Second Marriage With My Wife

Second Marriage With My Wife
Bab 34


__ADS_3

"Apa yang daddy lakukan? Kenapa daddy memeluk Alex?" tanya Angelina.


Pandangan Aubriella kini tertuju pada gadis kecil yang pernah dia temui.


"Alex ... Ayo kita pulang," kata Aubriella pada sang putra dan tak berniat untuk berbicara pada Baxter.


Alex melihat kearah ayahnya.


"Tapi, aku ingin bersama daddy. Apa kita tidak bisa pergi bersama saja, mom?" ujar Alex dengan pandangan sendunya.


"Daddy, kenapa Alex memanggilmu daddy juga?" tanya Angelina.


"Karna dia daddy ku," sahut Alex.


"Alex!!" tegur Aubriella.


"Ayo, kita pulang," kata Aubriella dan memegang pergelangan tangan Alex.


Baru selangkah Aubriella melangkahkan kakinya, Baxter sudah lebih dulu mencekal lengan Aubriella dan membuat langkah terhenti.


"Ayo kita selesaikan masalah ini sampai tuntas," kata Baxter.


"Apa yang harus di selesaikan? Semuanya sudah jelas," sahut Aubriella yang mencoba untuk menahan emosinya di depan Alex dan juga Angelina yang merupakan anak Baxter.


"Dia anakmu, apa yang mau kau selesaikan?" pungkas Aubriella.


"Dia memang anakku. Tapi, kau hanya mendengarnya hanya dari satu pihak saja, kau tidak mendengarkan penjelasan dariku," ucap Baxter.


"Aku akan buktikan semuanya padamu bahwa aku tidak bersalah dan aku tidak pernah melakukannya dengan wanita lain," tegas Baxter.


Aubriella tertawa hambar mendengar penuturan pria yang saat ini tengah memegang pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Kau lucu sekali tuan Baxter. Kau bilang, kau tidak pernah melakukannya dengan wanita lain? Lalu kau mengakui dia sebagai anakmu," cibir Aubriella.


"Aku akan membawamu untuk membuktikan jika aku memang tidak bersalah," ujar Baxter.


Baxter melepaskan cekalan nya pada Aubriella dan kini beralih pada Angelina.


"Sayang, kau mau ikut dengan daddy kan?" tanya Baxter.


"Kemana?" tanya Angelina balik dengan wajah lucunya.


"Look mom!! Bukankah dia sangat mirip denganmu," bisik Alex yang membuat Aubriella sedikit menundukkan tubuhnya.


Aubriella memperhatikan raut wajah Angelina, bagaimana gadis kecil itu merubah - ubah ekspresinya.


"Ke tempat aunty Meggy," ucap Baxter.


"Benarkah?" tanya Angelina dan di angguki oleh Baxter.


Dan kini Baxter kembali beralih pada Aubriella dan juga Alex.


"Masuk ke mobil," titah Baxter.


"kau memerintah ku? Kau pikir aku mau mengikuti perkataanmu?" sentak Aubriella yang masih menahan emosinya.


"Kali ini saja ikuti perkataanku, hanya kali ini," mohon Baxter.


Alex menarik - narik ujung jas yang di kenakan oleh Aubriella.


"Kita ikuti saja perkataan daddy, mom," ucap Alex.


Aubriella menghembuskan napasnya dengan berat.

__ADS_1


"Baiklah, hanya kali ini saja. Jika kau tidak bisa membuktikan apapun, jangan pernah mencari aku dan Alex," pasrah Aubriella.


"Kalau begitu masuk ke mobilku," ujar Baxter.


"Lalu mobilku?" pungkas Aubriella.


"Orangku akan mengambilnya," sahut Baxter.


"Ayo, boy," ujar Baxter pada putranya.


Baxter membuka pintu belakang mobilnya dan membantu Alex serta Angelina masuk kedalam mobil.


"Aku bisa sendiri dad. Aku bukan anak kecil lagi," kata Alex pada Baxter.


Baxter menyunggingkan senyumnya melihat sikap dewasa putranya.


Alex tumbuh lebih cepat dari anak - anak seusianya.


"Baiklah," ujar Baxter dan membiarkan Alex masuk sendiri kedalam mobil.


"Masuklah," kata Baxter pada Aubriella yang masih berdiam diri dan belum juga masuk kedalam mobil.


Baxter membukakan pintu mobil untuk Aubriella dan mempersilahkan wanita yang masih menjabat sebagai istrinya itu untuk masuk kedalam mobil.


Setelah Aubriella masuk, Baxter mengitari mobil dan duduk di balik kemudi.


"Kau akan membawaku kemana?" tanya Baxter.


"Kau akan tahu nanti, yang jelas ini akan membuatmu percaya padaku," jelas Baxter.


Baxter mulai mulai menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankannya menuju suatu tempat.

__ADS_1


__ADS_2