Second Marriage With My Wife

Second Marriage With My Wife
Bab 29


__ADS_3

"Mommy sudah pulang?" tanya Alex dari arah ruang tamu.


Aubriella yang mendengar suara putranya pun langsung menghampirinya.


"Kenapa belum tidur?" tanya Aubriella.


"Aku menunggu, mommy," jawab Alex.


"Kalau begitu tidurlah, bukankah besok kau sekolah," ucap Aubriella.


"Aku ingin mommy menemaniku tidur malam ini," kata Alex menatap lekat pada sang ibu.


Aubriella menyunggingkan bibirnya.


"Kenapa tiba-tiba kau ingin di temani oleh mommy? Biasanya kau selalu menolak jika mommy ingin tidur denganmu," kata Aubriella.


Alek beranjak dari sofa dan memeluk Aubriella.


"Aku hanya ingin saja, aku ingin mommy membacakan cerita untukku," sahut Alex.


Aubriella melepaskan pelukan mereka dan mengusap kepala putranya.


"Kalau begitu, tunggulah di kamarmu. Mommy akan berganti pakaian dulu," kata Aubriella.


Alex menganggukkan kepalanya dan mengecup pipi sang ibu.


"Jangan lupa cuci tangan dan kakimu," ucap Aubriella tersenyum sambil mencolek hidung mungil putranya.


"Iya mom," sahut Alex.


Alex berjalan masuk ke kamarnya dengan di temani oleh bibi Betty.


Sedangkan Aubriella berjalan memasuki kamarnya.


Aubriella mengambil pakaiannya dari dalam lemari dan membawanya masuk kedalam kamar mandi.


Wanita itu berdiri di depan cermin dan melihat lehernya yang masih berbekas berwarna merah akibat cengkraman tangan Marvolo.

__ADS_1


Aubriella segera mengganti pakaiannya dan membersihkan sisa make-up yang di pakainya tadi.


Setelah selesai, Wanita satu anak itu keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar milik sang putra.


Aubriella membuka pintu kamar Alex, dan melihat anak itu yang sudah berbaring di atas ranjangnya.


'Kau ingin mommy ceritakan apa?" tanya Aubriella.


"Apa saja," sahut Alex


Aubriella berjalan kerah yang yang menyimpan berbagai macam buku milik anaknya, di mulai dari buku pelajaran sekolah, maupun buku bacaan yang lainnya.


"Bagaimana kalau yang ini," Aubriella memperlihatkan salah satu buku cerita pada Alex.


Alex menganggukkan kepalanya.


Aubriella mendekat pada sang putra dan naik keatas ranjang miliknya yang tak terlalu besar, Aubriella menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan memulai ceritanya.


Aubriella membaca cerita itu hampir selesai, tapi Alex tak kunjung memejamkan matanya.


"Selesai," kata Aubriella dan melihat kearah putranya.


"Kenapa belum tidur?" tanya Aubriella.


Aubriella membaringkan badannya dan mengelus kepala sang putra.


"Ada yang ingin kau katakan pada mommy?" tebak Aubriella.


"Aku hanya ingin tahu kenapa daddy belum menemui kita," kata Alex.


Aubriella terlihat menghembuskan napasnya dan menjawab pertanyaan sang putra.


"Itu karna mommy masih marah dengan daddy," jawab Aubriella.


"Apa daddy membuat kesalahan hingga membuat mommy marah? Apa daddy nakal?" tanya Alex dengan polosnya.


"Ya, daddy mu membuat mommy marah dan mommy sedang menghukum daddy," sahut Aubriella.

__ADS_1


"Maka dari itu, Alex harus menjadi anak yang baik," kata Aubriella.


"Alex pasti akan menjadi anak yang baik dan tidak akan membuat mommy marah atau pun kesal," ujar Alex.


Aubriella tersenyum dan mengecup pucuk kepala putranya.


"Jika Alex rindu daddy, Alex bisa melihat fotonya. Bukankah Alex selalu menyimpannya?" pungkas Aubriella.


Alex menganggukkan kepalanya.


"Hmm," sahut Alex.


"Alex juga bisa berdoa pada Tuhan agar daddy muncul di mimpi, Alex," kata Aubriella.


"Tapi, apakah masih lama sampai mommy tidak marah lagi pada daddy?" tanya Alex.


"Itu tergantung daddy, jika dia menjadi anak yang baik maka mommy tak akan marah lagi padanya," sahur Aubriella.


"Jika nanti aku bertemu daddy, aku akan memarahinya karna sudah membuat mommy marah," ujar Alex dengan wajah kesal yang justru terkesan lucu bagi Aubriella.


Aubriella terkekeh pelan dan mengusap kepala putranya.


"Baiklah, hari sudah malam dan waktunya kai tidur," ucap Aubriella.


Alex menganggukkan kepalanya.


Aubriella membelai lembut surai sang putra, hingga akhirnya Alex mulai memejamkan matanya.


'Jika bukan karna kesalahanmu, saat ini Alex mungkin akan hidup dengan orang tua yang lengkap,' batin Aubriella.


Pandangan Aubriella tampak fokus melihat putranya yang sudah tertidur lelap.


"Maafkan mommy, Alex. Maaf, mommy egois karna memisahkan mu dengan ayahmu," gumam Aubriella mengecup kening putranya.


"Good night, boy. Mommy menyayangimu," kata Aubriella dengan pelan karna tidak ingin membangunkan sang putra.


Aubriella bangun dari tempat tidur Alex, dan membenarkan letak selimut putranya.

__ADS_1


Dia menyalakan lampu tidur Alex dan mematikan lampu kamarnya sebelum keluar dari kamar sang putra.


__ADS_2