Second Marriage With My Wife

Second Marriage With My Wife
Bab 26


__ADS_3

"Mommy terlihat sangat cantik, apa mommy akan pergi malam ini?" tanya Alex yang melihat sang ibu sedang berdandan.


Aubriella membalikan tubuhnya dan menundukkan kepalanya melihat tubuh mungil putranya.


"Hmm, mommy akan pergi sebentar. Tak apa kan jika Alex bersama bibi Betty dulu," kata Aubriella.


"Apakah mommy bisa menghubungi kak Lizia? Aku bosan jika harus bermain sendiri dan bibi Betty juga sudah tua," kata Alex.


"Tapi ini sudah malam, dan mungkin Lizia sedang sibuk," sahut Aubriella.


"Mommy janji hanya sebentar saja dan akan langsung pulang," kata Aubriella membujuk putranya.


"Baiklah, tapi mommy harus membawakan lego keluaran terbaru untukku jika pulang nanti," ujar Alex yang mencoba untuk bernegosiasi dengan sang ibu.


"Oh, lihat anak tampan ini sudah bisa bernegosiasi dengan ibunya," kata Henrietta diiringi dengan tawa.


"Siapa yang mengajarimu?" tanya Aubriella sambil mengelus pucuk kepala putranya.


"Uncle Gavin," jawab Alex dengan polosnya.


"Oh, kakak," gumam Aubriella sedikit menggeram.


"Sekarang kembalilah ke kamarmu atau temui bibi Betty, mommy akan pergi sebentar lagi," kata Henrietta.


"Jangan lama mom, kau harus langsung pulang jika sudah selesai," kata Alex yan terdengar seperti sebuah perintah.


"Baik tuan kecil," sahut Aubriella.


Alex tertawa dan meninggalkan kamar sang ibu.


Aubriella memakai lipstiknya untuk sentuhan terakhirnya.

__ADS_1


Setelah selesai, dia mengambil clutch yang warnanya senada dengan warna heels nya.


Aubriella keluar dari kamar dan berpamitan pada sang anak dan menciumi wajah mungilnya.


Marvolo sudah mengirimkan nama restoran yang akan mnejadi tempat mereka makan malam.


Aubriella langsung melajukan mobilnya dengan santai dan tidak terlalu terburu-buru, karna ini hanya makan malam biasa saja.


*


*


Setelah sampai di restoran yang di pilih Marvolo, Aubriella langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam restoran mewah itu.


Terlihat suasana restoran yang tidak terlalu ramai.


Sementara itu di meja lin sebuah keluarga sedang memperhatikan Aubriella dari wanita itu masuk kedalam restoran hingga duduk di hadapan Marvolo.


"Apakah itu kekasih baru Riella?" ucap Elizabeth.


"Sepertinya dia sudah mulai melupakanmu dan memulai kehidupan barunya," kata Sara mencoba untuk memanas-manasi Baxter.


Angelina juga ikut memperhatikan Aubriella, karna semua orang dewasa yang bersamanya melihat kearah Aubriella.


"Daddy siapa aunty itu? She is beautiful," kata Angelina dengan polosnya.


"Look? Bahkan matanya sama denganku, sangat bersinar walau terlihat dari jauh," kata Angelina yang tidak memperhatikan wajah Sara yang sudah menahan kesal karna Angelina memuji Aubriella di depannya.


Baxter melihat kearah putrinya dan tersenyum.


"Dia memang sangat cantik, jika kau sudah besar nanti kau juga akan sepertinya," kata Baxter

__ADS_1


Sara yang mendengar itu pun menatap tajam pada Baxter.


"Angelina adalah putriku, maka dia harus mirip denganku," kata Sara.


Baxter hanya diam saja dan tidak menanggapi perkataan Sara sama sekali.


Dan itu malah membuat Sara semakin kesal karna merasa di abaikan oleh Baxter.


Elizabeth yang melihat kemarahan Sara pun meremas tangan wanita itu dan menatap tajam Sara.


Sementara itu di meja lain, Aubriella tidak menyadari jika Baxter dan keluarganya juga berada di restoran yang sama dengannya.


"Terima kasih karna sudah mau meluangkan waktumu untuk menemaniku makan malam," kata Marvolo tersenyum senang atas kehadiran Aubriella.


"Tapi maaf aku tak bisa terlalu lama berada disini, karna masih banyak pekerjaan yang menungguku di rumah," ujar Aubriella membuat alasan agar cepat pergi dari sana padahal dia baru saja duduk.


"Tak masalah, aku sudah cukup senang kau sudah mau datang,aku mengerti kesibukanmu sebagai wanita karir," sahut Marvolo.


'Mengerti apanya, kemarin kau memaksaku untuk menemanimu,' batin Aubriella.


Marvolo pun memanggil pelayan.


"Kau mau pesan apa?" tanya Marvolo.


"Apa saja, asal jangan yang mengandung telur, aku alergi dengan telur," jawab Aubriella.


"Baiklah," sahut Marvolo.


Marvolo pun menyebutkan pesanannya dan begitu juga dengan pesanan milik Aubriella.


Saat Marvolo akan menyentuh tangan Aubriella yang ada di atas meja, Aubriella langsung berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Permisi, aku ingin ke toilet sebentar," ujar Aubriella yang merasa risih.


Aubriella pun pergi dari hadapan Marvolo dan berjalan mencari toilet.


__ADS_2