Second Marriage With My Wife

Second Marriage With My Wife
Bab 18


__ADS_3

Aubriella dan Alex terlihat berpamitan pada pada Gavin, Kyra dan juga Sierra.


"Hati-hatilah selama disana, jika butuh apa-apa kau bisa mengatakannya pada Julius," ujar Gavin.


Gavin memeluk adik satu-satunya itu dengan sangat erat.


"Aku dan Kyra sesekali akan kesana untuk melihat kalian," lanjutnya.


Aubriella melepaskan pelukannya pada sang kakak, dan kini beralih pada Kyra.


"Aku akan merindukanmu," ucap Kyra.


"Aku juga," sahut Aubriella.


Sedangkan Alex terlihat memeluk Sierra dengan sayang.


"Aku janji akan sering kemari jika liburan sekolah," kata Alex.


"Hmm," gumam Sierra.


"Jangan nakal dan jangan menyusahkan uncle dan aunty. Kau paham bocah kecil," ujar Alex.


"Siapa yang kau panggil bocah, aku ini tetap kakakmu," sahut Sierra dengan suara lucunya.


"Tapi aku tetap lebih tua darimu," balas Alex santai.


Dan kini giliran Alex yang memeluk paman dan bibinya.


"Bye jagoan, jaga mommy-mu selama disana ... Oke?" kata Gavin.


"Uncle tenang saja, aku akan menjaga mommy dengan sangat ketat," sahut Alex semangat.


"Kami pergi dulu kak, pesawat kami akan berangkat," ujar Aubriella.


Gavin dan Kyra sengaja mengantar Aubriella ke bandara, karna mereka juga akan sekalian pulang ke mansion pribadi milik Gavin.


Mereka sudah memutuskan untuk menjadikan mansion sang kakek sebagai tempat mereka berkumpul nantinya jika bertemu atau mengadakan acara keluarga.


Aubriella menggandeng tangan sang putra memasuki gate keberangkatan.


Sesekali Alex akan melihat ke belakang dan melambaikan tangannya pada paman, bibi, serta Sierra.


*


*

__ADS_1


*


Setelah menempuh penerbangan hampir dua jam, Akhirnya Aubriella dan Alex sudah sampai di Bandar Udara Internasional Pearson Toronto, Kanada.


"Kau ingin mommy gendong?" tanya Aubriella sang putra setelah dia mengambil koper mereka.


"Tidak mom, aku sudah besar dan aku berat. Mommy akan lelah jika harus menggendongku nanti," jawab Alex bijak.


Aubriella tersenyum dan mengusap rambut putranya.


Kalau begitu, beri mommy ciuman agar mommy kuat," ujar Aubriella.


Aubriella sedikit membungkuk dan menyodorkan pipinya.


Cup ...


"Baiklah, sekarang mommy sudah kuat lagi," kata Aubriella.


Alex tertawa melihat tingkah sang ibu yang lucu.


"Ayo," ajak Aubriella.


Aubriella kembali memegang tangan sang putra dengan tangannya yang bebas.


Ibu satu anak itu langsung menghentikan taksi yang akan melewati mereka.


Aubriella menyebutkan alamat rumahnya yang baru dan mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang.


Aubriella mengirim pesan pada sang kakak bahwa dia sudah sampai di Toronto dan akan menuju ke rumah barunya.


"Mom, kapan aku akan mulai sekolah?" tanya Alex.


"Nanti, besok mommy akan mendaftarkan mu dulu," sahut Aubriella.


"Aku tak sabar untuk masuk sekolah," sahut Alex girang.


Hingga tak terasa taksi yang membawa mereka sudah memasuki sebuah rumah bergaya minimalis modern dengan halaman yang lumayan luas di sekelilingnya.


Setelah membayar, Aubriella dan Alex pun keluar dari taksi, sang supir taksi membantu menurunkan koper Aubriella.


"Terima kasih," ucap Aubriella ramah.


Aubriella menggeret koper itu menuju pintu utama rumahnya dengan Alex yang mengikutinya dari belakang.


Saat Aubriella akan membuka pintu, ternyata pintu itu sudah di buka lebih dulu dari dalam.

__ADS_1


"Selamat datang nona, tuan kecil," ucap bibi Betty yang memang sudah berada di rumah baru Aubriella lebih dulu.


"Terima kasih bi," ujar Aubriella tersenyum.


"Biar saya saja yang menaruh koper anda," kata bibi Betty hendak mengambil koper Aubriella.


"Tidak perlu bi, aku bisa sendiri," cegah Aubriella karna merasa kasihan jika bibi Betty harus membawa koper berat.


"Mom, dimana kamarku?" tanya Alex.


"Di lantai dua, di samping kamar mommy," jawab Aubriella.


Dengan segera Alex berlari kearah kamarnya yang berada di lantai dua sambil membawa tas di punggungnya.


"Jangan lari Alex! Pelan-pelan saja," tegur Aubriella yang khawatir jika sang putra terjatuh.


"Saya baru saja membuat camilan kesukaan anda dan tuan kecil, apa anda mau mencicipinya?" tanya bibi Betty.


"Tentu saja bibi. Tapi, setelah aku menaruh ini dulu," sahut Aubriella.


"Kalau begitu saya akan menyiapkannya," ujar bibi Betty.


Aubriella berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.


Setelah menaruh kopernya di dalam kamar, Aubriella berjalan menghampiri kamar sang putra.


"Kau menyukai kamarmu, boy?" tanya Aubriella.


"Of course, mom," sahut Alex senang.


"Thank you, mom," ujar Alex dan memeluk Aubriella.


"Mommy senang jika kau suka," ucap Aubriella.


"Jika kau sudah selesai menjelajahi kamarmu turunlah kebawah, bibi Betty baru saja membuat camilan kesukaanmu," ujar Aubriella.


"Oke mom," sahut Alex.


Aubriella meninggalkan Alex yang sedang menjelajahi seisi kamarnya sendiri dan membiarkan anak itu melakukan apapun yang dia inginkan.


Selama ini Aubriella tak pernah melarang putranya untuk melakukan apapun yang dia inginkan, selama itu baik dan tak membahayakan Alex maka Aubriella hanya akan mengawasinya saja.


Aubriella menuruni anak tangga dan berjalan menuju dapur. Dia mengambil air di dalam lemari pendingin dan menuangkannya kedalam gelas.


"Nona, ini mau di taruh dimana?" tanya bibi Betty.

__ADS_1


"Di beranda samping saja, dekat kolam," jawab Aubriella setelah meminum airnya.


__ADS_2