Second Marriage With My Wife

Second Marriage With My Wife
Bab 22


__ADS_3

"Apa mommy hari ini akan menjemput aku lagi?" tanya Alex di sela-sela sarapan paginya bersama sang ibu.


"Hmm, jika mommy hari ini tidak sibuk mommy akan menjemputmu. Tapi, jika mommy sibuk, Lizia yang akan menjemputmu lagi, tak apa kan?" ujar Aubriella.


"Tidak apa-apa, mom," sahut Alex.


Bocah laki-laki berumur enam tahun itu kembali mengunyah makanannya dengan sangat lahap.


"Mommy juga sudah membuatkan bekal untukmu," ujar Aubriella.


"Iya mom," sahut Alex.


Aubriella menyunggingkan senyumnya melihat sang putra begitu lahap dengan makanannya.


Alex memakan habis sarapan yang di masak oleh Aubriella.


"Mom, aku sudah selesai," kata Alex dan meminum habis susu putihnya.


Aubriella bangun dari duduknya dan berjalan kearah dapur dia mengambil kotak bekal putranya dan memasukkannya kedalam tas ransel milik Alex.


"Ingat, jika tidak habis jangan di buang, berbagilah dengan temanmu," ucap Aubriella.


"Iya mom," sahut Alex.


Aubriella memakaikan tas ransel itu ke punggung putranya.


"Tunggulah di mobil, mommy akan mengambil tas mommy dulu," kata Aubriella.


Alex menganggukkan kepalanya dan berjalan lebih dulu keluar dari rumah dan menunggu sang ibu di mobil.


Setelah mengambil tas kerjanya Aubriella menyusul sang putra yang sudah duduk manis di kursi penumpang.


Aubriella masuk kedalam mobil dan duduk di balik kemudi.


Aubriella memakaikan sabuk pengaman untuk putranya yang memang belum terpasang.


Aubriella mulai menjalankan mobilnya menuju sekolah sang putra yang memang tidak jauh dari perusahaannya berada.


Selama di perjalanan menuju ke sekolahnya yang Alex lakukan hanya membaca buku yang ada di mobil sang ibu.


Hingga tak sampai lima belas menit mobil yang di kemudikan oleh Aubriella memasuki area sekolah Alex.


Alex ke luar dari mobil setelah mobil itu terparkir.


"Belajar yang rajin, dengarkan apa yang di katakan oleh gurumu, dan perbanyaklah teman," ucap Aubriella.


"Aku tahu mom ... Mommy sudah sering mengatakan itu," sahut Alex.

__ADS_1


Aubriella terkekeh mendengar perkataan putranya.


Alex mencium pipi sang ibu. "Bye mom," ujar Alex.


Bocah laki-laki itu berjalan menjauh menuju gedung sekolahnya meninggalkan Aubriella yang melihatnya sampai tubuh kecil itu hilang di balik pintu.


Aubriella masuk ke dalam mobilnya dan kembali melajukan mobil itu meninggalkan gedung sekolah sang anak.


*


*


*


"Apa daddy akan mengantarku sekolah hari ini?" tanya seorang anak perempuan pada ayahnya.


"Hmm," sahut Baxter.


"Apa mommy juga ikut?" tanya Angelina dan menatap sang ibu.


Saat sara akan menjawab Baxter lebih dulu menyelanya.


"Tidak!" kata Baxter dingin.


"Kenapa?" tanya Angelina dengan wajah sendunya menatap sang ibu.


Sara mengepalkan tangannya di bawah meja mendengar perkataan Baxter.


"Morning," terdengar sebuah suara yang sedikit nyaring dari belakang Sara dan Angelina.


Angelina membalikkan tubuhnya dan tersenyum senang melihat siapa yang datang.


"Grandma ..." teriak Angelina senang.


Elizabeth tampak tersenyum dan menghampiri cucu dengan wajah yang tak kalah senangnya, wanita paruh baya itu memeluk cucunya dan menciumi pipi Angelina dengan gemas.


"Kau ada disini Bax?" tanya Elizabeth setelah melihat keberadaan Baxter.


Baxter tak menjawab pertanyaan ibunya dan lebih memilih menghabiskan makanannya.


"Angelina, habiskan makananmu," kata Baxter.


"Iya dad," sahut Angelina dengan patuh.


"Angel mau sekolah?" tanya Elizabeth.


Angelina menganggukkan kepalanya sambil mengunyah makanannya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau grandma saja yang antar," kata Elizabeth melihat ke arah Baxter.


"Tidak perlu, biar dia pergi denganku," ujar Baxter tanpa melihat kearah sang ibu.


"Apa mommy kesini bersama daddy?" timpal Sara.


"Tidak, aku datang sendiri kesini," jawab Elizabeth.


Setelah menyelesaikan sarapan paginya, Baxter beranjak dari duduknya dan membenarkan pakaiannya.


"Daddy tunggu di mobil," kata Baxter pada putrinya.


"Iya dad," sahut Angelina.


Angelina segera menghabiskan sarapannya karna tidak ingin sang ayah menunggunya terlalu lama.


"Pelan-pelan saja," ucap Sara sambil mengusap noda yang ada di bibir Angelina.


"Aku sudah selesai," ujar Angelina.


Gadi cantik itu segera memakai tasnya dan menyusul sang ayah setelah mencium kedua pipi ibu dan juga neneknya.


"Dia tidur disini?" tanya Elizabeth pada Sara.


Sara yang tahu siapa yang di maksud pun menganggukkan kepalanya.


"Berusahalah lebih keras untuk mendekatinya, sudah enam tahun dan tak ada kemajuan sama sekali," kata Elizabeth.


"Dia terlalu dingin mom, dan juga dia jarang berada di rumah," sahut Sara.


Baxter melajukan mobilnya setelah putrinya masuk kedalam mobil.


"Apa nanti siang daddy juga akan menjemput ku?" tanya Angelina.


"Daddy usahakan, kalau daddy tak sibuk," sahut Baxter.


Baxter melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Hingga akhirnya mereka sampai di depan sekolah Angelina.


Angelina turun dari mobil dan berpamitan pada sang ayah.


Sekilas pandangan Baxter melihat seseorang yang dia kenal berada di dalam mobil yang melewati dirinya.


Karna kaca mobil yang gelap membuatnya tak bisa melihatnya dengan jelas, di tambah mobil itu juga bergerak menjauh darinya.


Baxter masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan sekolah putrinya untuk menuju ke perusahaannya.

__ADS_1


__ADS_2