
Tujuan ke-3 Blok M
“Ngapain kita ke Blok M Mand”, tanya Cindy.
“Mau ngajak lo makan, lo laper kan”, jawab Armand.
“Ko lo tau”, jawab Cindy
“Perut lo getarnya sampai di gue hehe”, jawab Armand meledek.
“Hahaha”, Cindy hanya tertawa.
“Anyway, jauh banget Mand cari makannya”, tanya Cindy.
“Tempatnya Spesial buat gue Cin”, jawab Armand tersenyum.
" Ciyee armand, pasti ada something yaa.. " jawab Cindy meledek
" Haha, ya lo akan tau pada waktunya cin, yuuk berangkat " Ucap Armand
Lagi-lagi Cindy hanya dapat merasakan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan. Ia tidak mengerti mengapa Armand terasa begitu dekat dengannya, semua tempat yang hari ini dikunjungi pun rasanya sangat tidak asing. Ia berpikir apakah ini jatuh cinta? Definisi yang sulit untuk dijelaskan untuk sekedar jatuh cinta.
“Kenapa diam?”, tanya Armand.
“Enggak apa-apa”, jawab Cindy singkat.
“Makanannya enggak enak ya”, jawab Armand berbisik.
“Enak, dan enggak asing bagi gue”, jawab Cindy.
“Oiya sehabis ini tujuan kita yang terakhir loh”, ucap Armand mengalihkan.
“Biar gue tebak mau ke mana kita”, jawab Cindy.
“Boleh, kalau benar nanti gue traktir ice coffe cappucino hehe”, jawab Armand.
“Jangan kopi lagi, nanti gue sakit kepala lo yang repot”, jawab Cindy.
“Oke.. kalau begitu lo aja yang nentuin mau apa. Itu pun kalau jawaban lo benar”, jawab Armand.
“Kita mau ke suatu tempat yang lebih ke arah alam, tapi gue enggak tahu di mana. Ada sesuatu yang mendorong gue untuk menjawab itu”, jawab Cindy.
“Wah Cindy.. hebat lo! Jawaban lo benar hehe. Boleh minta apapun deh hehe”, jawab Armand. “Tapi enggak usah sekarang enggak apa-apa kan”, tanya Cindy.
“Terserah lo Cin hehe”, jawab Armand tersenyum.
“Yaudah lanjutin lagi makannya, lo kan enggak suka ngobrol kalau lagi makan hehe”, ucap Armand.
“Cindy tersenyum kecil”
Selesai makan Armand bergegas melanjutkan perjalanan karena tujuan terakhir ini akan memakan banyak waktu. yang akan nantinya mengantar Cindy pulang kerumah dengan tepat waktu.
“Yuk lanjut jalan lagi”, ucap Armand.
“Gue mau ke toilet dulu ya”, jawab Cindy.
“Oke, gue tunggu di sini Cin”, jawab Cindy.
~ Di Sekolah ~
Rena yang masih penasaran kenapa Cindy tidak masuk sekolah hari ini. Rena meminta Tia untuk meneleponnya lagi.
“Tia, coba telepon Cindy lagi. Gue takut itu anak kenapa-kenapa”, ucap Rena.
“Rena udah gak marah sama Cindy ya " jawab tia
" Udah gak usah banyak tanya " ucap Rena
" Oke gue coba ya”, jawab Tia.
“Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi”, suara operator.
“Tia hanya menggelengkan kepala”
“Lo teks aja Ti, tanya kenapa enggak masuk sekolah. Suruh telepon balik gitu”, ucap Rena.
“Oke”, jawab Tia.
~ Di Toilet Blok M ~
“Kepala gue kenapa selalu pusing ya, kalo dekat Armand. Apalagi tujuan terakhir Armand tadi. Ini aneh”, benak Cindy.
Cindy baru ingat jika handphone-nya masih dalam keadaan mati, ia langsung mengaktifkan handphone-nya. Tidak lama setelah mengaktifkan banyak telepon masuk dari Tia dan teksnya.
“Cin lo kenapa enggak masuk? Telepon gue balik please, Rena khawatir sama lo”, teks dari Tia.
“Astaga gue lupa kasih kabar ke mereka”, ucap Cindy.
“Nada dering telepon Tia”
~ Di Sekolah ~
“Tia, handphone lo getar dari tadi”, ucap Rena.
“Cindy telepon Ren”, jawab Tia.
“Jawablah”, ucap Rena.
“Hallo Cindy, lo ke mana aja enggak ada kabar”, ucap Tia.
__ADS_1
“Hallo Tia, yaampun sorry banget gue lupa aktifin handphone. Gue enggak masuk sekolah tadi telat dikunciin sama Pak Satpam, sekarang gue lagi di Blok M sama Armand”, jawab Cindy.
“Ngapain lo ke Blok M”, tanya Tia.
“Gue lagi makan tadi, sekarang sih di toilet”, jawab Cindy.
“Nanti gue sama Rena balik sekolah mau ke rumah lo ya”, jawab Tia.
“Oke, nanti gue kabarin lagi ya”, jawab Cindy.
“Tutup telepon "
“Cindy kenapa Ti? Ngapain dia di Blok M terus sama siapa”, tanya Rena.
“Dia telat masuk gerbang Ren, di Blok M lagi makan dan dia sendiri”, jawab Tia berbohong.
“Makan sendiri aja jauh banget”, jawab Rena.
“Mungkin Cindy butuh refreshing Ren”, jawab Tia.
Rena hanya diam dan membalikkan wajahnya ke depan.
~ Di Toilet Blok M ~
“Gue harus temui Armand lagi tau pergi pulang ya. Tapi enggak enak juga kalau Armand gue tinggal tanpa pamit”, ucap Cindy bingung.
“Cin.. lo aman kan?”, tanya Armand dari balik pintu.
“Aman ko, sebentar lagi gue keluar Mand, tunggu ya”, jawab Cindy.
“Oke, gue takut lo kenapa-kenapa makanya gue ke toilet buat cek lo”, jawab Armand.
“Ya Mand, sebentar lagi”, jawab Cindy.
Setelah Cindy keluar dari toilet.
“Lama banget Cin gue nunggu lo, gue takut..”, ucap Armand.
“Takut apa? Gue aman Armand”, jawab Cindy.
“Yuk, kita jalan, udah mau siang nih”, ucap Cindy.
Menuju vespa milik Armand, dan bergegas pergi tujuan selanjutnya. Cindy yang sedari tadi memeluk erat Armand hingga teridur di pundaknya. Armand merasa bahwa semua akan baik-baik saja. Sesampainya di tujuan terakhir, ia segera memesan perahu untuk mengantarnya ke sebuah pulau.
" Cindy.. lo tidur mulu deh”, ucap Armand.
“Apa sih Mand, gue ngantuk tahu”, jawab Cindy.
“Tidurnya nanti lagi ya kalau udah sampai pulau, di sana ada tenda lo bisa tidur sampai sepuas lo”, ucap Armand.
“Tenda? Menginapkah?”, tanya Cindy mengerutkan kening.
“Enggak, menyiapkan tenda bukan berarti kita harus menginapkan”, jawab Armand.
“Jangan lama Mand gue takut diculik hehe”, jawab Cindy meledek.
“Siapa juga yang mau nyulik lo yang hobinya tidur di pundak gue”, jawab Armand.
“Yeeee rese lo”, ucap Cindy.
“Pak, perahunya sudah siap untuk mengantarkan saya”, ucap Armand.
“Sudah Nak Armand, mau berangkat kapan?”, tanya Pak Wito.
“Sekarang juga boleh, nanti jemput saya jam 3 ya Pak karena perempuan itu jam 4 harus sudah berada dirumah”, ucap Armand menunjuk Cindy.
“Sekarang pukul 12.00 ya Nak”, tanya Pak Wito.
“Iya Pak jam 12.00 masih ada waktu banyak hehe”, jawab Armand melihat ponselnya.
“Tunggu sebentar ya Pak saya mau ke perempuan itu”, ucap Armand.
“Iya Nak”, jawab Pak Wito.
“Oiya Pak, tolong untuk tidak berbicara apapun ke perempuan itu”, ucap Armand.
“Iya Nak, bapak ingat pesanmu kemarin”, jawab Pak Wito.
Berjalan ke arah Cindy.
“Udah siap belum buat berlayar hehe”, ucap Armand manis.
“Berlayar? Gue hanya ingin menepi Mand”, jawab Cindy gombal.
“Ko jadi gombal Cin”, jawab Armand.
“Gue enggak gombal, kan awalnya elo Mand”, ucap Cindy.
“Anyway, di sana ada makanan enggak ya”, ucap Cindy lagi.
“Lo masih laper?, tanya Armand.
“Enggak sih, yaa buat cemilan aja, terus berlayarnya pasti lama kan”, jawab Cindy.
“Ya kira-kira jam 4 lo udah sampai rumah sih”, jawab Armand.
“Jam pulang sekolah dong, kenapa enggak sekalian lihat senja Mand?”, tanya Cindy.
“Gue ada tempat melihat senja terbaik Cin. Tapi bukan di sini dan bukan sekarang”, jawab Armand.
__ADS_1
“Menurut gue, senja di tepi laut juga terbaik Mand”, jawab Cindy.
“Nanti ya, gue akan bawa lo ke tempat itu”, jawab Armand.
“Yuk.. kita berangkat”, ucap Armand.
Menggandeng tangan Cindy. Sesampainya di suatu pulau. Armand menghubungi petugas yang di sana untuk menyiapkan tendanya. Dan beberapa alat barbeque serta makanannya
" Pak sudah siap semua?”, tanya Armand.
“Mas ini yang diantar Pak Wito?”, tanya Pak Udin, petugas.
“Iya Pak saya yang diantar Pak Wito”, jawab Armand.
“Sudah kami siapkan semua, di belakang ya Mas, barbeque-nya mau dimasak kapan Mas tanya Pak Udin.
“Nanti saja Pak mungkin jam 2”, jawab Armand.
“Mari Mas Armand, mau saya antar?”, tanya Pak Udin.
“Enggak usah Pak karena saya tidak langsung ke tenda”, jawab Armand.
“Oh baik kalau begitu, hubungi saya jika perlu bantuan”, ucap Pak Udin.
“Terima kasih ”, jawab Armand.
“Cin, ayo kita menyusuri pulau. Biar healing hehe”, ucap Armand.
“Lo pesan tenda berapa Mand”, tanya Cindy.
“1 dan itu untuk lo, gue enggak perlu tenda. Enggak usah berpikir macam-macam deh”, jawab Armand.
“Lo enggak akan.....”, ucap Cindy terpotong.
“Enggak Cindy. Lo jangan gila”, jawab Armand memotong bicaranya.
“Hahaha Cindy hanya tertawa”
“Wah.. Mand selera lo bagus juga ya, tempat ini nyaman, sama halnya gue waktu ke gunung. Awalnya gue enggak mau karena sama sekali enggak punya skill tapi setelah gue coba, ko kaya ada yang nuntun gue. Dan pernah merasakan something digunung. Tapi entah itu apa”, ucap Cindy.
“Alam, akan buat lo nyaman Cin di mana pun lo berpijak”, jawab Armand.
“Lo mau ikut gue lagi gak”, ucap Armand.
“Ke mana? Hari ini?”, tanya Cindy.
“Enggak hari ini Cin, nanti gue kabarin ya. Tempat dimana gue lihat senja”, jawab Armand.
“Boleh juga tuh, tapi Mand gue mau nanya deh sama lo”, ucap Cindy.
“Tanya aja”, jawab Armand.
“Lo kenapa begini sama gue? Lo itu kaya ngerasa kita dekat padahal enggak pernah tegur sapa sebelumnya”, tanya Cindy.
“Ya karena gue mau nunjukin tempat yang indah aja enggak ada niat apa-apa”, jawab Armand.
“Bukan gitu sih maksud gue”, jawab Cindy.
“Terus apa dong”, tanya Armand.
“Sewaktu di Gunung Prau, lo ada kan di sana juga? Ketemu sama Rena pula. Dan tempat camp lo enggak jauh dari tempat gue, malamnya lo nyanyi lagu yang sama seperti di caffe, ini jadi pertanyaan buat gue Mand. Karena apa yang gue rasain tuh kaya apa ya... gue enggak ngerti deh”, ucap Cindy.
“Itu hanya sebuah kebetulan Cin”, jawab Armand singkat.
“Menurut gue ini bukan sebuah kebetulan sih Mand”, jawab Cindy.
“Lo ingat pernah pegang tangan gue di kolam ikan sekolah?”, tanya Cindy.
“Ingat apa enggak ya hehe”, jawab Armand.
“Serius dong Mand...”, jawab Cindy.
“Udahh lah enggak usah ngelantur ngomongnya. Lebih baik kita barbequean yuk di dekat tenda belakang sana. Semua udah gue siapin Cin hehe”, ucap Armand mengalihkan lagi.
“Udah lama juga gue enggak barbequean Mand, kita cuma berdua ya Mand?”, tanya Cindy.
“Enggak Cin, ada lo gue dan semesta”, jawab Armand singkat.
“Semesta ini luas Armand.....”, jawab Cindy kesal.
“Cindy baper ya hehe”, jawab Armand meledek.
" Lo cantik cin " ucap Armand lagi
" Udah berapa banyak perempuan yang lo gombalin mand? " tanya Cindy
" Lo lupa, kalau gue ini dingin sama perempuan " ucap Armand
" Haha, gak lupa sih. eh.. tapi sebenernya enggak kan? " tanya cindy
" Ya menurut lo " jawab Armand
" Armand.. " ucap cindy
" Kenapa? " tanya Armand
" Enggak " jawab Cindy
" Lo mulai naksir sama gue ya? haha " ucap Armand menggoda
__ADS_1
" Gak usah PEDE deh lo " ucap cindy salah tingkah
Armand hanya tersenyum melihat gelagat salah tingkah Cindy.