Julius atau Lizia yang akan menjemputmu, tidak masalah kan?" sambungnya.


"Tak masalah, mom," sahut Alex.


Alex melanjutkan makanannya dan tidak membahas mengenai dia yang melihat wajah sang ayah di televisi.


*


*


*


Setelah menyelesaikan sarapannya, Aubriella mengantar putranya ke sekolah.


Seperti biasa Aubriella akan membuat bekal dan menaruhnya di dalam tas milik putranya.


"Apa ada yang tertinggal?" tanya Aubriella pada sang putra guna memastikan lagi jika ada barang yang tertinggal.


"Baiklah, let's go ..." ujar Aubriella dan melajukan mobilnya.


Selama di perjalanan Aubriella memutar musik yang di sukai oleh putranya.


Tidak sampai lima belas menit, akhirnya Aubriella sampai di halaman sekolah milik Alex.


"Alex!!,"


Dari arah yang tidak terlalu jauh terdengar suara anak perempuan yang memanggil nama Alex, saat bocah laki-laki itu keluar dari mobilnya.


Aubriella melihat kearah anak perempuan yang kini menghampiri mereka.


"Dia temanmu, baby?" tanya Aubriella.


"Bukan, kami hanya pernah bertemu dua kali, dan dia lebih tua dariku," jawab Alex.


"Oh benarkah?" ujar Aubriella.


Dan kini anak perempuan itu sudah ada di hadapan Aubriella dan juga Alex.


"Good morning," sapa Angelina dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Dan saat Alex melihat senyuman Angelina, dia langsung melihat kearah sang ibu yang juga tengah tersenyum.


"Good morning, sayang. Kau sangat manis," ucap Aubriella menyentuh pipi Angelina.


"Terima kasih, aunty." sahut Angelina.


"Aunty pasti mommy nya Alex," kata Angelina.


"Iya sayang," jawab Aubriella.


"Aunty sangat cantik," puji Angelina.


Aubriella terkekeh kecil mendengar pujian Angelina untuknya.


"Terima kasih, kau juga sangat cantik," balas Aubriella.


Dan itu membuat Angelina malu, bahkan Aubriella di buat gemas olehnya.


"Oh my, kau sangat manis," ucap Aubriella dengan gemas.


Alex hanya berdiam diri saja sejak tadi memperhatikan ibunya yang begitu senang saat melihat Angelina.


"Lain kali mainlah ke rumah aunty bersama oran tuamu, sayang," kata Aubriella.


"Baik, aunty," sahut Angelina.


Entah kenapa Aubriella sangat senang bertemu dengan Angelina, seolah-olah mereka seperti sudah mengenal lama.


Aubriella berpamitan pada Alex dan juga Angelina untuk segera pergi ke kantor.


Alex berjalan gedung sekolah dengan diikuti oleh Angelina.


"Ibumu bekerja?" tanya Angelina.


"Iya," sahut Alex.


"Aku suka mata ibumu," ujar Angelina.


Dan seketika otak kecilnya mulai mengingat sesuatu.


"Aku sepertinya pernah melihat mata itu," kata Angelina dengan wajah lucunya yang terlihat sedang mengingat.


dan itu membuat Alex melihat kearahnya.


"Tentu saja kau pernah melihatnya, mata kalian mirip dan berwarna sama," pungkas Alex.


"Bukan itu, aku melihat ibumu semalam di restoran yang sama denganku," ujar Angelina yang sudah bisa mengingat wajah Aubriella.


"Benarkah?" tanya Alex dan di angguki oleh Angelina.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan memasuki kelas mereka masing-masing, Angelina menceritakan pada Alex bagaimana dirinya bisa bertemu dengan Aubriella. Walau pada malam itu Aubriella tak melihatnya.


__ADS_2