
~ Dirumah Cindy ~
" Cindy! kenapa kamu seperti ini sekarang, mama bingung sama kamu! " ucap Bu Ajeng ketus
" Semua ini juga karena mama! " ucap Cindy membentak
" Ini untuk kebaikan kamu! " ucap Bu Ajeng
" Kalau Mama mau seperti itu yaudah terserah " ucap Cindy meninggalkan Ibunya
" Cindy! " ucap Bu Ajeng
" Dasar keras kepala " gumam Bu Ajeng
" Bi.. " gumam Bu Ajeng berkali-kali
" Masalah ini harus di selesaikan besok " gumam Bu Ajeng lagi
Hujan masih mengiringi malam ini. Armand pulang dengan hati yang masih terluka, ia sudah pasrah dengan keputusan untuk hubungan nya nanti.
" Gue udah berusaha buat Cindy kembali lagi ingatan nya. Semoga semesta memihak kali ini saja " gumam Armand mengendarai vespanya
Armand berhenti didepan rumah Cindy, ia menatap sendu jendela kamarnya. Berharap Cindy membuka gordyn. Harapan hanyalah sebuah harapan tak semua akan menjadi nyata.
~ Di hotel daerah kemang ~
" Yola, kamu bisa temani Om malam ini " ucap Om Hendro
" Maaf Om, Yola gak mau buat Carline semakin marah sama Yola " ucap Yola
" Om sudah urus Carline tadi " ucap Om Hendro
" Maaf Om " ucap Yola menutup telepon nya
" Brengsek! " ucap Om Hendro
~ Dirumah Carline ~
" Nak.. tok.. tok.. " ucap Bu Aisyah
Tidak ada suara apapun dikamarnya, sangat hening. Bu Aisyah khawatir terjadi sesuatu padanya
" Carline... " ucap Bu Aisyah berkali-kali
Bu Aisyah berlari keluar memanggil Satpam yang berada di rumahnya untuk mendobrak pintu kamar Carline
" Mang... " ucap Bu Aisyah berkali-kali
" Iya Bu ada apa " ucap Mang Nurdin
" Tolong buka pintu kamar Carline, saya takut dia kenapa-kenapa " ucap Bu Aisyah
" Tadi Bapak pergi keluar Bu " ucap Mang Nurdin
" Iya saya tahu, Ayo cepat Mang " ucap Bu Aisyah
Mang Nurdin berusaha mendobrak pintu kamar Carline hingga berhasil. Didepan meja rias Carline, ia sudah terkapar lemas di lantai dengan darah lengannya.
" Ya Allah Carline! Mang... bantu saya angkat Carline " ucap Bu Aisyah panik
" Telepon ambulan saja Bu " ucap Mang Nurdin
" Bi...... " ucap Bu Aisyah berkali-kali
" Bi Marni kan lagi pulang kampung Bu " ucap Mang Nurdin
" Astaghfirullah saya lupa. Ya sudah kamu telepon ambulan sekarang " ucap Bu Aisyah
__ADS_1
" Baik Bu " ucap Mang Nurdin
30 Menit menunggu ambulan datang, Bu Aisyah berusaha mengikat lengannya dengan kain berharap darah itu berhenti mengalir.
~ Dirumah sakit ~
" Sus.. tolong cepat " ucap Bu Aisyah panik
" Ibu tunggu di luar ya. Kami akan memberikan pelayanan terbaik " ucap Suster
" Tolong ya Sus " ucap Bu Aisyah
Setelah 15 menit pemeriksaan dokter keluar dengan rawut wajah yang menyesali.
" Maaf.. Tuhan lebih menyayangi anak Ibu " ucap Dokter menggeleng kan kepala
" Innalilahi wainailaihi rojiun. Ya Allah Carline " ucap Bu Aisyah duduk tersungkur
Bu Aisyah mencoba menghubungi Pak Hendro namun tidak ada jawaban.
Bu Aisyah meminta pihak rumah sakit untuk mengantar jenazah besok pagi. Namun setelah berfikir ulang lebih baik jenazahnya dibawa malam ini juga agar suaminya mengetahui jika ia sudah kembali kerumah.
" Sabar ya Bu ikhlas " ucap Mang Nurdin
" Sekarang kita pulang Bu, besok jenazah akan di antar oleh pihak rumah sakit " ucap Mang Nurdin
" Tapi akan lebih baik jenazah Carline di pulangkan kerumah malam ini Mang, Supaya Bapak melihatnya besok
" Maaf Bu bisa untuk memenuhi administrasi nya terlebih dahulu? " ucap Suster
" Yaa... Baik nanti saya akan urus administrasi nya Sus " ucap Bu Aisyah
" Mang tunggu sebentar ya. Saya mau urus administrasi nya " ucap Bu Aisyah
" Siap Bu " ucap Mang Nurdin
" E... Sus bisa gak jenazah anak saya dipulangkan malam ini juga? " ucap Bu Aisyah
" Alamat nya Bu? " ucap Suster
" Jl Tomang raya Jakarta Barat " ucap Bu Aisyah
" Saya tunggu di parkiran Sus. Lebih baik pihak ambulan mengikuti saya dari belakang " ucap Bu Aisyah
" Baik Bu " ucap Suster
" Terimakasih Sus "
Sepanjang perjalanan Bu Aisyah hanya menangis hingga sampai dirumahnya. Ia terus menghubungi Pak Hendro namun tetap tidak ada jawaban.
~ Dirumah Cindy ~
Cindy menangis menyesali apa yang sudah ia lakukan tadi karena berimbas ke hubungannya. Niat hati hanya ingin membuat Ibu nya berhenti berusaha menjauhkannya dari Armand.
" Bodoh! Gue nyesel banget pakai acara kabur tadi. Jadi Armand yang harus menanggung akibatnya, gimana gue bisa bicara baik-baik sama Mama kalau keadannya kayak gini. Harusnya Mama senang dong karena ingatan gue udah pulih, ini malah gak suka gue kembali lagi ingatannya. Aneh banget jadi orang tua. Hem.... Terus gue harus apa dong sekarang, ya ampun! kenapa tadi gak minta nomor teleponnya Armand ya... Ah ini sih bodohnya kelewatan gue, apa gue telepon Tia aja ya? barangkali dia tau nomor Armand. Tapi ini udah tengah malam juga sih. Oke kayaknya gue harus tidur, yakin sih besok Mama pasti ngoceh lagi " gumam Cindy tanpa henti
Sedangkan Armand, masih berusaha memejamkan matanya namun tidak bisa. Ia terus memikirkan kejadian hari ini dan beberapa waktu kedekatannya dengan Cindy. Armand terus menatap jendela kaca langit yang berada dikamar. Dengan hujan yang masih mengiringi kesedihan nya.
Karena Armand tidak bisa tidur, ia meraih gitar dan menyanyikan beberapa lagu yang mewakili hatinya. Ia merasakan Kecewa pada dirinya sendiri dan kecewa dengan keadaannya sekarang ini.
" Kenapa tuhan tidak memberikan keadilan padaku, apa aku salah hanya ingin membuat Cindy kembali lagi ingatannya " gumama Armand
~ Dirumah Cindy ~
" Ish kenapa gue gak bisa tidur sih! Duh Armand bantu gue buat keluar dari masalah ini " gumam Cindy
" Aaaaaaa...... " teriak Cindy mulut yang ditutup pakai bantal
__ADS_1
Aku tak ingin duka
melanda wajah-wajah memuram
aku tak ingin membuat
kekisruhan di tempat ku bermain
aku hanya ingin
menyebarkan rasa bahagia
dan kegembiraan untuk siapapun
tapi semua keinginanku hilang
luka menghampiri,bahagia menjauh
Tapi semua keinginanku hilang
luka menghampiri, bahagia menjauh
- Payung Teduh, Lagu Duka -
Bun, hidup berjalan seperti bajingan
Seperti landak yang tak punya teman
Ia menggonggong bak suara hujan
Dan kau pangeranku, mengambil peran
Bun, kalau saat hancur ku disayang
Apalagi saat ku jadi juara
Saat tak tahu arah kau di sana
Menjadi gagah saat ku tak bisa
Sedikit ku jelaskan tentangku dan kamu
Agar seisi dunia tahu
Keras kepalaku sama denganmu
Caraku marah, caraku tersenyum
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
Aku masih ada sampai di sini
Melihatmu kuat setengah mati
Seperti detak jantung yang bertaut
Nyawaku nyala karena denganmu
- Nadin Amizah, Bertaut -
Tak terasa Armand tertidur masih dengan memeluk gitarnya. Ia bermimpi tak dapat bertemu lagi dengan Cindy, hubungan nya memang harus berakhir. Cindy menghilang dari Kota Jakarta.
Sesampainya Bu Aisyah dan jenazah Carline, ia memberi kabar kepihak sekolah bahwa Carline sudah meninggal dunia. Ia pun memberi tahu Ayu bahwa Carline meninggal dengan bunuh diri.
Kemudian Ayu membroadcast grup sekolahnya.
__ADS_1