
"Honey, bawa anak-anak kemari ..." teriak Kyra dari arah ruang makan.
"Kalian dengar?" ujar Gavin pada kedua bocah yang ada di hadapannya.
"Suara aunty terdengar sampai kesini," sahut Alex.
Kedua bocah itu tampak tertawa saat mendengar suara Kyra yang terdengar sampai ruang tamu.
Ketiga orang itu pun berjalan kearah ruang makan dengan masin tertawa cekikikan.
"Kenapa? Ada aoa dengan kalian?" tanya Kyra sambil berkacak pinggang melihat ketiga orang itu.
"Tidak ada," elak Gavin.
"Daddy dan Alex bilang suara mommy sangat keras sampai terdengar ke ruang tamu," kata Sierra jujur dengan suara cadelnya.
"Oh baby, kapan daddy bilang seperti itu," sangkal Gavin.
"Aunty, dimana mommy?" tanya Alex mencari sang ibu.
"Mommy-mu sedang membereskan barang bawaan yang kalian akan bawa besok," jawab Kyra.
"Kalau begitu aku akan melihat mommy," ujar Alex.
"Bye uncle," ucapnya dan berlari menjauhi pamannya.
"Gavin!!" panggil Kyra penuh penekanan.
"Ohh honey, itu bukan aku yang bilang. Tapi Alex," ujar Gavin.
"Ya, tapi kau yang mengajarinya," sahut Kyra.
Alex mendekat dan akan memeluk sang istri.
"Jangan memelukku," cegah Kyra.
"Bawa Sierra untuk cuci tangan, setelah itu kita makan malam," titah Kyra.
Sementara itu di dalam kamar, Aubriella sedang memasukan beberapa pakaian milik Alex kedalam koper kecilnya.
"Mom," panggil Alex dari ambang pintu.
"Iya, baby," sahut Aubriella.
"Ayo, kita makan malam," ujar Alex menghampiri sang ibu.
"Sebentar lagi, mommy akan memasukan ini dulu," ucap Aubriella.
"Apa ada lagi yang ingin kau bawa?" tanya Aubriella pada sang putra.
__ADS_1
"Tidak ada, bukankah kita juga akan membelinya lagi disana," jawab Alex santai.
"Ahh ... Pasti pamanmu yang mengatakan itu," kata Aubriella.
"Mom?" panggil Alex lagi.
"Yes honey?" sahut Aubriella.
Alex menautkan kedua jari jemarinya dan seakan-akan ragu untuk mengatakannya pada sang ibu.
Aubriella menatap sang putra karna tak kunjung bicara.
Dia manangkup dagu putranya dan membuatnya agar melihat kearahnya.
"Ada apa? Hmm ... Ada yang Alex inginkan?" tanya Aubriella lembut.
"Tidak ada," jawab Alex.
"Benarkah?" tanya Aubriella memastikan.
"Ayo, kita makan malam mom ... Aunty dan uncle sudah menunggu kita," ujar Alex sambil menarik tangan sang ibu agar berdiri.
"Baiklah ..." sahut Aubriella dan bangun dari duduknya.
Alex menggandeng tangan sang ibu dan membawanya keluar dari kamar miliknya.
"Kalian sudah datang? Ayo kita makan," ujar Kyra yang mendapati kedatangan Aubriella dan Alex.
"Makan sayur mu Gavin," tegur Kyra yang melihat suaminya akan menyisikan sayurannya.
"Ya honey, aku tahu ..." sahut Gavin.
"Dia berhasil menjinakkan mu kak," ejek Aubriella.
"Diamlah, Riella," kesal Gavin pada adiknya itu.
Dan makan malam itu pun berlangsung dengan damai tanpa ada pembicaraan lagi.
"Aku sudah bilang pada Julius kalau kau akan memimpin perusahaan kita yang ada disana, dia akan membantumu selama kau bekerja di perusahaan," ujar Gavin setelah menyelesaikan sesi makannya.
"Jika kau bekerja, lantas siapa yang akan menjaga Alex?" tanya Kyra.
"Aku akan menyuruh bibi Betty untuk menemani Riella," sahut Gavin.
"Aku akan mempekerjakan mencari pengasuh untuk Alex dan kerjanya hanya saat Alex pulang sekolah sampai aku selesai bekerja," ujar Aubriella.
"Aku kasihan jika bibi Betty harus menjaga Alex sendirian," lanjutnya.
"Kau tak ingin mengambil satu orang lagi dari sini?" tawar Gavin.
__ADS_1
"Tidak, rumah yang akan aku tempati juga tak terlalu luas. Jadi, cukup dua orang saja, aku akan mencari disana satu orang lagi," jawab Aubriella.
"Jika Alex pergi, tak ada lagi akan bermain denganku," ucap Sierra sendu.
"Hey ... Masih ada daddy dan mommy," sahut Gavin pada putri cantiknya.
"Kau bisa datang kesana bersama uncle dan aunty, mereka akan mengantarmu," ujar Alex pada Sierra.
Lantas Sierra menatap sang ayah dengan bola mata besarnya.
"Daddy harus mengantarku untuk bermain dengan Alex," ucap Sierra dengan nada suara yang lucu.
"Oke baby," sahut Gavin.
"Nanti aku dan mommy juga akan sering kemari ... Iya kan mom?" ujar Alex pada sang ibu.
Aubriella menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada sang putra.
*
*
*
"Mom, kenapa daddy jarang pulang?" tanya seorang gadis kecil pada ibunya.
"Daddy-mu sangat sibuk Angelina," jawab itu itu yang tak lain adalah Sara.
Sara masih melihat majalah Fashion yang ada di tangannya tanpa melihat kearah sang putri.
Angelina menundukkan kepalanya.
"Tapi, aku ingin bermain dengan daddy," ucapnya dengan sendu.
"Daddy-mu tak ada waktu untuk bermain denganmu, dia terlalu sibuk. Bermainlah dengan bibi Emmy," sahut Sara yang masih dengan kegiatannya.
Angelina masih berdiri di tempatnya dan belum beranjak sedikit pun.
Sara menggeram rendah dan melihat putrinya.
"BIBI EMMY ..." teriak Sara cukup nyaring.
"Iya nona," jawab seorang wanita paruh baya yang berjalan tergopoh-gopoh karna terkejut.
"Bawa Angelina bermain," titahnya.
"Kepalaku pusing jika harus melihatnya merengek terus," ujar Sara.
Bibi Emmy menatap Angelina dengan pandangan tak tega.
__ADS_1
"Ayo nona kecil, bermain dengan bibi saja. Bibi dan Nora baru saja membuat kue kesukaan nona," ucap bibi Emmy dengan lembut pada Angelina.
Angelina menatap sendu pada sang ibu sebelum akhirnya mengikuti bibi Emmy.